
Di sebuah ruangan gelap dan lembab, seorang pria dan juga seorang wanita tengah duduk terikat di sebuah kursi dengan mulut yang tertutup lakban.
Sejak hari kemarin, kedua orang itu sengaja dibiarkan kelaparan dan juga kehausan. Sebagaimana ia memperlakukan Jizzy saat itu, ya mereka berdua adalah Cindy dan juga Reno kekasihnya. Yang sudah berani menculik menantu dari keluarga Guntara dan putri dari keluarga Bramana.
Keenam pria tampan dan juga gagah itu menghampiri Cindy dan juga Reno dengan tatapan yang yang tak bisa diartikan. Mereka adalah Zayan, Zavier, Jupiter, Alex, Samuel dan juga Venus.
Mereka berenam sudah sangat tidak sabar untuk memberikan pelajaran untuk mereka berdua. Dimana, mereka dengan beraninya telah membuat Jizzy dan juga Zia terluka.
Terlihat sangat jelas wajah penuh ketakutan dari Cindy dan juga Reno, mereka berdua tak pernah menyangka jika pekerjaan yang mereka anggap sangat rapi itu, bisa tercium dengan mudahnya oleh mereka. Padahal Cindy masih belum puas untuk menyiksa Jizzy. Ia masih ingin membuat putri dari pria yang dulu sangat ia cintai itu menderita, merasakan rasa sakit dan juga putus asa. Seperti yang dulu pernah ia rasakan, bahkan sampai saat ini sakitnya masih terasa.
"Bagaimana keadaan kalian? Aku harap keadaan kalian sedang tidak baik-baik saja," ucap Zayan.
"Dan semoga harimu tidak ada yang menyenangkan!" sambung Venus.
"Apa kau merasa bahagia setelah kau menyakiti putriku!" sentak Jupiter, sambil menekan kedua pipi Cindy, hingga perempuan itu meringis kesakitan. Jupiter bahkan tak segan untuk berbuat kasar padanya.
Dalam keadaan takutnya, Cindy mencoba untuk melawan mereka semua. Ia tak ingin direndahkan oleh para pria yang ada dihadapannya ini.
"Asal kau tahu saja, aku belum puas untuk menyakiti putrimu! Aku bahkan ingin jika hidupnya hancur! Tapi sayangnya, Rendra yang bodoh tak mau melakukannya!"
"Aku sudah katakan padamu, untuk jangan melibatkan putraku! Dan aku juga sudah katakan padamu, jika putraku bukan bajing@n yang akan menyakiti atau bahkan menodai perempuan!" sentak Reno, ia tak suka jika Cindy melibatkan putranya dalam masalah pribadinya. Cukup ia seret dirinya, yang tak mengetahui dengan siapa ia berhadapan. Yang ternyata kini hidupnya ada di tangan keluarga Guntara dan juga Bramana.
Mendengar semua itu membuat semua orang semakin meradang, karena bisa-bisanya Cindy akan tega melakukan hal itu. Terutama Zavier yang tak rela jika Istrinya akan dilecehkan oleh perempuan jahat yang ada dihadapannya.
"Jangan katakan kau sudah berbuat yang tidak-tidak pada istriku!" sentak Zavier, ia hampir saja berbuat kasar pada Cindy dan juga Reno. Namun, Alex dan Samuel mencoba untuk menahannya. Agar Zavier menahan emosinya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Tidak! Putraku tidak melakukan hal yang tidak pantas pada istrimu. Ia bahkan menolak untuk melakukan perbuatan jahat itu," ucap Reno, demi apapun saat ini ia sangat menyesal karena telah bermain-main dengan orang-orang seperti mereka, yang bahkan bisa menyingkirkannya seperti debu saja.
"Lihat saja, jika sampai kau berani menyentuhnya seujung rambutnya! Aku pastikan kau tak akan bisa menyentuh apapun lagi dengan tanganmu!" ancam Zavier. Setelah itu, pria yang tampan yang berstatus suami dari Jizzy ini m e m u k u l Reno dan juga mendorong kursi yang sedang di duduki oleh Cindy, hingga perempuan jahat itu terjatuh dan tersungkur ke lantai yang penuh debu itu. Sungguh, jika bukan karena Istrinya ia tak akan pernah mau menginjakkan kakinya di sana.
"Urus mereka berdua! Dan pastikan jika malam ini mereka akan merajut mimpinya dibalik jeruji besi!" perintah Jupiter pada anak buahnya.
"Dan pastikan jika mereka berdua akan dihukum dengan berat!" sambung Zayan.
"Baik Tuan," jawab mereka serempak.
Setelah memastikan jika mereka berdua akan mendapatkan hukuman, mereka berenam pun pulang untuk menemui pasangan mereka masing-masing. Para pria tampan ini sudah tidak sabar, untuk bertemu dengan orang-orang yang mereka cintai. Termasuk Zavier, saat ini perasaannya sedang sangat tidak tenang.
Perasaannya menjadi kacau, saat ia mendengar jika Cindy menyuruh seorang pria yang bernama Rendra untuk menyentuhnya. Apa selama dalam penculikan itu, Istrinya sudah diperlakukan dengan tidak pantas ataukah benar ucapan dari Reno. Jika putranya itu, menolak untuk melakukan hal itu.
Setelah sampai ke rumah, dengan segera ia langsung naik ke atas untuk pergi ke kamarnya karena ingin langsung membersihkan dirinya. Berlama-lama di tempat yang kotor membuat pria yang selalu menjaga kebersihan ini menjadi mual.
Setelah sekitar satu jam membersihkan diri, Zavier pun keluar dari kamar mandinya. Dan mendapati Jizzy tengah tiduran sambil memainkan ponselnya. Tadi saat Zavier pulang, Istrinya ini sedang tak berada di kamarnya, dan kini gadis cantik yang masih terlihat lebam di wajahnya itu sedang asik dengan ponselnya.
"Zavier kapan kau pulang?" tanya Jizzy, tanpa menjawab pertanyaan dari Jizzy, Zavier pergi untuk mengambil pakaiannya. Membuat Jizzy berdecak sebal.
"Mau kemana dia, padahal aku suka melihat tubuhnya yang seksi," gumamnya, sambil melihat Zavier pergi untuk memakai pakaiannya.
Tak lama setelah itu, suami dari Jizzy itu langsung mendekati Jizzy dengan tatapan menyelidik. Membuat Jizzy heran karena tak biasanya makhluk karbol itu menatapnya dengan serius.
"A-ada apa?" tanya Jizzy gugup, karena kini posisi Zavier sudah sangat dekat dengannya. Bahkan hidung mereka kini saling bersentuhan.
__ADS_1
"Katakan dengan jujur padaku, apa saat penculikan kemarin apa ada seseorang yang berbuat tak pantas padamu?" tanya Zavier serius.
"Maksudmu?" tanya Jizzy yang memang belum paham dengan apa yang Zavier ucapkan.
"Maksudku adalah, apa ada orang yang berani menyentuhmu dan kurang ajar padamu?"
"Apa! Oh ya ampun, satu-satunya orang yang menyentuhku dan kurang ajar padaku adalah perempuan jahat itu! Perempuan itu bahkan hobi sekali melayangkan tamparannya padaku! Jika matamu tidak buta, kau melihat bekas tamparan itu sekarang!" jawab Jizzy dengan kesal, jadi ini sebabnya makhluk karbol ini sangat serius padanya. Mungkin ia takut jika Istrinya di ehem-ehem oleh orang lain. Dan tentu saja, hal itu tidak terjadi padanya.
Menyebalkan
"Kau yakin?" tanya Zavier lagi.
"Aihh apa makhluk karbol ini salah minum cairan pembersih otak! Jika aku mengalami hal yang tidak pantas. Apa mungkin aku masih bisa tersenyum padamu. Aku pasti merasa hancur cantiiiikkkkl .... gunakanlah otakmu yang penuh dengan karbol itu untuk berpikir dengan baik!" sentak Jizzy, kenapa suaminya ini bertanya seperti itu. Ini pasti karena dia barusan bertemu dengan perempuan jahat itu dan mengatakan hal yang tidak-tidak padanya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membuktikannya," ucap Zavier
"A-apa?"
*
*
*
Selamat Hari Raya Idul Adha, bagi yang merayakannya 🤗❤️ Maafkan Mimin terlambat up karena semalam Mimin kecapekan dam langsung tidur sebelum up.
__ADS_1
Oh ya, Mimin gak akan pernah bosen untuk minta bantuan kalian untuk mensupport novel Mimin dan selalu memberikan dukungan. Agar novel ini bisa terus up di sini.
Jangan lupa berikan like, komentar dan juga gift serta vote sama novel ini ya 😘😘😘 karena novel ini masih dalam penilaian untuk bab-bab selanjutnya ❤️ terima kasih 😊