Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 27


__ADS_3

Malam ini Zavier bisa bernapas dengan lega, karena pada akhirnya Jizzy bisa kembali kedalam pelukannya. Ia bisa kembali melihat wajahnya yang cantik, hingga Zavier kini merasa sangat tenang. Karena Istrinya kini sudah kembali lagi saat ini.


Hatinya sakit saat mendengar cerita Jizzy, jika ia tak diberikan makan dan minum oleh orang-orang jahat itu. Pandangannya pun kini tertuju pada pipinya yang lebam, dan ujung bibirnya yang robek. Hati Zavier kembali memanas, saat memandangi yang tertidur dengan wajah yang lebam. Ia sangat marah, dan berjanji akan memberikan pelajaran pada orang itu esok hari. Karena hari ini, ia ingin memeluk dan mendekapnya menumpahkan rasa rindunya yang membuncah.


Ada apa dengan perasaan Zavier terhadap Jizzy, kenapa ia sangat mengkhawatirkannya, dan merasa tak tenang saat Jizzy sedang tak bersamanya. Ia merasakan rindu yang amat dalam, ia juga tersiksa karena hanya satu malam saja Jizzy tak berada didekatnya.


Zavier menyusuri wajah Jizzy dengan punggung tangannya, ia belai wajahnya ia ciumi dan kemudian ia peluk lagi tubuh mungil itu lagi. Rasanya sangat nyaman, hingga ada sebuah dorongan hasrat untuk menyentuhnya.


Bibir yang terlihat sobek itu, ia usap dan kemudian ia dekatkan wajahnya serta ia tenggelamkan bibir merahnya di bibir mungil Jizzy. Jizzy yang merasa terganggu dengan sapuan bibir Zavier pun membuka matanya. Ia melihat jika suaminya ini tengah menciuminya.


Melihat mata Jizzy yang mulai terbuka, sejenak Zavier menghentikan kegiatannya. Dan menatap Jizzy yang tengah menatapnya dengan heran.


"Zavier," panggil Jizzy dengan suara seraknya.


"Maaf, apa aku mengganggumu?"


Jizzy pun hanya menggelengkan kepalanya, tak tahu harus menjawab apa. Ia memang pernah berciuman dengan Zavier, tapi bukan ciuman semesra ini.


Zavier pun menengakan tubuhnya, perasaannya kini campur aduk pada Jizzy. Antara ingin melanjutkan apa yang ia lakukan ataukah menahan hasratnya sampai ia memastikan bagaimana perasaannya.

__ADS_1


Entahlah, saat ini ia merasa sangat bingung pada perasaannya sendiri.


"Tidurlah, maaf aku sudah mengganggumu," ucap Zavier sambil membelai wajah Jizzy. Setelah itu ia bangun dan pergi keluar dari kamar, meninggalkan Jizzy dengan segala perasaannya.


"Aku pikir dia akan ehem-ehem denganku, dasar pemberi harapan palsu menyebalkan," gumam Jizzy. Tadinya ia berpikir jika malam ini ia akan menjadi malam pertamanya. Nyatanya suami cantiknya ini belum bernafsu, melihat buah mangganya.


"Sepertinya aku harus suntik silikon, agar buah manggaku menjadi sebesar buah kelapa," gumamnya lagi.


*


*


*


Siapa sangka ternyata asistent dari menantu kakaknya itu, malah menjadi kekasih Zia. Mimpi apa planet ini, sampai-sampai ia mendapatkan kabar yang sangat luar biasa, dari bocah yang patah hati karena cintanya tak terbalas oleh Zia, siapa lagi kalau bukan Theo yang mengadu pada Papa planet. Astaga, rasanya jantung planet gila itu keseleo mendengar kabar mengejutkan ini.


"Jadi, benar kau ingin menobatkan diri sebagai calon menantuku?" tanya Venus, sok bergaya seperti papa siaga. Membuat Alma, ingin menggaruk otaknya. Sungguh suaminya ini terlihat sangat konyol dan aneh di mata Alma, ia sangat tidak cocok berperan sebagai seorang ayah yang bijak bagi Alma dan Zia.


"Iya Tuan, jika anda setuju saya ingin ingin menjalin hubungan serius dengan putri anda. Maaf bukan saya lancang, saya juga tahu diri siapa saya. Saya bukanlah orang yang sepadan dengan keluarga anda, saya hanya anak yatim dan tak punya apa-apa," ucap Samuel sangat jantan, yang mengakui jika ia sebenarnya bukan siapa-siapa.

__ADS_1


Apa yang ia miliki tak seberapa, kekayannya saja sangat jauh jika dibandingkan dengan apa yang Alma dan keluarganya miliki. Apalagi keluarga Brahmana kini sudah bersatu dengan keluarga Guntara, sudah bisa dibayangkan betapa banyaknya kekayaan keluarga mereka. Samuel merasa bagaikan butiran debu tak berharga di mata Venus dan keluarganya. Akan tetapi, demi cintanya pada Alma ia akan berjuang, untuk mendapatkan restu dari Venus.


Meskipun sebenarnya itu pasti sangatlah sulit, tetapi jika ia tak mencobanya ia tak akan pernah tahu bagaimana nasib percintaannya dengan Zia.


Mendengar penuturan dari Samuel, hati Zia menjadi sangat tersentuh, ia tak pernah menyangka jika pria yang ia inginkan untuk menjadi calon suaminya ini. Akan bersikap jantan seperti itu pada papanya yang menyebalkan. Ia bahkan tak malu mengakui siapa dirinya, dan yang ia miliki dalam keluarganya memanglah hanya ibunya saja. Karena ayahnya sudah lama meninggal.


Setelah ayahnya meninggalkannya untuk selamanya, ibunya lah yang bertanggung jawab atas semua kehidupan Samuel. Ia tak pernah ingin menikah lagi, dan hanya fokus untuk merawatnya saja. Dan memberikan pendidikan yang terbaik untuknya, hingga sampailah ia pada Zavier dan bekerja untuknya.


Dan dengan penghasilannya sekarang, ia mampu membeli rumah impiannya untuknya dan juga ibunya. Dan suatu saat nanti, jika dirinya menikah maka ia akan membawa istrinya untuk tinggal bersama dengan ibunya. Semoga saja Alma bersedia tinggal di rumahnya, yang dari segi ukuran masih jauh lebih luas dengan rumah yang Alma tempati saat ini.


"Hei Nak, aku tak mempermasalahkan soal uang dan juga materi yang kau miliki. Karena aku punya semuanya, dan aku pastikan jika putriku tak akan kekurangan apapun. Namun, aku hanya ingin kau tak menyakitinya dan memberikannya penuh cinta dan juga kebahagiaan untuknya. Karena bagiku, senyuman dan kebahagiaan Zia adalah yang utama. Jadi, apa kau sanggup memberikan seluruh cintamu pada Zia putriku tersayang," ucap Venus serius.


Alma dan Zia, menatap tak percaya pada Venus. Sungguh, barusan pria yang bergelar ayah dan suami itu, bisa bicara dengan normal layaknya seorang ayah. Yang meminta pada calon menantunya untuk selalu mencintai putrinya yang sangat ia sayangi.


"Aku berjanji, aku akan selalu mencintainya dan juga memberikan seluruh hidupku padanya," ucap Samuel mantap.


"Ya ampun sayang, sudah cukup kata-katamu itu. Dari tadi kau membuat hatiku mendadak jadi taman bunga," ucap Zia.


Samuel hanya tersenyum mendengarnya, saat ini ia hanya mampu menahan gemas padanya. Karena tidak mungkin jika ia akan mencium Zia, dihadapan papa planet. Bisa-bisanya, restu yang baru saja ia dapatkan ditarik kembali oleh calon mertuanya.

__ADS_1


"Baiklah, aku merestui hubungan kalian. Tapi ingat jaga putriku dan jangan sampai kau menyakitinya. Jika tidak, aku pastikan burungmu itu tidak akan bisa bertelur!" ancam Venus pada Samuel.


"Oh ya ampun ..."


__ADS_2