Beautifull Revenge

Beautifull Revenge
Chapter 10-Beautiful Revenge


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak...


Vote+Love+Comment nya juga yaa...


Hope You Enjoy It...


Beautiful Revenge


©2020


Chapter 10


_____________________________________________


Yilmaz Grand Mansion, Beverly Hills – California. USA 11.52 PM


**********



“Terima kasih!” ucap Sahara untuk kesekian kalinya dan kembali menerima selembar tissue dari tangan Dallas.


Volvo putih mengkilat yang biasa menemani setiap perjalanan Dallas kini terparkir manis di depan gerbang utama mansion Yilmaz.



Beberapa penjaga bahkan kini sudah menyorot kearah mobil nya menggunakan lampu senter yang mereka bawa. Dallas langsung memejamkan matanya begitu salah satu cahaya senter dari tangan salah satu penjaga yang masih berdiri di balik pagar yang tampak kokoh itu menyorot tepat kearah matanya.


Mereka sudah tiba sekitar lima belas menit yang lalu, tapi Sahara meminta Dallas untuk menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang. Dan sejak saat itulah Sahara meluapkan tangisannya. Ia terus menangis tersedu-sedu dan menerima setiap uluran lembar tissue yang Dallas sodorkan. Tanpa membiarkan Dallas berbicara barang sepatah kata pun.


“Ara!”


Untuk kesekian kalinya Dallas berseru memanggil Sahara, namun lagi-lagi Sahara tak mempedulikan panggilan Dallas. Ia malah memilih untuk bergumam pelan, seolah eksistensi Dallas tak tampak dimata hijaunya.


“Sudahlah! Aku akan membawamu masuk.” Dallas berujar sembari hendak memutar kunci mobilnya.


Tangan Sahara langsung terulur untuk menghentikan aksi sahabatnya tersebut, masih dengan air mata berderai dan mata yang mulai membengkak Sahara memandang Dallas sendu. Gelengan kepalanya mampu membuat Dallas kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


Memejamkan mata sama sekali tak dapat menghalau suara tangisan Sahara yang membuat dadanya sendiri terasa sesak.


“Penjaga itu menghampiri kita!” Dallas berseru begitu seorang penjaga yang mengenakan jacket hitam tebal bergerak melewati gerbang yang sudah terbuka dan melangkah mendekati mobil yang mereka tumpangi.

__ADS_1


Dallas memutar bola matanya saat penjaga itu mengetuk kaca mobilnya cukup keras, “Ya?” tanya Dallas begitu menurunkan kaca mobilnya.


“Nona?” kata penjaga itu tampak terkejut, mungin ia tak mengira yang berada di dalam mobil yang menurutnya mencurigakan itu merupakan putri tunggal majikannya sendiri.


“Biarkan kami masuk!” pinta Dallas yang langsung di angguki oleh penjaga itu.


Detik berikutnya Dallas dan Sahara sudah melaju pelan mengitari halaman mansion Yilmaz dan berhenti tepat di area garasi. Sahara masih menangis, walau kini ia tampak berusaha keras menahan tangisannya. Tentu saja Sahara tidak ingin kedua orang tuanya memergoki dirinya pulang dalam keadaan seperti sekarang ini. Itulah sebabnya Sahara masih berdiam diri di dalam mobil Dallas dan mulai menyeka wajahnya dengan tissue.


“Apa aku terlihat berantakan?” tanya Sahara saat lembar tissue itu mulai menyapu seluruh area wajahnya.


“Sangat!” komentar Dallas dengan nada prihatian.


“Aku bodoh ya?” kali ini Sahara mulai kembali terisak dan melemparkan lembar tissue itu sembarangan.


Dallas mengukir senyum terpaksa melihat banyaknya tissue yang berserakan memenuhi jok mobilnya, “Kau tidak bodoh, hanya sedikit gila!” Dallas membuat gerakan memutar dengan jari telunjuknya dan menampilkan ekspresi wajah yang tampak sangat konyol.


Tangan Sahara melesat menampar pipi kiri Dallas, tidak kuat tapi juga tidak dapat dikatakan pelan. Karenanya Dallas kini meringis memegangi pipinya yang terasa memanas walaupun tak ada cetakan tangan Sahara disana.


“Kau jahat sekali!” Sahara berucap lirih dengan bibir mengerucut.


“Jangan mulai lagi!” Dallas hampir hendak berteriak saat melihat Sahara yang sudah mulai berhenti menangis kini seperti akan memulai tangisnya kembali.


Tangannya bergerak meraih tas tangannya dan menyentak pintu mobil Dallas kuat-kuat, “Aku tidak ingin melihatmu di hari pernikahan ku!”


Dallas tertawa pelan mendengar ancaman itu, “Jadi kau masih berniat menikahi Sherkan, ya?” tanya Dallas sambil menatap Sahara yang sudah berdiri di sisi mobilnya.


Berpikir, Sahara tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya kembali masuk kedalam mobil Dallas dan membiarkan pintu mobil itu terbuka.


“Memangnya aku bisa lari?” tanya nya pada diri sendiri.


Dallas terdiam tak dapat menanggapi, dalam hati ia menyesali ucapannya yang terlalu lancang. Memang terdengar seperti seorang provokator, tapi Dallas sama sekali tak memiliki niat untuk melakukan hal itu sama sekali.


“Masuklah,Ara! Kau perlu istirahat.” Dallas kembali membujuk Sahara dengan harapan bahwa kali ini sahabatnya itu mau menuruti perkataannya.


Sahara terdiam tak menjawab, mata hijaunya mendongak memandang balkon kamar tidurnya yang berada di lantai dua. Yang dapat Sahara lihat hanya kegelapan, dan pasti sekarang makan malamnya sudah berada di atas nakas tepat disamping ranjang. Sahara tahu Kimberly selalu menaruhnya disana atas suruhan Feride.


“Kau mau menginap?” Sahara menawari Dallas dengan mata hijaunya yang berpendar, “Ayolah! Setidaknya kita bisa mengobrol semalaman.”


Tawaran yang baru saja diucapkan Sahara membuat Dallas bergidik. Dallas bukan tipe orang yang suka mengobrol seperti itu, apalagi untuk urusan hati seperti yang sedang Sahara alami. Ia bukan tempat berkeluh kesah yang tepat bagi siapa pun. Tapi jika itu masalah menjahili Zach dan yang lainnya, maka Dallas akan maju di barisan terdepan.


“Aku ada urusan, Ara!” kilah Dallas selembut mungkin agar Sahara dapat segera membiarkannya pergi.

__ADS_1


“Lebih penting daripada sahabatmu? Kau satu-satunya sahabat perempuanku, Dallas. Setidaknya kita bisa mengerti satu sama lain!”


Dallas mengangguk kan kepalanya, walau rasanya ia sangat ingin membenturkan kepalanya itu sekeras yang ia bisa lakukan. Bagaimana bisa ada orang sekeras kepala Sahara? Dallas benar-benar tak habis pikir.


“Ara..” panggilan Dallas terhenti saat telponnya yang berada di dashboard tiba-tiba berdering nyaring. Dallas meraih benda persegi pipih itu dan menempelkan nya di depan telinga.


“Cepat kemari, Dallas. Sean dan Sherkan berkelahi!” suara teriakan Zach begitu telpon tersambung di iringi dengan suara pukulan dan umpatan membuat Dallas langsung mematikan sambungan telpon dan kembali meletakkan benda pipih itu di atas dashboard mobil.


Ia beralih memandang Sahara dengan tatapan memohon, “Aku harus pergi, Ara!”


“Ada apa?”


“Sherkan dan Sean berkelahi!”


Sahara menutup mulutnya dengan kedua tangan, “Bagaimana bisa?” ia bertanya tak percaya.


“Aku akan menyuruh salah satu dari mereka untuk menghubungimu setelah semua ini selesai. Sekarang aku harus pergi!”


“Boleh aku ikut?”


Pertanyaan yang baru saja dilontarkan Sahara membuat Dallas menghembuskan nafasnya lelah, “Tentu saja tidak!”


“Tapi…” Sahara masih berusaha menyangkal, namun setelah melihat ekspresi Dallas yang seperti orang yang sedang mengalami frustasi berat membuat Sahara terpaksa mengalah dan turun dari mobil itu.


“Aku pergi dulu!” pamit Dallas sembari menyalakan mesin mobil nya dan melaju cepat melewati hamparan lapangan yang menghijau dan menghilang setelah melewati gerbang utama.


Helaan nafas Sahara terdengar sama diantara kumpulan mobil keluarga Yilmaz yang berjajar rapi di area garasi. Dengan lesu Sahara melangkah kearah mansion, langkah nya terasa berat saat menaiki tangga menuju pintu utama. Ia langsung jatuh terduduk disalah satu undakan tangga, tangisnya kembali mengudara dan membiarkan rasa lelah nya mengambil alih kesadarannya.


**********


To Be Continued..


Tekan Love Nya yaa!!!


Mohon dukungannya...


Beautiful Revenge


©2020


SOND13

__ADS_1


__ADS_2