Beautifull Revenge

Beautifull Revenge
Chapter 12-Beautiful Revenge


__ADS_3

Double Up!!


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak...


Love+Vote+Comment nya juga yaa..


Hope You Enjoy It...


Beautiful Revenge


©2020


Chapter 11


____________________________________________


Bora Bora Island, Polynesia - French 11:41 AM


***********



Hamparan pasir putih di kejauhan yang tampak berkilauan bagai ratusan berlian kecil akibat terpapar sinar matahari mendominasi penglihatan Sahara. Di tambah dengan pemandangan indah puncak gunung berapi Pahia dan Otemanu yang berdiri megah dihadapan Sahara nya tentu dapat menghipnotis siap saja. Serta beberapa bangunan house beach yang juga tak luput dari iris hijau Shaara.


Sejak dirinya dan Tuvana tiba di sebuah resort yang terletak di salah satu pulau yang terletak di Samudra Pasifik itu Sahara sama sekali tak dapat berhenti menampakkan raut wajah penuh kekagumannya. Setelah sekian lama, warna biru kembali menjadi warna favorit Sahara.


Semua itu berkat warna iris mata Sherkan yang berwarna biru terang. Sama halnya dengan lautan dan langit yang ia pandang saat ini. Sahara menolehkan kepalanya sibuk mencari keberadaan Sherkan.


Di lokasi resort yang sebentar lagi akan menjadi lokasi prewedding nya itu sudah ada Tuvana, Phural daan beberapa juru kamera yang Sahara tak dapat jelaskan tugasnya satu persatu. Karena sejatinya Sahara tak pernah tertarik dengan dunia lensa itu sama sekali.


Masih mencari, Sahara kini mendapatkan sosok Sherkan sedang berdiri di bibir pantai, pria itu mengenakan jeans dan kemeja hitam. Sangat kontras dengan pemandangan disekitar mereka yang berwarna terang.


Sahara masih memperhatikan Sherkan bahkan saat calon suaminya itu menyugar rambutnya kebelakang dengan gerakan perlahan. Ingin rasanya Sahara berseru memanggil Sherkan, tapi rasa ego nya terlalu tinggi untuk melakukannya.


Sahara lebih memilih berdiri di posisinya memandangi Sherkan dan berharap Sherkan akan berbalik menatapnya penuh rasa bersalah kemudian menjelaskan semua yang terjadi pada Sahara dan memohon maaf. Bahkan meski Sherkan berbohong sekalipun Sahara tetap akan mempercayai kebohongan itu dengan berlapang dada.


Baginya Sherkan yang mau mengakui kesalahannya saja sudah lebih dafi cukup. Hal apa lagi yang dapat Sahara harapkan bagi kelancaran pernikahannya dua hafi mendatang. Setelah itu Sahara akan menganggap semuanya baik-baik saja dan memulai perannya sebagai seorang istri.

__ADS_1


"Sherkan!" panggilan Tuvana dilengkapi dengan lambaian tangannya membuat Sahara dan Sherkan menoleh bersamaan.


Sahara terkesiap saat aroma tubuh Sherkan yaang merupakan perpaduan antara mint dan musk mendominasi indra penciumannya. Hatinya kembali terasa seperti di pukul oleh sebuah palu raksasa tak kasat mata. Sherkan lewat begitu saja dihadapan Sahara bahkan tanpa niat sedikitpun untuk membalas senyum tulus yang Sahara berikan.


Kini Sherkan sudah berdiri di bawah tenda berhadapan dengan seorang penata rias. Meninggalkan Sahara yang masih berdiri di tempatnya yang tengah memandang Sherkan khawatir bercampur perasaan sedih.


"Sahara. Ayo!" ajakan Tuvana kembali terdengar.


Dengan lemah Sahara menyeret langkahnya mendekati calon kakak iparnya itu. Mereka melangkah memasuki sebuah ruangan. Disana ada beberapa jenis gaun berbagai warna beserta sebuah cermin yang sangat besar menempel di dinding tepat di depan meja rias yang di penuhi berbagai peralatan make up.


"Duduklah!"


Sahara mendudukkan dirinya dan mulai memejamkan mata, membiarkan beberapa penata rias itu memoles wajahnya sesuka hati. Sahara dapat mendengar Tuvana dan penata rias itu berbincang akrab dalam bahasa Turki yang tak dapat Sahara pahami. Walaupun kedua orang tuanya merupakan keturunan asli dari negara berpenduduk mayoritas muslim tersebut. Tetap saja Sahara tak dapat berbicara dalam bahasa itu.


Dua puluh lima menit kemudian Sahara, Tuvana dan sang penata rias sudah keluar dari ruangan tersebut. Tak terlalu kesulitan saat melewati pintu karna gaun putih yang Sahara kenakan tidak terlalu mengembang di bagian bawahnya.



"Keluarga Yassaran sangat beruntung memiliki menantu secantik ini!" seru pria berjanggut yang tengah memegang kamera pada Tuvana.


"Lebih dari sekedar beruntung!" Tuvana menanggapi sambil terus menuntun Sahara agar sampai di posisi Sherkan yang saat ini tengah berdiri.


"Perfect!" komentarnya kemudian melangkah kebawah tenda tempat fotograper dan para kru nya berada. Dari tempatnya berdiri Sahara dapat melihat Tuvana mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar.


"Kalian terlalu kaku!" teriak fotograper yang memiliki janggut panjang di dagunya itu tiba-tiba hingga Sahara terkesiap, "Lebih dekat. Ikuti pose di layar!"


Sherkan dan Sahara menoleh bersamaan menatap layar berwarna putih yang berjarak beberapa meter di depan mereka. Layar itu sudah menampilkan foto sepasang pengantin, si pria tampak tengah merengkuh pinggang pengantin wanita nya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pengantin wanita itu.


Sahara dapat mendengar Sherkan berdecak kesal, ekspresi wajahnya menjadi lebih dingin dan datar dari sebelumnya. Dan dengan berat hati Sherkan mengeluarkan tangannya dari saku jas yang ia kenakan. Mata birunya menatap manik hijau Sahara tajam. Kemudian membenamkan wajahnya di ceruk leher Sahara yang sudah menegang dengan degupan jantung yang menggila.


Kilatan lampu blitz kembali bersinar beberapa kali sebelum akhirnya fotograper itu menatap layar monitor nya dengan wajah puas. Layar putih itu kembali menampilkan sepasang pengantin dengan pose berbeda. Sherkan kembali mengikuti pose di layar bersama Sahara yang hanya menyesuaikan diri dengan Sherkan.


Begitu seterusnya hingga kini lokasi mereka sudah berpindah ke sebuah jembatan kayu yang merupakan jalan penghubung antara setiap house beach.



"Cobalah untuk tertawa bersama!" instruksi sang fotograper, Tuvana berada disampingnya tepat di depan layar monitor memandangi hasil jepretan sang fotograper dengan mata berbinar senang.

__ADS_1


"Tunjukkan pada dunia bahwa kalian adalah pasangan paling bahagia!" ucap sang penata rias menambahi.


"Tentu saja mereka bahagia! Mereka pasangan yang sempurna!" kini fotograper itu kembali menimpali tanpa menyadari pegangan tangan Sherkan di pinggang Sahara sudah berubah menjadi cengkraman.


"Pasangan bahagia!" lirih Sahara menahan sakit di area pinggangnya.


"Dalam mimpimu!" Sherkan mendesis pelan.


"Ayo kita mulai!" kata fotograper itu bersemangat sambil melemparkan kamera nya ke udara kemudian kembali mendarat mulus di kedua tangannya.


Sherkan mengangkat ujung bibirnya mengukir senyuman yang tampak sangat tulus. Jantung Sahara mendadak kembali bereaksi berlebihan. Tanpa sadar Sahara tersenyum menampilkan sederetan giginya.


Tuvana, penata rias dan beberapa kru di bawah tenda itu bersorak kegirangan. Mereka tampak bahagia dan puas dengan hasil tangkapan kamera tersebut tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diantara Sahara dan Sherkan. Yang tampak di kamera itu hanyalah kebohongan, kebohongaan yang tampak sangat indah.


"Sekarang peluk Sahara dari arah belakang! Tersenyum kearah kamera!"


Sherkan dan Sahara langsung mengikuti arahan fotograper tersebut. Cahaya lampu blitz kembali menyala. Di foto itu mereka tampak seperti pasangan yang sangat sempurna. Setiap orang yang melihatnya pasti akan tertipu dengan kilau mata mereka yang memancarkan kebahagiaan.


"Tunjukkan cinta kalian!" Tuvana berseru penuh semangat dengan mata masih terpaku kearah monitor.


Sherkan menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Sahara, tangannya memeluk pinggang Sahara lembut. Sedangkan Sahara tengah berusaha mengendalikan deru nafasnya juga dadanya yang berkecamuk.


"Tidak ada cinta diantara kita, Yilmaz!" bisik Sherkan seduktif, kembali mengendus leher Sahara yang mengeluarkan aroma yang menenangkan.


"Aku membencimu!" Sherkan melanjutkan ucapan nya kemudian memberi jarak diantara mereka.


"Aku mencintaimu, Sherkan!"


Kalimat Sahara berakhir di ringi tepuk tangan orang-orang yang berada disekitar mereka. Sesi prewedding telah selesai. Kini Sherkan sudah bergerak menjauh dari Sahara seperti yang sejak tadi ingin ia lakukan.


**********


To Be Continued


Tekan Love Nya..


Beautiful Revenge

__ADS_1


©2020


SOND13


__ADS_2