Beautifull Revenge

Beautifull Revenge
Chapter 1-Beautiful Revenge


__ADS_3

Happy Eid Mubarrak🤗


Mohon Maaf Lahir dan Batin..


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak..


Love+Vote+Comment nya juga yaa!!


Hope You Enjoy It...


Beautiful Revenge


©2020


Part 1


____________________________________________


Present...


Yilmaz Mansion and Suite. Beverly Hills, Los Angeles – California.USA   07.56 AM


 


*************


 



"Akan ada acara pergelaran busana dua bulan dari sekarang!"


Sahara Princessa Yilmaz berseru tiba-tiba memecah keheningan di meja makan. Putri tunggal keluarga Yilmaz tersebut langsung meletakkan tumpukan kertas gambarnya di atas meja.


Pandangannya kini beralih kearah ayahnya dan menatap wajah pria nomor satu di hidupnya itu dengan senyum mengembang, "Dan aku butuh bantuan dana. Baba pasti akan memberikannya kan?"

__ADS_1


Kemal mengangguk dengan senyuman menanggapi kalimat bersemangat sang putri.


“Apa yang kau pikirkan tentang pernikahan?”


Pertanyaan itu membuat senyum yang tadinya bertengger di wajah Sahara langsung menghilang. Ia menoleh seketika menatap Feride yang tengah mengoleskan mentega di atas roti tawarnya. Sahara mengalihkan pandangan kearah Kemal sang ayah yang menampilkan ekspresi tidak mengenakkan. Ia tersenyum kikuk kearah Sahara sebelum akhirnya menyesap sari buah berwarna kuning di dalam gelas.


Pernikahan? Kata itu tak pernah terlintas di pikirannya. Sampai detik ini, Feride lah yang mampu membuat Sahara memikirkan arti kata itu selama sepersekian detik.


“Aku tidak pernah memikirkan tentang itu!” ucap Sahara seraya berusaha mengenyahkan perasaan tidak enak yang memenuhi dadanya. Kemudian menggigit pelan roti berselai yang kini sudah terasa hambar sejak ia mendengar kata yang sangat sakral tersebut.


Mata hijaunya kemudian beralih kearah setumpuk kertas gambar yang ia letakkan diatas meja makan. Kertas itu menampilkan beberapa model pakaian dan gaun pengantin, rencana nya hari ini Sahara langsung akan mengantarkannya ke kantor untuk di ikut sertakan dalam pergelaran busana yang akan di adakan dua bulan mendatang.


 


Namun firasatnya mengatakan ia harus segara membuang rencananya tersebut jauh-jauh, karena sepertinya Feride sama sekali tidak main-main dengan ucapannya.


“Baba mu sudah berbicara pada keluarga Yassaran!” ujar Feride kemudian sambil memperhatikan dengan seksama perubahan ekspresi di wajah putri tunggalnya tersebut. Memperjelas segala hal yang menghantui pikiran Sahara beberapa menit belakangan.


‘Yassaran?’ Sahara membatin, mata hijaunya bergulir kearah Kemal dan menatap ayahnya itu dengan pandangan tak percaya. Hal ini tidak pernah ada di dalam agendanya.


 


“Ya, Sherkan Yassaran memintamu menjadi istrinya!” Kemal akhirnya buka suara dan tentu saja membuat Feride tersenyum mendengarnya.


“Sherkan?” Sahara mengulang ucapan Kemal dengan nada suara penuh keraguan.


Tentu saja ia meragukan pendengarannya sendiri, bahkan jika ayahnya itu berteriak langsung di depan telinganya Sahara pasti akan tetap tidak percaya. Bagaimana Sahara bisa mempercayai nya, jika hal terakhir yang diingatnya tentang Sherkan adalah tatapan membunuh yang pria itu berikan padanya saat hari pemakaman kedua orang tuanya tujuh tahun yang lalu. Dan sekarang Sherkan mau melamarnya? Kebohongan macam apa itu.


“Kurasa kau harus membatalkan semua agendamu hari ini!” Feride kembali berseru.


Sahara langsung melotot tidak percaya, “Aku tidak akan melakukan itu!” Sahara memandang Feride tanpa keraguan di wajahnya. Bukan bermaksud menantang, namun Sahara tidak mungkin melepaskan karir nya demi hal tidak jelas. Tentu saja ia tidak akan pernah melakukannya.


“Kemal!” Feride berseru memandang suaminya penuh ancaman.


Kemal kembali menghela nafas perlahan, “Turuti apa yang dikatakan orang tuamu, Ara! Lagipula kau dan Sherkan pernah menjalin hubungan khusus saat high school. Apapun yang membuat kalian terpisah, sekarang waktunya kalian memperbaiki nya!” ucap Kemal panjang lebar berusaha untuk meruntuhkan keraguan putrinya.

__ADS_1


Sahara menggeleng dengan wajah memerah, ia memandang kedua orangtuanya lamat -lamat. Satu pertanyaan berkecamuk di dalam pikirannya. Darimana ayahnya bisa tahu soal hubungannya dengan Sherkan? Ini benar -benar memalukan!. Sahara benar -benar ingin mengubur dirinya sendiri saat ini, ia bisa melihat harapannya untuk ikut serta dalam pergelaran busana itu akan segera musnah. Benar-benar musnah!


Feride memandang Sahara seperti menunggu momen yang pas untuk memberikan ultimatum berikutnya, “Anne juga menikah saat seusia mu, Ara. Jangan terlalu berlebihan!” pungkasnya dan langsung meneguk segelas air mineral hingga tandas.


Sahara terdiam tak mampu menjawab, ia pastinya tidak pernah memimpikan akan hal ini. Terakhir kali ia bermimpi akan menghabiskan sisa hidupnya bersama Sherkan adalah saat mereka masih di senior high school. Tapi tahun demi tahun belakangan ini yang memenuhi pikirannya tentang Sherkan hanyalah pertanyaan mengenai alasan pria itu pergi meninggalkannya. Dan Sahara belum mempersiapkan hatinya jika harus memandang mata biru itu dalam waktu dekat.


“Aku mohon jangan sekarang! Aku akan melakukan apapun yang..”


“Hentikan,Ara!” Feride berseru dengan nada bicara sedikit meninggi memotong ucapan putrinya tersebut, “Aku sudah meminta Kimberly mengosongkan jadwalmu. Kau tidak akan pergi kemanapun. Kita berangkat setengah jam dari sekarang!” perintah Feride terus menerus tanpa henti.


Sahara merasakan sebuah tangan mengelus bahunya perlahan, ia mendapati ayahnya sudah berdiri disampingnya berusaha menenangkan hati nya yang sudah kacau. Sahara menampilkan senyum terpaksa dan Kemal juga menampilkan ekspresi serupa. Apapun yang di lakukan ayahnya itu sama sekali tidak berarti saat ini, Feride tidak akan pernah bisa dibantah jika dalam kondisi seperti ini. Dan kenyataan bahwa Kemal turut serta dalam hal ini tentu saja membuat Sahara merasa terkhianati.


Dengan satu gerakan Feride bangkit berdiri dan menatap Sahara penuh intimidasi, “Prepare yourself!” Feride berseru kemudian berlalu meninggalkan meja makan.


Sahara mengikuti kepergian sang ibu dengan mata berkaca -kaca, Sahara merasa benar-benar tidak siap bertemu Sherkan sekarang. Sahara memberikan tatapan memohon pada Kemal, tapi Kemal hanya diam kemudian mengecup puncak kepala Sahara dan berlalu mengikuti kepergian sang istri.


 


Sayup-sayup Sahara mendengar Kemal berbicara pada seseorang lewat telpon dengan nada gembira dalam bahasa Turki. Juga Feride yang memerintahkan Murrat menyiapkan pesawat untuk keberangkatan mereka.


Sherkan Yassaran tidak mungkin secara tiba-tiba meminta Sahara menjadi istrinya. Sudah tujuh tahun mereka hilang komunikasi. Dan jika Sherkan masih mencintai nya sejak saat itu. Mengapa baru sekarang? Hah, ada ribuan pertanyaan di dalam otak Sahara yang tak mungkin dapat terjawab sebelum bertemu langsung dengan sosok Sherkan.


Bertemu Sherkan! Apapun hal mengenai Sherkan dari dulu hingga saat ini masih tetap mampu membuat Sahara berdebar dan merasakan ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Juga rasa aneh lainnya yang membuatnya lebih bersemangat.


Sahara membenamkan wajahnya dikedua belah tangan, ingin menangis sepuasnya. Tidak bisakah ia menolak saja? Mengapa tidak ada kata kain yang bisa ia berikan kepada orang tuanya selain kata 'YA!'.


Namun ada satu hal yang mencegah nya melakukan hal itu, entah kenapa Sahara merasa ada sedikit rasa bahagia. Bahagia entah untuk apa?


**********


To Be Continue…


Beautiful Revenge


©2020

__ADS_1


SOND13


__ADS_2