Beautifull Revenge

Beautifull Revenge
Chapter 7-Beautiful Revenge


__ADS_3

Double Up....


Jangan lupa tinggalkan jejak..


Vote+Love+Comment nya jugaa yaa!!


Hope You Enjoy It..


Beautiful Revenge


©2020


Chapter 7


_____________________________________________


The Grove Mall, Los Angeles-California. USA 7:20 PM


**********


Disinilah kini Sahara berada, disebuah butik ternama yang menjadi bagian dari mall terbesar di kota Los Angeles. Dan untuk kesekian kalinya Sahara mengucek matanya guna menghalau rasa kantuk yang menghampiri nya sejak satu setengah jam yang lalu.


Selain rasa kantuknya, Sahara juga tampak kesulitan membuka matanya yang sebenarnya sudah membengkak. Beruntung Sahara sudah menutupi matanya yang membengkak dengan polesan make up yang cukup tebal sebelum mereka pergi ke butik tersebut.Hal itu lah yang membuat Sahara bersyukur karna Tuvana sepertinya tak menyadari kondisinya.


Seorang penata rias tampak sedang berkutat menempelkan beberapa tiara di gaun pengantinnya.



Mereka terus mengukur ukuran pinggang lengan dan pinggul Sahara guna mendapatkan ukuran yang pas. Berkali-kali pula penata rias itu berdecak kagum saat memperhatikan tubuh Sahara yang berbalut gaun pengantin melalui sebuah kaca besar di tengah-tengah ruang fitting tersebut.


"Kau adalah calon pengantin paling cantik yang pernah kulihat!" Wanita bertubuh tambun itu kembali memuji Sahara dengan mata berbinar.


"Aku setuju!" Tuvana tiba-tiba berseru dengan mata yang terfokus kearah ponselnya, "Kau memang benar-benar cantik,Ara!" Katanya kemudian sembari menatap Sahara dengan senyum merekah.


Sahara hanya mampu menanggapi pujian itu dengan senyum terpaksa. Baginya ini terlalu berlebihan, bahkan ibunya sampai menangis terharu melihatnya dalam balutan gaun pengantin. Perubahan ekspresi ibunya sejak di mansion sore tadi jelas menimbulkan tanda tanya di hati Sahara.


"Anne sudahlah!" Sahara berujar pelan berusaha menenangkan tangis Feride yang seperti tidak ada habisnya. Walaupun ia sendiri tidak yakin maksud dari tangisan ibunya tersebut.


"Aku sangat bahagia bisa menyaksikanmu seperti ini,Ara!' ujarnya kembali menarik selembar tissue.

__ADS_1


Sahara terdiam tak mampu berbicara, tentu saja ia tidak mengerti bagaimana perasaan Feride saat ini. Namun jika dilihat dari sisi seorang ibu, pasti hal ini sangat membahagiakan bagi ibunya itu. Mungkin Sahara juga akan bereaksi demikian jika ia nantinya menyaksikan putrinya dalam balutan gaun pengantin. Bagaimana bisa ia sempat hampir menghancurkan kebahagiaan orang tuanya itu. Lagi-lagi Sahara merutuki dirinya sendiri, keegoisannya benar-benar tak dapat dimaafkan.


"Kurasa Sherkan harus melihatnya!"


Kalimat yang barusaja diucapkan oleh calon kakak iparnya itu membuat Sahara yang masih di liputi rasa bersalah langsung melongo tak percaya. Ia tak dapat membayang kan bagaimana reaksi Sherkan saat melihatnya seperti ini. Ia ingin sekali menolak keinginan calon kakak iparnya itu. Namun Tuvana sudah lebih dulu menarik tangan Sahara menuju pintu tanpa memberi kesempatan bagi Sahara untuk melakukan penolakan.


Sahara sudah berada di ruangan serba coklat yang di lengkapi sebuah sofa berwarna senada. Matanya langsung menangkap sosok Sherkan yang masih mengenakan jas kerjanya tersebut sedang duduk di sofa dengan ponsel yang menempel di telinganya. Sherkan tampak sedang berbincang serius dengan seseorang melalu sambungan telpon, hingga ia bahkan tidak memperhatikan Sahara dan Tuvana yang sudah berdiri di hadapannya.


"Sherkan!" Panggilan Tuvana bahkan tidak di hiraukan Sherkan sama sekali.


"Iya, jemput saja bodoh! Pertanyaan mu terlalu banyak!" Sherkan menggerutu.


Dengan satu gerakan Tuvana menarik ponsel itu dari tangan Sherkan dan langsung memasukkannya kedalam handbag yang ia kenakan. Sherkan melemparkan tatapan memprotes dan memandang Tuvana jengah.


"Lihatlah calon pengantin mu!"


Tiba-tiba calon kakak iparnya itu berseru kepada Sherkan hingga membuat tubuh Sahara langsung menegang. Sherkan menoleh kearah Sahara hanya dalam hitungan detik lalu kembali membuang wajah kearah lain. Tanpa senyuman dan ekspresi sama sekali, Sherkan memandang Sahara dengan wajah datar.


"Cantik kan?" Tuvana bertanya, terdengar sedikit memaksa .


"Bagus." Sherkan malah menjawab dalam artian lain.


"Apa maksudnya itu?" Tuvana bertanya dengan nada tak suka. Iris coklatnya sudah memicing memandang Sherkan.


Sherkan lantas menjawab pertanyaan kakak iparnya tersebut dengan nada yang sama, namun dalam bahasa Turki yang sama sekali tak mampu Sahara pahami. Dan Tuvana juga membalas ucapan Sherkan dalam bahasa yang sama.


Kedua orang itu langsung berhenti begitu Feride hadir diantara mereka dengan mata yang masih berkaca-kaca. Ia memandang Tuvana dan Sherkan dengan sebuah senyuman.


"Kurasa kita harus segera pulang! Kita bisa makan malam di mansion!" Feride memandang Sherkan dan Tuvana bergantian.


Tuvana langsung meng iyakan, sementara Sherkan berusaha menolak secara halus dan mengatakan ada urusan yang harus segera ia selesaikan.


Sayup-sayup Sahara dapat mendengar perbincangan kedua orang tersebut. Sebelum akhirnya ia ditarik masuk untuk kembali mengganti pakaian di ruang fitting.


Tak lama setelah itu mereka sudah berjalan keluar dari area butik dan menyusuri pertokoan disekitar the grove mall yang masih tampak ramai malam itu. Hingga sebuah volvo biru metalik berhemti tepat di hadapan mereka dan seseorang yang mengenakan jacket hitam pekat keluar dari dalam mobil dan langsung memeluk Sherkan.


"Dasar Yassaran sinting!" umpat orang tersebut sambil tersenyum masih dalam pelukan Sherkan.


Sherkan melerai pelukan mereka dan menepuk pundak orang tersebut lumayan kuat. Sahara mem fokuskan pandangannya hingga ia akhirnya mengenali orang tersebut.

__ADS_1


"Dallas!" Ia berujar pelan tanpa sadar.


Orang yang nama nya disebut itu langsung menoleh dan memandang Sahara dengan kening berkerut. Ia kemudian melangkah mendekati Sahara dan langsung memeluknya.


Hal ini tentu membuat Tuvana dan Feride melotot marah, "Sangat tidak sopan jika seorang pria memeluk seorang gadis di depan calon suaminya sendiri!" Kalimat Feride menyiratkan rasa tidak suka yang sangat kentara sembari mendorong tubuh Dallas pelan agar menjauh dari Sahara.


Sahara hanya tertawa kecil kemudian kembali.menatap Feride, "Tak apa,Anne! Dallas ini seorang perempuan. Dia sahabatku!" Sahara berujar senang apalagi saat Dallas mengacak surai coklatnya perlahan.


"Kau akan menikah?" Dallas kemudian bertanya dengan wajah menelisik.


"Ya!" Sahara berucap takut-takut sembari melirik Sherkan dari balik bulu matanya. Ekspresi pria itu masih sama. Datar.


Walau ada secercah rasa takut menghampiri hatinya, Sahara tak dapat memungkiri bahwa hal-hal yang berkaitan dengan pernikahannya dan Sherkan lgi-lagi membuat Sahara merona merah. Hal ini tentu membuat Dallas ikut tersenyum bahagia. Namun kalimat Sahara detik berikutnya langsung membuat senyumannya menghilang.


"Kapan kau akan menyusul?


Dallas mengerutkan keningnya selama beberapa saat dan memperhatikan kakak ipar Sherkan yang bergerak ke pinggir trotoar dan sedang berbincang melalui telpon. Feride juga mengikutinya meninggalkan Sherkan,Sahara dan Dallas di tengah jalan tersebut.


"Sampai ada pria yang cukup gila dan mau menerima ku apa adanya!" Jawab Dallas pada akhirnya sambil merentangkan tangan.


"Dallas! Ayo!" Sherkan berseru tepat di depan mobil volvo biru metalik yang terparkir.


"Aku akan melihatmu mengenakan gaun pengantin!" Dallas kembali berujar tanpa menhiraukan Sherkan setelah sebelum nya mengelus pipi Sahara pelan.


"Tentu saja!" Sahara menanggapi kelewat bersemangat.


Membayangkan Dallas dan sahabatnya yang lain menghadiri pesta pernikahannya sudah cukup ampuh membuat Sahara bernafas lega, "Ajak Sean,Axcel dan Zach juga!"


Dallas langsung mengangguk setuju, "Tentu saja,Princessa!"


Setelah berkata demikian, Dallas langsung berlari kecil keaeah Sherkan dan memukul pwngan Sherkan perlahan. Sherkan masuk ke dalam mobil tanpa menoleh kearah Sahara, namun Dallas masih sempat melambaikan tangan padanya sebelum akhirnya masuk kedalam mobil volvo tersebut dan melesat menghilang dari pandangan Sahara.


*********


To Be Continue


Beautiful Revenge


©2020

__ADS_1


SOND13


__ADS_2