
Jangan Lupa tinggalkan Jejak.. Jejak!! Jejak!!
Vote+Love+Comment Nya Juga Yaa...
Hope You Enjoy It..
Beautiful Revenge
©2020
Chapter 15
____________________________________________
Wedding Day...
Yassaran Another Grand Mansion, Istanbul - Turkey. 10.28 AM
***********
Setetes air mata bergulir turun membasahi pipi Sahara kemudian jatuh ke atas gaun pengantinnya. Ia terpaku ke arah cermin besar di ruangan yang sudah menjadi kamar tidurnya selama beberapa malam tersebut. Di belakang Sahara ada Feride dan tiga orang penata rias yang tengah berbincang riang. Sahara masih memperhatikan pantulan dirinya di dalam cermin.
Rambut coklatnya kini sudah tergelung indah dengan berbagai hiasan, sedangkan anak rambutnya dibiarkan jatuh menjuntai.
Tak lupa kini tubuh Shaara sudah terbalut gaun pengantin berwarna putih gading dengan hiasan tiara putih yaang berkilauan.
"Kemarilah, Nak!" terdengar seruan Feride sudah memanggil Sahara dan kemudian menarik tubuh Sahara pelan kearah ranjang.
Para penata rias tadi langsung kembali merapikan gaun Sahara. Sedangkan Feride melangkah kearah pintu kamar. Bermaksud memanggil Kemal dan yang lainnya.
"Kau benar-benar cantik. Kau pengantin paling cantik yang pernah aku lihat!" Penata rias itu berucap pelan pada Sahara dengan menggunakan bahasa Inggris yang terdengar agak kaku.
Senyumnya mengembang menampakkan beberapa keriput yang sudah mulai muncul di ujung matanya yang juga mulai menua. Tak ada hal lain yang dapat Sahara lakukan selain membalas senyuman penata rias itu. Sementara dua gadis yang masih tampak muda dan bertugas membantu penata rias di depan Sahara kini ikut tersenyum secara bersamaan.
"Masuklah!"
Sahara menoleh mengangkat wajahnya, menatap sang ayah yang tengah memandangi dirinya dengan mata berkaca-kaca. Di leher Kemal tampak tersampir sebuah kain brokat berwarna merah menyala dan di tangan kanannya ada sebuah kain panjang dengan warna senada.
__ADS_1
Kemal mengambil langkah pelan mendekati Sahara yang terduduk di ujung ranjang. Bersamaan dengan beberapa orang lainnya yang merupakan kerabat dekat keluarga Yilmaz yang bertempat tinggal dinTurki.
"Ayo berdiri, Nona!" ajak penata rias itu sambil membantu Sahara untuk bangkit berdiri dari poaiai duduknya.
"Terimakasih!" Kemal berucap pelan pada sang penata rias yang langsung di balas dengan sebuah anggukan kepala.
"Baba!"
Kemal bergerak mencium kening Sahara pelan, "Putri kecilku akan segera menikah!"
"Putri kita!" Feride menginterupsi sambil memeluk pundak Kemal.
Kemal tersenyum sambil menganggukkan keplanya, "Tentu saja!" ucapnya dengan tangan kanan yang terangkat mengusap air matanya sendiri.
"Angkat tangan mu sejajar dengan bahu, Ara!" perintah Kemal lembut yang langsung di turuti oleh Sahara detik itu juga.
Selanjutnya, Kemal sudah melilitkan kain merah panjang di tangan kanannya ke pinggang Sahara. Sebuah tradisi di pernikahan dengan adat Turki yang sudah di lakukan sejak dulu. Sebagai penanda bahwa pengantin wanita masih suci dan belum pernah di sentuh oleh pria manapun.
Sebenarnya yang seharusnya melilitkan kain merah di pinggang pengantin wanita adalah adik laki-laki pengantin wanita itu sendiri. Namun di kondisi Sahara yang merupakan putri tunggal Keluarga Yilmaz, maka Kemal sendirilah yang melaksanakan tradisi tersebut.
Kini sebuah kain merah sudah tersimpul membentuk sebuah pita kecil di pinggang ramping Sahara. Mengundang senyuman di wajah orang-orang menyaksikan secara langsung prosesi tersebut.
Sebuah anggukan Sahara berikan, sambil tangannya mengelus punggung sang ayah berusaha menenangkan. Setelah pelukan Kemal mengendur, kini gantian Feride yang maju dan memeluk Sahara erat.
Begitu seterusnya hingga beberapa orang yang sudah memenuhi kamar itu bergantian memeluk dan membisikkan doa di telinga Sahara. Walaupun kebanyakan dari mereka berbicara dalam bahasa Turki yang sama sekali tidak dapat ia mengerti. Namun Sahara yakin doa dari setiap orang itu merupakan doa terbaik untuk dirinya.
"Keluarga Yassaran sudah datang!" Kimberly berseru tertahan, kini asisten pribadi Sahara itu sudah berdiri di ambang pintu.
"Ayo!" seru Kemal sambil menutupi kepala Sahara dengan kain brokat berwarna merah yang sejak tadi tersampir di lehernya.
Langkah Sahara bergerak pelan mengikuti tarikan tangan sang ayah, kini mereka sudah keluar dari area kamar menuju undakan tangga yang akan membawa mereka ke lantai satu.
'Sherkan!' batin Sahara berteriak.
Rasa senang, sedih, dan takut bercampur menjadi satu di dalam dada Sahara. Memori nya berputar mengulang pertemuan pertamanya dengan Sherkan di restaurant lima hari yang lalu. Mengingat pipinya yang memerah saat memandang senyuman Sherkan. Kemudian beralih pada aroma dan kehangatan mata biru Sherkan.
"Ada apa, Ara?" tanya Kemal dengan suara berbisik, wajahnya menampakkan raut khawatir begitu pegangan tangan Sahara tiba-tiba mengerat.
__ADS_1
"Aku hanya gugup!" cicit Sahara pelan dari balik kain merah yang menutupi wajah cantiknya.
Kemal mengulas sebuah senyuman, "Tenanglah, Baba ada disini!" ucap Kemal berusaha menenangkan.
Sahara menganggukkan kepalanya, kemudian menggeleng cepat. Mencoba menyingkirkan bayangan wanita yang mengenakan miny dress yang keluar dari sebuah kamar dengan Sherkan yang bertelanjang dada di dalamnya. Juga beberapa tanda kemerahan di tubuh gadis itu, ancaman Sherkan dan penolakan yang Sherkan berikan padanya sudah cukup mampu memusnahkan senyuman yang tadinya masih bertengger di bibir Sahara.
Air matanya kembali menggenang, dadanya terasa sesak. Tapi tak memiliki kesempatan untuk menangis. Maka dari itu Sahara lebih memilih menggigit bibirnya kuat untuk meredam tangis nya. Sahara menutup matanya rapat, membiarkan sang ayah menuntun langkahnya menuruni undakan tangga.
"Kita hampir sampai!" bisik Kemal tepat sat mereka berpijak di undakan tangga paling akhir.
Sahara semakin mengeratkan pegangan tangannya, bahkan kini langkahnya terasa semakin berat. Hal ini tentu membuat Kemal terkekeh pelan, dengan sabarnya ia terus menuntun langkah Sahara hingga kini mereka berdiri di depan Sherkan yang berada di depan pintu utama salah satu mansion Yassaran yang tak terhitung jumlahnya tersebut.
"Baba!" panggil Sahara saat Kemal hendak melepaskan genggaman tangannya.
"Calon suami mu ada disini, Ara!" ucap Kemal, "Jaga putriku, Sherkan!"
"Tentu, Kemal Abi!"
"Sherkan!" Sahara berseru pelan. Penglihatannya terhalangi oleh kain merah yang menutupi kepala hingga wajahnya. Hingga kemanapun Sahara memandang yang dapat ia tangkap hanyalah cahaya kemerahan.
Tak ada jawaban dari sang pemilik nama, malah kini Sahara dapat merasakan genggaman tangan hangat ayahnya tergantikan oleh tangan kekar Sherkan yang terasa dingin. Langkahnya kembali di tuntun perlahan, hal ini dapat membuat Sahara bersyukur. Karna kini ia tengah mengenakan sepatu putih dengan tinggi heels sepuluh centi yang Defne pilihkan kemarin sore.
Membuat Sahara hampir tertawa dan menangis di saat yang bersamaan saat Feride mengangkat sepatu putih itu tepat di depan wajah Sahara sebelum ia di rias pagi tadi.
Sahara terkesiap, saat suara riuh puluhan bahkan ratusan orang yang tak dapat Sahara lihat satu persatu mulai memenuhi pendengarannya. Juga suara musik tradisional yang Sahara lihat dari video resepsi pernikahan adat Turki yang di unggah di salah satu aplikasi juga mulai terdengar. Bersamaan dengan itu kini Sahara juga dapat merasakan kilatan lampu blitz terarah padanya.
Untuk pertama kalinya sejak memakai sepatu yang di pilihkan oleh Defne tak membuat Sahara memikirkan keselamatan kakinya sendiri. Ia hanya ingin mempercepat langkahnya, beruntung Sherkan mengerti akan kerisauan Sahara atau dirinya sendiri juga merasa tidak nyaman dengan situasi di sekeliling mereka hingga pria itu menarik Sahara agak cepat.
Suara pintu mobil terbuka membuat Sahara bernafas lega. Kini beberapa orang juga mulai membantu memasukkan gaun pengantin Sahara kedalam mobil. Sedangkan pegangan tangan Sherkan sudah terlepas, namun Sahara dapat merasakan Sherkan duduk di sampingnya di dalam mobil. Memunculkan rona merah di wajah Sahara, bahkan hingga mobil kini melaju pelan menuju lokasi resepsi pernikahan yang akan di laksanakan di mansion utama keluarga Yassaran.
*********
To Be Continued
Tekan Love Nya Yaaa!!
Beautiful Revenge
__ADS_1
©2020
SOND13