Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 11


__ADS_3

Selamat membaca ....


Di salah satu kampus ternama di kota itu, Tasya sedang berlari menuju kelasnya. Dia berlari karena sudah terlambat masuk kelas akibat bangun kesiangan. Saat Tasya berlari, dia tidak sengaja menabrak Keysa. Buku dan tas mereka jatuh berantakan. Tasya bangun lalu minta maaf kepada Keysa.


Setelah minta maaf kepada Keysa, Tasya berlari lagi menuju kelasnya. Tapi sayang karena sudah terlambat Tasya di larang masuk oleh dosennya.


Tasya lalu pergi ke kantin dengan perasaan kecewa.


" Kenapa aku harus bangun siang sih" gumam Tasya sambil memukul-mukul kepalanya.


Ketika sudah sampai di kantin Tasya memesan jus jeruk dan meletakkan kepalanya di meja.


Tasya mengangkat kepalanya saat minuman sudah datang. Mata Tasya melihat orang yang di tabraknya tadi, yang tidak lain adalah Keysa. Tasya lalu mendekati orang itu dan duduk satu meja dengan nya.


"Halo!! aku tasya" sapa Tasya sambil mengulurkan tangannya.


"Halo juga, aku Keysa. Kamu yang menabrak aku tadi kan?" Jawab Keysa sambil menjabat tangan Tasya.


" Iya.... maaf ya aku tadi terburu-buru, jadi menabrak kamu" ucap Tasya.


"Tidak apa-apa" jawab Keysa.


Tasya dan Keysa mengobrol selayaknya orang yang sudah lama kenal. Dan dari obrolan mereka itu, Tasya dan Keysa akhirnya berteman. Dan kini mereka sudah menjadi teman baik


***


Pulang kuliah Tasya mengajak Keysa untuk mampir dulu ke sebuah Cafe.


Cafe yang mereka datangi ternyata tempat Bian kerja. Sudah masuk di dalam cafe Tasya langsung memesan makanan dan minuman.


Selang waktu 10 menit, Bian datang dari luar. Bian langsung melihat jika ada Keysa dan Tasya yang sedang mengobrol dengan santai. Bian langsung mendekati mereka.


"Waaa... ternyata kalian saling kenal" sapa Bian kepada kedua gadis itu.

__ADS_1


"Hai Bian..." jawab Key dan Tasya bersamaan.


"Kalian juga sangat kompak" Jawab Bian lagi.


"Key... Kamu mengenal Bian?" Tanya Tasya kepada Keysa.


"Iya dong... Bian adalah teman terbaikku. Kamu juga mengenal Bian?" Jawab Keysa dan Bertanya juga kepada Tasya.


"Aku kenal Bian, karena Bian bekerja disini" jawab Tasya.


Bian tersenyum saat melihat Keysa dan Tasya membicarakan dirinya. Bian tidak sadar jika Tasya sedang menatapnya dengan perasaan yang berbeda.


"Baiklah, Kalian lanjutkan saja mengobrolnya. Aku akan lanjut kerja" ucap Bian.


"Ok Bian, Semangat!!!" Jawab kedua gadis itu bersamaan dan terus tertawa.


Bian lalu pergi meninggalkan mereka.


Tidak terasa mereka sudah lama mengobrol, makanan dan minuman mereka juga sudah habis. Tasya dan Keysa lalu memutuskan untuk pulang.


****


Saatnya Bian untuk pulang kerja.


Bian sudah siap untuk pulang. Ketika Bian keluar dari cafe, ada Nensy yang sudah menunggu nya di parkiran.


"Bian aku ingin bicara sesuatu kepadamu" ucap Nensy.


"Mau bicara apa Nensy?" Tanya Bian.


"Aku ingin bicara, tapi tidak disini" jawab Nensy.


"Baiklah, ayo kita pergi ke taman" ucap Bian.

__ADS_1


Bian dan Nensy lalu pergi ke taman, mereka lalu duduk disalah satu kursi disana.


Nensy lalu mulai bicara kepada Bian.


"Bian, Aku menyukaimu" ucap Nensy.


"Aku juga menyukai mu Nensy, Kamu adalah temanku" jawab Bian.


"Bukan begitu, aku ingin kamu menjadi pacarku!!" ucap Nensy lagi.


"Maaf Nensy, Bukan aku tidak menyukaimu. Tapi aku lebih suka kalau kita berteman saja" jawab Bian.


"Kenapa harus berteman saja Bian?" Tanya Nensy.


"Karena aku masih belum bisa melepas bayangan masa lalu. Aku pernah kenal seorang gadis dan aku harus melepas dia untuk orang lain. Itu yang membuat ku takut menjalin hubungan lagi" jawab Bian.


Nensy diam mendengar jawaban Bian seperti itu. Nensy hanya menunduk dan hampir menangis. Melihat Nensy yang sedih Bian lalu menjelaskan lagi.


"Nensy, Aku ingin kita tetap berteman seperti ini. Aku tidak ingin kita menjadi musuh. Cukup sekali saja aku kehilangan seseorang. Aku ingin kamu tetap menjadi temanku. Dan aku akan selalu membantumu jika kamu membutuhkan aku" Bian menjelaskan kepada Nensy.


"Walaupun berat, aku tidak apa-apa Bian. Aku juga akan selalu menganggap kamu temanku" jawab Nensy agak sedih.


Setelah selesai bicara dan Nensy mulai baikan. Bian mengantar Nensy pulang.


Ini visual TASYA MARETA Sahabat Keysa



Terimakasih sudah membaca gays...


Jangan lupa RATE, LIKE, KOMEN, FAVORIT dan kalo berkenan kasih VOTE juga.


Salam hangat dari author gaje...

__ADS_1


__ADS_2