Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 31


__ADS_3

Setelah pertengkaran itu hari-hari mereka berubah, tidak ada lagi yang namanya bercanda gurau atau pun tegur sapa. Kalista juga belum ingin memberitahu masalahnya kepada Bian.


Sudah sebulan Bian dan Kalista saling diam. Bian juga sudah tidak peduli dengan apa yang di lakukan Kalista, Bian membebaskan Kalista selama itu tidak merusak reputasinya.


Hari ini Bian ada pertemuan dengan klien di salah satu resto di sana. Meeting berjalan lancar, Bian dan klien juga sudah saling bekerja sama. Saat Bian menaiki mobilnya dan akan menjalankan mobilnya, Bian melihat Kalista memasuki apartment bersama seorang pria. Seketika emosi Bian memuncak. Bian keluar dari mobilnya dan mengikuti Kalista bersama pria itu.


Sampailah Bian di depan pintu apartment, Bian langsung memencet bell pintu dan yang membuka pintu adalah Kalista.


''Bi.. Bian...'' ucap Kalista kaget.


''Halo sayang apa aku mengganggu mu'' ucap Bian yang menahan emosinya dengan senyuman palsu.


''Kenapa kamu ada di sini?'' tanya Kalista lagi.


''Apa kamu takut aku memergokimu dengan Pria lain'' ucap Bian lagi.


''Bian... aku bisa jelasin'' ucap Kalista.


Setelah itu ada seorang pria yang bertanya kepada Kalista.


''Siapa yang datang itu Lista'' tanya pria itu.


''Wooow.... Lista, dia memanggilmu Lista. Apa aku mengganggu kalian'' Bian tertawa nyaring.


''Kamu suami Lista kan'' Ucap Pria itu.


''Ternyata kamu mengenalku, sangat menarik. Istriku apa kamu tudak ingin mengenalkan aku pada selingkuhanmu'' ucap Bian kepada Kalista

__ADS_1


Plaaakkk...(suara tamparan)


Kalista menampar Bian, seketika suasana menjadi hening. Bian tersenyum dan langsung pergi meninggalkan Kalista bersama pria itu.


Kalista duduk terdiam di lantai, dia menyesal telah menampar suaminya. Akhirnya Kalista memilih untuk mengejar Bian, tapi sayang dia terlambat Bian sudah pergi mengendarai mobilnya dengan kencang.


Menyesal... iya.. Kalista sangat menyesal, harusnya dia menjelaskan kepada suaminya bukannya menamparnya. Kalista tidak tahu dimana Bian sekarang.


Sampai hari sudah malam, Kalista menunggu kepulangan Bian tapi tidak ada tanda-tanda suaminya itu pulang. Kalista berusaha menghubungi Bian tetap tidak bisa.


*****


Di tempat lain, tempat yang sangat berisik dan sangat ramai. Di salah satu meja di sana Bian duduk sendiri dengan banyak macam minuman beralkohol depannya. Bian meluapkan kesedihan dan emosinya dengan cara minum. Bian mulai meracau sendiri, sampai ada seorang bartender yang datang dan berusaha menyadarkan Bian, tapi sia-sia Bian sudah terlalu banyak minum sampai tidak sadar.


Bartender itu mengambil ponsel Bian lalu menghubungi nomor yang bertuliskan ''My Wife'', dia memberitahukan kalau pria yang memiliki ponsel ini sudah tidak sadarkan diri dan agar di jemput.


Sudah sampai di rumah, Kalista mebaringkan suaminya di sofa. Bian masih meracau semua keluar begitu saja dari mulut Bian. Kalista ke dapur mengbilkan Bian minum.


Terlalu lelah akhirnya Kalista tertidur di sofa bersama Bian.


***


Pagi hari Bian terbangun duluan dengan kepala yang sangat pusing. Bian melihat Kalista yang sedang tertidur di sampingnya. Ingin sekali memindahkan istrinya ke kamar. Tapi ingatan kemaren saat melihat istrinya bersama pria lain membuat Bian mengurungkan niatnya itu.


Bian beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya lalu berangkat ke bandara karena dia harus ke singapura menemui seseorang.


Tidak lama setelah Bian berangkat Kalista terbangun. Mendapati Bian tidak ada di sampingnya, Kalista langsung membersihkan dirinya juga dan berangkat menyusul Bian. Kalista bertekat akan menjelaskan semua kepada Bian.

__ADS_1


Sampai di kantor Kalista langsung menuju ruangan Bian, tapi ruangannya kosong. Kalista bertanya kepada sekretaris Bian dan baru tahu ternyata Bian pergi keluar negeri karena ada urusan.


Kalista mengirim pesan kepada Bian ''aku akan menjelaskan semuanya, tolong nanti hubungi aku. Jangan marah suamiku, aku sangat mencintaimu''


Tidak ada balasan apapun dari Bian bahkan Bian tidak menghubunginya selama tiga hari ini.


*****


Bian baru datang dari luar negeri, Kalista menyambut Bian dengan bahagia. Rasa rindunya terobati dengan melihat Bian, tapi tidak dengan Bian. Bian cuek dan dingin kepada istrinya itu. Bian langsung menuju ke kamarnya dan beristirahat.


Tidak lama setelah Bian datang bel rumah berbunyi. Kalista membuka pintu dan mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Mendengar ada suara di bawah, Bian turun dan melihat ada pria yang di apartmen itu sedang duduk dan mengobrol bersama Kalista.


''Woow.. kamu bahkan membawa pria ini kerumah sekarang'' ucap Bian dari atas.


''Bian... dengarkan penjelasan kami'' ucap Kalista.


''Penjelasan apa lagi, penjelasan tentang hubunganmu dengan pria ini'' ucap Bian sambil menunjuk pria itu.


''Lista.. Biarkan aku yang menjelaskan semuanya'' ucap Pria itu.


''Aku akan mendengarnya, jelaskan sekarang'' Bian duduk dan masih menahan emosi.


''Namaku Dafa Radhika, aku dulu sempat menyukai Lista tapi aku tahu hanya kamu yang di cintai Lista. Kemaren itu aku minta tolong kepada Lista untuk pura-pura menjadi kekasihku. Ibuku sedang sakit waktu itu dan ingin aku membawa wanita yang aku cintai. Ibuku tau aku menyukai Lista tapi ibuku tidak tau kalau Lista sudah menikah. Karena itu aku minta tolong kepada Lista. Sekarang ibuku sudah pergi dengan tenang. Maaf kan aku Bian, aku telah membuat hubungan kamu dengan Lista jadi seperti ini. Kamu harus tau, hanya kamu yang di cintai Lista'' Dafa menjelaskan semuanya kepada Bian.


Bian hanya diam dan belum mengatakan apapun.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca jangan lupa Rate, like dan komennya


__ADS_2