Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 29


__ADS_3

Pagi yang cerah burung-burung mulai berkicau, matahari juga mulai bersinar. Dua insan masih tertidur pulas di kamar mereka, rasa lelah karena aktivitas malam mereka.


Bian bangun terlebih dahulu, Bian melihat Kalista yang masih memejamkan matanya. Bian tersenyum lalu mengecup kening Kalista. Bian memeluk Kalista dengan erat dan membuat Kalista terbangun.


''Bian... aku masih ngantuk, capek banget rasanya. Badanku rasanya remuk semua'' ucap Kalista dengan suara parau khas orang bangun tidur.


Suara Kalista yang parau dan terdengar manja itu membuat Bian ingin menggodanya.


''Kalau begitu kita tidur saja terus seperti ini, atau kita lanjutkan kegiatan kita seperti tadi malam. Aku masih belum lelah'' Bian berbisik di telinga Kalista.


Mata Kalista langsung terbuka, mendengar ucapan Bian. Kalista langsung bangun dan ingin turun dari ranjang tapi dia masih merasa nyeri di bagian bawahnya. Kalista sudah lelah karena Bian tidak memberinya waktu untuk istirahat tadi malam.


"Aku mau mandi terus masak tapi masih sakit, anterin'' ucap Kalista minta tolong sama Bian


''Pfftt... kamu ini mau mancing aku lagi yah'' Jawab Bian sambil tertawa.


''Ini semua juga salah kamu Bian'' ucap Kalista manyun.


''Iya.. iya.. salahku. ayo aku gendong dan kita mandi.


Bian langsung menggendong Kalista dan mengajak dia ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi Kalista dan Bian pergi ke dapur untuk masak, karena lapar mereka berdua membagi tugas Bian membuat minuman dan Kalista memasak omelet.


Bian mulai membuat milk shake coklat kesukaan Kalista



Dan di sebelah Kalista mulai mebuat omelet, mereka terlihat bahagia dengan tugas masing-masing



Bian dan Kalista sudah selesai masak dan juga sarapan. Bian lalu mengajak Kalista keluar untuk jalan-jalan. Mereka menganbil cuti untuk sementara waktu.

__ADS_1


****


Bian mengajak Kalista ke sebuah tempat, tempat itu adalah tempat favorit Bian dan Kalista saat kecil dulu. Kalista masih tidak percaya jika tempat bermain dia dan Bian dulu masih sama dan tidak berubah. Tempat itu adalah taman bermain, Bian dan Kalista menaiki semua wahana yang ada di sana. Mereka sangat senang dan mengingat masa-masa saat mereka masih kecil


Hari sudah mulai sore, Bian dan Kalista memutuskan untuk pulang. Tapi di tengah perjalanan pulang Kalista ingat dia tidak punya stok di kulkas. Kalista meminta Bian untuk berhenti di salah satu mini market di sana.


Kalista dan Bian turun untuk belanja. Saat mereka belanja ada seorang gadis yg tidak bisa mengambil barang yang ada di rak atas. Bian membantu gadis itu, gadis itu menoleh dan mengucapkan terimakasih.


''Lusi...'' ucap Bian


''Bian.. kamu di sini juga, terimakasih sudah membantuku'' ucap Lusi dengan senyum


''Sama-sama, kamu apa kabar?'' tanya Bian


''Aku baik, selamat untuk pernikahanmu'' jawab Lusi


''Terimakasih Lusi'' ucap Bian.


''Hai... apa kabar Lusi'' sapa Kalista


''Hai Kalista... aku baik, selamat yah untuk pernikahan kalian'' jawab Lusi


''Terimakasih, kamu sendirian'' tanya Kalista


''Iya.. Arga sedang sibuk jadi tidak bisa mengantarku'' jawab Lusi


''Kalau begitu kita pulang bersama saja. Kami akan mengantarmu pulang'' ucap Kalista


''Tidak usah... aku akan naik taxi saja'' jawab Lusi


''Tidak apa-apa, kami akan antar kamu pulang. ayo...'' Kalista menarik tangan Lusi dan mengajaknya pulang bersama.


''Terus belanjaannya ini gimana'' Tanya Bian

__ADS_1


''Bian.. kamu bayarin yah semuanya, belanjaan Lusi juga. Kita tunggu di mobil, bye sayang'' ucap Kalista sambil mengedipkan matanya


''Awas kamu yah.. tunggu nanti malam'' ucap Bian sambil menaik turunkan alisnya.


Mata Kalista melotot mendengar ucapan Bian. Kalista langsung mengajak Lusi keluar dari supermarket itu.


Selesai membayar Bian langsung menuju mobilnya. Saat Bian membuka mobil, Bian melihat Kalista tertidur di pundak Lusi.


''Apa dia tertidur'' tanya Bian kepada Lusi


''Sepertinya dia sangat lelah'' ucap Lusi


''Maaf.. malah membuat kamu repot Lusi'' ucap Bian


''Tak apa Bian, aku senang bisa bertemu kalian'' jawab Lusi.


''Baik lah kita jalan sekarang'' ucap Bian


Bian menjalankan mobilnya, dia mengantar Lusi terlebih dahulu karena jarak rumah Lusi lebih dekat. Di perjalan suasana terasa sunyi, Bian tidak tau mau berkata apa lagi. Bian hanya sesekali melihat kebelakang untuk memastikan Lusi tidak lelah menjadi sandaran Kalista.


Sudah sampai di rumah Lusi. Bian menghentikan mobilnya lalu turun. Bian membangunkan Kalista.


''Bangunlah kita sudah sampai di rumah Lusi'' ucap Bian.


''Emmm.. apa kita sudah sampai, maaf Lusi aku sangat lelah tadi" ucap Kalista yang baru bangun


''Tak apa-apa... terimakasih kalian sudah mengantarku'' ucap Lusi.


Lalu Lusi turun dan mengajak mereka mampir, tapi Bian menolak karena sudah terlalu malam untuk bertamu.


Setelah saling salam Bian dan Kalista pulang menuju rumah mereka.Lagi-lagi Kalista tertidur, melihat Kalista yang tertidur Bian sangat gemas rasanya ingin menciumnya.


Terimakasih sudah membaca jangan lupa like, komen dan rate

__ADS_1


__ADS_2