
Malam hari di kota H
Bian dan Kalista sudah sampai di kediaman Aditama yang tidak lain adalah rumah Bian. Kedatangan Kalista disambut hangat oleh pak Dion papa Bian, tidak lupa Riko juga ikut menyambut.
~~
Makan malam telah di siapkan, pak Dion mengajak Kalista duduk dan makan bersama.
Bian tidak ikut makan malam karena Bian belum merasa lapar. Hati Bian masih merasa resah setelah bertemu Lusi. Bian pergi meninggalkan Kalista makan bersama papanya dan Riko.
Bian berjalan menuju kamarnya dengan pandangan kosong. Bian masuk dan duduk di tepi ranjang nya. Bian mengambil sebuah foto yang ada di laci meja di depannya.
Sambil memandang foto itu, Bian mengingat masa lalunya yang sudah dia lupakan sebelumnya. Tapi ingatan itu kembali setelah dia bertemu Lusi.
Flashback on~
Hari itu Bian dan Lusi jalan-jalan dan untuk membuat mereka selalu mengingat satu sama lain, Lusi menyuruh Bian memakai baju couple. Sebenarnya Bian tidak mau tapi Lusi memaksanya. Dan akhirnya Bian memakai juga baju itu. Lusi lalu mengabadikan momen itu, Lusi mengambil foto mereka berdua dan mencetaknya. Lusi memberikan foto itu kepada Bian.
Flashback off~
Bian meletakkan kembali foto itu kedalam laci. Bian merebahkan tubuhnya di kasur dan menutup matanya. Bian berharap hari cepat pagi agar dia bisa melupakan Lusi.
**
Di meja makan
Kalista, Riko, dan pak Dion berbincang-bincang sambil menikmati makan malamnya.
"Bian kenapa nak?" tanya pak Dion kepada Kalista.
"Saya tidak tahu om, dari tadi dia diam saja. Mungkin dia lelah om" jawab Kalista.
__ADS_1
" Oh begitu... mungkin benar kata kamu. Dia sedang lelah" ucap pak Dion.
Setelah acara makan malam selesai, pak Dion pergi ke ruang kerjanya. Riko dan Kalista laanjut mengobrol di ruang tamu.
"Bagaimana kabar kamu kalista?" tanya Riko.
"Aku baik, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu juga di sini Riko" ucap Kalista.
"Emang kamu pernah nanya soal aku!! Kamu kan hanya perhatian kepada Bian saja" jawab Riko asal.
"Dasar kamu ya! oh iya... aku dengar kamu sudah punya pacar disini, kenalin dong" ucap Kalista mengoda Riko.
"Iya lah... orang secakep aku tidak mungkin tidak punya pacar" balas Riko sambil tertawa.
"Percaya diri sekali kamu ya" jawab Kalista sambil tertawa juga.
Kalista dan Riko melanjutkan obrolan mereka dak sesekali mereka tertawa terbahak-bahak.
Tapi tiba-tiba Riko menjadi serius dan bertanya perihal yang terjadi pada Bian.
"Dia siapa? Lusi maksudnya?" jawab Kalista.
"Iya.... karena tidak mungkin Bian murung seperti ini kalau bukan karena dia" ucap Riko.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu Bian kenapa, tapi sejak dari supermarket itu Bian mulai diam dan di mobil pun dia hanya melamun" jawab Kalista menjelaskan.
"Sudah kuduga, Bian pasti bertemu dengan dia disana. Karena Bian tidak mungkin merubah sikapnya kalau bukan karena dia. Sebelumnya, Bian sangat sulit melupakan wanita itu" ucap Riko.
"Aku tahu Riko... karena Lusi adalah orang pertama yang di cintai Bian" ucap Kalista menimpali.
Riko dan Kalista diam sejenak mengingat perjuangan Bian melupakan Lusi.
__ADS_1
"Sudahlah... ayo kita tidur sudah malam, kamu pasti lelah. oh iya.... kamarmu yang pintunya cat biru itu ya. Tadi bibi sudah menyiapkannya untuk kamu" ucap Riko dan berlalu pergi.
"Ok Riko" balas Kalista dan segera pergi ke kamarnya.
****
Pagi hari~~
Bian masih tertidur karena waktu masih menunjukkan pukul 06.10.
Kalista sudah bangun dan sudah menjadi kebiasaan dia dari dulu membangunkan Bian dari saat mereka menjadi tetangga.
Kalista membuka pintu dan masuk ke kamar Bian. Kalista melihat Bian yang masih tertidur lelap.
Ide jail muncul di kepala Kalista. Kalista mengambil kertas lalu merobeknya, lalu Kalista menggunakan robekan kertas itu untuk menggelitik hidung Bian.
Benar saja, Bian terbangun dan melihat kejailan Kalista itu. Bian langsung menangkap tangan Kalista dan menariknya. Kalista lalu terjatuh diatas Bian. Kalista ingin kabur tapi sudah terlambat, Bian sudah memeluk dan menguncinya dalam pelukannya. Kalista berusaha untuk melepas pelukan Bian, tapi Bian malah memejamkan matanya dan pura-pura tidak dengar.
Sampai akhirnya Riko masuk dan marah karena merasa berisik.
"Kenapa kalian berisik sekali" ucap Riko.
Bian tidak menjawab, Kalista hendak meminta tolong kepada Riko tapi Bian menutup mulut kalista dengan tangannya.
Riko melotot melihat posisi Kalista yang sedang di peluk Bian. Riko langsung keluar dan kembali ke kamarnya.
Kalista berhasil lepas dari Bian dan langsung lari juga kembali ke kamarnya. Bian justru tertawa terbahak-bahak.
Terimakasih sudah membaca...
__ADS_1
Jangan lupa RATE, LIKE , KOMEN & FAFORITE ya. Jika berkenan memberikan VOTE juga boleh.
Salam hangat dari author gaje...