
Pagi harinya~
Seperti biasa Kalista berada di dapur memasak untuk sarapan, tapi kali ini dia hanya masak omelet karena stok di kulkas habis. Kalista sudah seperti seorang istri yang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Selesai masak dan makanan sudah tersedia di meja makan, Kalista lalu pergi menuju kamar Bian.
Kalista membuka pintu dan melihat Bian yang sedang tertidur pulas. Melihat wajah Bian yang sedang tertidur Kalista merasa gemas. Kalau dulu mungkin dia akan membangunkan Bian dengan air segayung tapi sekarang tidak mungkin lagi.
Kalista membuka jendela di kamar Bian, Kalista berdiri di depan jendela dia melihat matahari pagi sambil menutup matanya. Tiba-tiba Bian memeluknya dari belakang. Spontan Kalista membuka matanya.
"Bian... kamu sudah bangun" ucap Kalista
"Kamu yang sudah membangunkan aku" goda Bian sambil menaik turunkan alisnya
"Baguslah ... cepat mandi kita harus ke kantor sekarang" ucap Kalista sambil melepas pelukan Bian
Tapi Bian tidak ingin melepas pelukannya dan berbisik kepada Kalista
"Aku ingin kita segera menikah" bisik Bian di telinga Kalista
Kalista tersenyum dengan wajah merona dia menjawab "iya"
"Aku senang mendengarnya... kita akan menikah 2 hari lagi" ucap Bian tanpa basa basi
"Apa.... 2 hari, itu sangat mendadak. Kita belum menyiapkan semuanya" ucap Kalista dan langsung berbalik menghadap ke Bian
"Tenanglah semua akan beres, percayalah padaku" jawab Bian.
"Aku percaya padamu.." Kalista tersenyum lalu mencium pipi Bian
Ciuman itu membuat Bian lengah, dan Kalista bisa melepaskan diri dari pelukannya. Kali ini Kalista sudah berlari keluar dari kamar Bian.
Bian tertawa melihat tingkah lucu dan malu-malu Kalista itu. Bian pergi mandi dan segera turun ke bawah.
__ADS_1
***
Bian dan Kalista sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, dan ini adalah hari pernikahan mereka.
Kalista berbalut dengan gaun berwarna putih cantik
Dan Bian dengan tuxedo berwarna hitam
Bian dan Kalista sudah siap untuk mengakhiri masa lajang mereka. Kini saatnya mereka untuk mengikat janji suci mereka berdua
Acara hari ini telah selesai. Semua berjalan lancar tanpa halangan. Akhirnya Bian dan Kalista telah sah menjadi sepasang suami istri.
Malam hari, ini malam yang sangat mendebarkan untuk Bian dan Kalista. Bian berada di atas ranjangnya sedangkan Kalista sedang di kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah 30 menit Kalista keluar dari kamar mandi dan memakai baju tidurnya. Bian tahu Kalista sangat gugup, tapi semakin melihat Kalista gugup Bian semakin ingin menggodanya.
Bian bangun dari ranjangnya dan mendekati Kalista. Bian semakin mendekati Kalista dan Karena gugup Kalista mundur hingga sampai di tembok. Bian masih tersenyum melihat tingkah Kalista, lalu Bian mengangkat tangannya untuk membetulkan rambut yang mengenai wajah Kalista.
''Bian... mandi lah dulu, kamu sangat bau'' ucap Kalista sepontan
''Puufftt... apa kamu gugup, kamu takut aku akan memakanmu sekarang'' Bian tertawa
''Gu.. gu.. gugup, tidak... aku biasa aja tuh'' jawab Kalista mendongakkan wajahnya
''Benarkah... aku yakin kamu sangat gugup saat ini'' jawab Bian meremehkan
__ADS_1
''Siapa bilang... enggak sama sekali'' jawab Kalista bangga
''Kalau begitu buktikan kalau kamu gak gugup" ucap Bian lagi
''Bukti.. bukti apa?'' tanya Kalista
''Cium aku sekarang'' ucap Bian sambil menaikkan alisnya
''Cium kan.. siapa takut, lagian kamu kan suamiku sekarang'' jawab Kalista dengan entengnya
''Ok.. cium aku sekarang'' Bian masih tersenyum
Kalista lalu mencium pipi Bian. Sontak Bian tertawa lepas, sedangkan Kalista merasa malu.
"Ini yang kamu bilang gak gugup, mana ada orang ciuman di pipi'' Bian tertawa lagi
''Lalu aku harus cium bibir gitu? mandi dulu sana baru aku kasih cium bibir'' ucap Kalista dengan polosnya
Tanpa aba-aba Bian langsung menyerang bibir Kalista, ciuman kali ini sangat berbeda dengan ciuman sebelumnya karena ini ciuman untuk malam pertama.
Tanpa melepas ciumannya Bian mengangkat tubuh Kalista menuju ke ranjang. Di sana mereka melakukan hal yang lebih. Dari ciuman menjadi hal yang sangat panas untuk mereka.
Di saat Bian sudah mulai ke sesuatu yang lebih lagi Kalista berkata kepada Bian
''Tunggu Bian... aku takut, apakah ini sakit'' tanya Kalista
''Tenanglah.. aku akan pelan dan kamu tidak akan merasa sakit lagi" ucap Bian
Bian dan Kalista melanjutkan kegiatan mereka. Malam ini malam yang panjang untuk mereka berdua. Bahkan mereka melakukannya berkali-kali.
Terimakasih sudah membaca, untuk part ini maaf kalau agak gaje
__ADS_1
Jangan lupa Rate, like dan komennya