Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 18


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, kisah cinta Bian Dan Keysa berjalan dengan bahagia. Kisah asmara Riko dan Tasya pun berjalan dengan lancar dan bahagia. Mereka sering makan malam bersama dan jalan-jalan bersama istilahnya double date.


***


Sampai suatu hari, Bian mendapat telefon dari teman masa kecilnya yaitu Kalista. Kalista meminta Bian untuk menjemputnya dan membawanya ke kota H.


Tanpa memberitahu kepada Keysa terlebih dahulu, Bian langsung kembali ke kota tempat tinggal kalista sekaligus tempat yang pernah membuat Bian merasa sedih.


Setelah perjalanan yang cukup lama dan melelahkan,Bian sampai di bandara di kota itu. Bian langsung mencari taksi dan menuju ke rumah Kalista. Kedatangan Bian di sambut dengan gembira oleh Kalista dan Keluarganya.


***


Esok hari~~


Karena sudah lama tidak berjumpa Kalista dan Bian menghabiskan waktu bersama untuk pergi jalan-jalan juga belanja. Tapi yang belanja Kalista, Bian hanya menemaninya saja. Kalista seperti orang yang kesetanan, dia memborong semua yang dia mau. Kalista berfikir ini adalah hukuman buat Bian karena sudah lama meninggalkan dia di kota H. Kalista menghabiskan uang Bian untuk belanja, tapi Bian tidak masalah karena Kalista sudah dianggap sebagai keluarga oleh Bian.


***


Sudah dua hari Bian di kota ini, sekarang saatnya Bian dan Kalista pergi ke kota H.


Kalista akan bekerja sebagai Manager di perusahaan papa Bian.


Bian dan Kalista sudah berpamitan kepada keluarga Kalista. Sopir keluarga Kalista juga sudah menunggu mereka. Kini saatnya mereka berangkat.

__ADS_1


Di perjalanan Kalista minta berhenti untuk membeli camilan karena dia lupa untuk membawa camilan tadi. Bian meminta sopir untuk berhenti di supermarket terdekat. Tidak berapa lama sopir berhenti di depan supermarket. Bian langsung turun dan masuk ke dalam supermarket itu.


Bian mengambil banyak sekali camilan dan minuman dingin. Saat Bian berjalan menuju kasir, Bian tidak sengaja menabrak seorang wanita dan belanjaannya tumpah.


Bian meminta maaf kepada wanita itu sambil membantu merapikan belanjaan wanita itu. Setelah belanjaan rapi dan masuk keranjang, Bian mendongakkan kepalanya. Betapa terkejutnya Bian saat melihat siapa wanita yang telah dia tabrak. Wanita itu adalah Lusi, wanita yang pernah singgah di hati Bian dan harus di lepaskan Bian agar Lusi bahagia dengan orang lain.


Lusi mematung memandang Bian, begitu juga dengan Bian.


Bian tidak mengerti kenapa dia harus bertemu dengan Lusi lagi. Ada rasa sakit tapi juga ada rindu. Rasanya Bian ingin segera pergi dari tempat itu. Di sisi lain hati Bian ada yang menahan dan membuat dia merasa bahagia bisa bertemu Lusi lagi.


Bian beranjak ingin pergi dari tempat itu. Dia ingin segera membayar belanjaannya dan segera pergi.


"Bian...." Lusi memanggil Bian dengan suara parau.


"Kenapa kamu pergi waktu itu Bian. Apa salahku padamu" ucap Lusi sambil menunduk.


"Maaf... aku hanya ingin kamu bahagia bersama dia Lusi" jawab Bian.


"Bwahahaa... apa kamu bercanda Bian! apa kamu fikir dengan begitu aku akan bahagia Bian" jawab Lusi sambil tertawa kecut.


Bian tahu kalau Lusi sangat kecewa padanya. Bian memutuskan untuk pergi meninggalkan Lusi. Bian pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya. Lusi masih mengikuti Bian, dan pergi waktu itu tanpa pamit.


"Bian... jawab, kenapa kamu melakukan semua ini padaku. Kenapa Bian, aku ingin kita memulainya dari awal Bian" ucap Lusi.

__ADS_1


Bian lalu berhenti.


"Lusi... Maafkan aku. Semua sudah terlambat, aku sudah bersama dengan orang yang aku cintai sekarang. Aku harap kamu juga bahagia bersama dia Lusi" jawab Bian dan beranjak pergi meninggalkan Lusi yang berdiri mematung disana.


Bian naik mobil dan tanpa memberitahukan semua yang terjadi di dalam supermarket tadi kepada Kalista.


Setelah mendengar perkataan Bian, Lusi tidak tahu harus gimana lagi. Lusi hanya diam disana. Sampai akhirnya Arga datang dan menjemputnya. Arga tidak tahu kenapa sikap Lusi berbeda dengan tadi.


"Sebelumnya Lusi biasa saja, kenapa sekarang dia murung. Ada apa ini!! aku harus mencari tahu" batin Arga.


Dan Arga lalu mengajak Lusi pulang.


***


Di perjalanan menuju kota H, Bian hanya melamun tanpa mengatakan sesuatu kepada Kalista.


Kalista juga tidak mengajak Bian bicara atau mengobrol. Kalista fikir, mungkin Bian lelah makanya diam saja.


Terimakasih sudah membaca...


Jangan lupa RATE, LIKE, KOMEN & FAVORITE.


Jika berkenan VOTE juga sangat di boleh kan.

__ADS_1


Salam hangat dari author gaje.


__ADS_2