Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 27


__ADS_3

Bian dan Kalista kini sudah berada di restoran, mereka akan meeting dengan klien di restoran dekat kantor mereka.


Karena klien yang terlambat datang Bian mulai bosan. Bian mengambil ponselnya dan membuka galerinya, sekilas Bian melihat foto yang ada di galeri nya. Wajah Bian berubah terlihat sebuah kesedihan di wajahnya.


Kalista melihat perubahan wajah Bian itu, dia tidak ingin bertanya apapun kepada Bian. Kalista merasa Bian masih memikirkan Keysa. Lalu Kalista pamit ke toilet kepada Bian. Dan Bian hanya memberikan anggukan, sikap dingin Bian membuat Kalista yakin bahwa sesuatu yang di lihat Bian di ponselnya adalah foto Keysa.


Di toilet Kalista hanya berdiri di depan cermin, Kalista kembali merasa menjadi orang ke3. Kalau saja dia sekarang berada di rumah dan tidak ada meeting, mungkin dia akan menangis meluapkan perasaannya.


Sementara di meja Bian, klien sudah datang dan duduk di depan Bian. Bian dan klien sudah mulai membahas tentang kerjasama mereka. Kalista baru datang dan meminta maaf kepada klien karena baru dari toilet.


Setelah 1 jam Bian dan Klien akhirnya saling bekerja sama dan berjabat tangan sebagai tanda saling setuju. Klien sudah meninggalkan mereka, Bian mendudukkan dirinya dengan bersandar dan mendongakkan kepala nya. Bian melihat wajah Kalista dan bertanya


"Kamu kenapa? ada masalah?'' tanya Bian


''Tidak ada, aku hanya lelah saja" jawab Kalista sambil menunduk


''Kamu yakin tidak apa-apa. Aku akan mengantarmu pulang'' ucap Bian


''Tidak perlu, kita kembali ke kantor saja'' jawab Kalista tersenyum


''Baiklah... ayo'' ucap Bian sambil mengulurkan tangannya


Sambil tersenyum Kalista menyambut uluran tangan Bian, dan mereka bergandengan tangan meninggalkan restoran.

__ADS_1


Kini Bian dan Kalista berjalan sambil bergandengan tangan, mereka sengaja tidak naik mobil karena jarak kantor dan restoran sangat dekat. Mereka terlihat sangat serasi, semua orang yang melihat merasa mereka berdua sangat cocok.


Kalista merasa bahagia karena di sepanjang jalan Bian menggengam tangannya dengan erat. Tapi tiba-tiba Bian menghentikan langkahnya. Bian melihat seorang wanita yang akan menaiki taxi. Bian melepas tangan Kalista dan berlari menuju ke wanita yang akan menaiki taxi tapi terlambat wanita itu sudah naik taxi dan pergi jauh.


Dengan nafas terengah-engah Bian memejamkan matanya sebentar, dia berfikir bahwa benar yang dia lihat itu Keysa. Bian tersadar dan langsung menoleh kepada Kalista yang menatap dia dengan senyum kecut.


Kalista segera pergi meninggalkan Bian, cemburu pasti. Siapa yang tidak cemburu melihat tunangannya berlari mengejar mantannya. Dalam ke cemburuannya Kalista juga sadar jika dia yang merebut Bian. Kalista berusaha untuk tegar menghadapi semua ini.


Bian tahu kalau saat ini Kalista sedang marah, Bian lebih memilih untuk pergi menenangkan dirinya dan akan kembali saat Kalista sudah mulai tenang.


Malam hari~


Bian pulang dan membuka pintu. Bian melihat Kalista yang sedang tertidur di sofa. Bian jongkok di depan kalista dan membelai pipi Kalista. Dan Bian berkata


''Maaf... aku selalu membuatmu sedih. Maaf.. karena aku yang selalu menyakiti hatimu... maaf... maaf.. maaf'' lalu Bian mencium kening Kalista.


Bian berdiri dan akan meninggalkan dia, tapi Kalista tiba-tiba menarik tangan Bian. Bian pun menoleh


"Jangan minta maaf, aku gak apa-apa Bian'' ucap Kalista lalu duduk


''Kamu belum tidur'' Bian bertanya


Kalista hanya menjawab dengan senyuman. Bian juga tersenyum dan duduk di sebelah Kalista.

__ADS_1


''Kamu pasti marah sama aku kan'' ucap Bian


''Jujur aku marah, tapi aku tahu kamu pasti susah melupakan dia'' jawab Kalista


''Maaf .. aku...'' ucap Bian terpotong


''Sudahlah lupakan...kamu pasti lelah, aku akan siapkan makan untukmu" ucap Kalista hendak berdiri


''Tidak... aku ingin sesuatu darimu" Bian tersenyum


''Ingin apa?'' tanya Kalista


''Ingin sesuatu yang manis" jawab Bian tersenyum menggoda


''Yang manis??" Kaista masih bingung


Bian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Kalista, Bian mencium dengan lembut. Kalista memejamkan matanya dan merasakan ciuman dari Bian. Ciuman mereka semakin panas dan hampir saja Bian lepas kendali. Bian melepas ciumannya dan segera berdiri daru duduknya.


"Aku mau mandi dulu, tolong buatkan aku teh'' ucap Bian yang berjalan menuju kamarnya.


Kalista masih belum tersadar dari apa yang baru saja dia dan Bian lakukan. Wajah Kalista terasa panas, entah perasaan apa itu bahagia,malu campur jadi satu.


Di kamarnya Bian bergumam sendiri ''sialll.. untung aku bisa menahan diri. aku hampir hilang kendali. oh Tuhan .. aku harus segera menikahi Kalista kalau tidak akan sangat bahaya ''.

__ADS_1


Bian pergi mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


Terimakasih sudah membaca jangan lupa Rate, Like dan komen


__ADS_2