Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 14


__ADS_3

Masih di cafe~~


Bian melihat ke sekeliling cafe, mata Bian melihat Keysa yang sedang duduk sendiri.


Senyum Bian muncul saat melihat Keysa.


Bian berjalan mendekati Keysa.


Bian tidak sadar kalau Tasya menatapnya dari tadi. Bian langsung duduk di depan Keysa. Mata mereka saling pandang tapi tidak saling bicara, hanya saling senyum yang Keysa dan Bian lakukan.


Tiba-tiba Bian memegang tangan Keysa dan Keysa merasa malu. Kalau sudah begini, serasa dunia milik berdua. Keysa berusaha melepaskan tangannya dari Bian. Tapi Bian terus menahannya, Bian tahu kalau keysa sedang malu.


Tanpa mereka tahu, Tasya memperhatikan mereka. Tasya mendekati mereka dengan perasaan yang campur aduk. Dengan air mata yang hampir menetes Tasya mendekati Bian dan Keysa.


"Kenapa kalian pegangan tangan" Tanya Tasya.


"Aku...aku...sebenarnya..." ucap keysa gugup.


"Sebenarnya kami sudah pacaran Tasya" jawab Bian dengan tersenyum sambil menggenggam tangan Keysa.


Saat Bian menatap Tasya. Senyum Bian hilang karena melihat Tasya meneteskan air matanya. Bian melepas tangan Keysa dan langsung berdiri mendekati Tasya.


Dan bertanya kepada Tasya.


"Kamu kenapa menangis Tasya" tanya Bian.


"Tasya... apa kamu sakit" Keysa ikut bertanya.


"Tidak!!! aku tidak sakit" jawab Tasya sambil berteriak.


"Tasya, sebenarnya kamu kenapa" Bian masih bertanya.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak bilang kalau sudah jadian" Ucap Tasya lagi sambil menangis dan pergi dari cafe itu.


Riko melihat semua kejadian itu. Riko lalu pergi mengejar Tasya. Riko menarik tangan Tasya dan memeluknya. Riko tahu kalau Tasya pasti sangat sedih. Riko juga tahu kalau sebenarnya Tasya menyukai Bian. Tasya menangis di dalam dekapan Riko. Riko membiarkan Tasya meluapkan kesedihannya. Meskipun Riko sebenarnya tidak ingin melihat Tasya menangis.


***


Di cafe~~


Bian dan Keysa masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Keysa terduduk di kursi dengan melamun.


Bian juga sedang berfikir


"Apa ini!!! apa aku menyakiti Tasya. Apa aku sudah merusak persahabatan mereka. Kenapa aku tidak sadar dengan perasaan Tasya. Bagaimana aku menghadapi Tasya nanti. Aaarrrggghh...... kenapa semua jadi seperti ini"


Sambil melamun, Bian memikirkan semua itu.


Karena merasa suasana menjadi tidak nyaman Bian mengajak Keysa pulang.


Bian mengantar keysa pulang, tidak ada percakapan atau obrolan di jalan. Bian dan Keysa masih Sama-sama diam dengan fikiran mereka masing-masing.


Keysa juga tersenyum dan berjalan masuk kerumahnya.


Tapi sebelum keysa masuk rumahnya, Bian memanggil.


"Key...aku harap kamu dan Tasya tetap baik-baik saja" Ucap Bian.


"Iya..." jawab Keysa dengan tersenyum dan langsung masuk rumahnya.


Lalu Bian menjalankan motornya dan kembali ke tempat kerjanya.


***

__ADS_1


Di Taman~~


Riko dan Tasya duduk di kursi yang ada di sana.


"Kamu menyukai Bian kan?" Tanya Riko.


"Hmmm..." jawab Tasya.


"Kamu tahu!! Bian sudah lama menyukai Keysa" Ucap Riko lagi.


"Sejak kapan? Apa kamu tahu semua tentang mereka" tanya Tasya.


"Sudah lama, Bian pernah sangat terpuruk saat itu. Bian pernah melepas wanita yang paling dia sayangi. Bian sangat sedih dan butuh teman untuk mengungkapkan kesedihannya. Dan saat itu lah Keysa datang. Dia menjadi teman yang selalu datang di saat Bian butuh teman ngobrol. Keysa juga yang sudah membuat Bian kembali seperti sekarang" jawab Riko sambil menjelaskan kepada Tasya.


"Apa yang kamu katakan ini benar" tanya Tasya lagi.


"Iya... semua benar. Bian adalah sahabatku, jadi aku akan mendukung apapun keputusan dia" ucap Riko lagi sambil tersenyum.


"Baiklah, aku mengerti. Tapi aku belum bisa bertemu dengan mereka. Aku akan menjauhi mereka" ucap Tasya tersenyum kecut.


"Jangan bilang seperti itu, Bian sudah menganggapmu sebagai sahabatnya. Keysa juga sahabat kamu kan" ucap Riko.


"Aku mengerti, Tapi aku butuh waktu" ucap Tasya.


"Hmmm.....aku mendukung kamu juga Tasya. Aku yakin kamu juga akan bahagia nanti" ucap Riko.


Akhirnya Tasya bisa tersenyum. Riko terus menjelaskan dan mendukung Tasya. Riko bahagia melihat Tasya tersenyum lagi.


Setelah itu Riko mengantar Tasya pulang.


Terimakasih sudah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa berikan RATE, LIKE, KOMEN & FAVORIT. Jangan lupa VOTE juga ya...


Salam hangat dari author gaje...


__ADS_2