Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 26


__ADS_3

Awal baru hidup baru Bian berusaha untuk melupakan semua yang telah terjadi. Sangat sulit karena bayang-bayang seorang Keysa tidak akan bisa cepat hilang dari hidupnya. Bian sudah menerima Kalista sebagai pasangan nya.


Sebenarnya Kalista ingin menolak wasiat ini tapi tidak bisa di pungkiri jika dia juga mencintai Bian. Kalista sedih karena dia menjadi orang ketiga dalam hubungan Bian.


Hari ini adalah hari pertunangan Bian dan Kalista. Acara di adakan di kediaman Bian, para tamu undangan juga sudah datang. Bian juga sudah siap dan sedang mengobrol bersama teman- temannya. Acara sudah akan di mulai tapi Kalista belum juga turun.


Dengan langkah cepat Bian menuju kamar Kalista, Bian tau mungkin Kalista masih bimbang dengan keputusan ini. Bian sudah berada di depan pintu. Sebelum membuka pintu Bian menghela nafasnya.


" Kalista....." Bian sambil membuka pintu dan masuk.


"Kenapa kamu kesini, aku akan segera turun" jawab Kalista sambil berjalan menuju pintu.


"Apa kamu ingin membatalkan pertunagan kita?" tanya Bian sambil menarik lengan Kalista.


"Aku... aku... nggak!! kenapa kamu tanya seperti itu" ucap Kalista sambil menunduk.


Bian menarik Kalista menuju kursi yang ada di depannya. Bian mendudukkan Kalista di kursi dan Bian berjongkok sambil memegang tangan Kalista.


"Jangan pernah merasa bersalah untuk semua yang sudah terjadi. Aku bisa menerimanya kenapa kamu tidak?" tanya bian sambil memandang Kalista.


"Aku sudah merebutmu dari Keysa Bian!! Aku juga yang sudah membuat kalian pisah. Aku yang membuatmu menderita" ucap Kalista sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Tidak ada orang ketiga, tidak ada yang menderita. Lupakan semuanya, jangan menangis kamu terlihat jelek saat menangis" ucap Bian sambil menghapus air mata di pipi Kalista.


Tanpa sadar Bian mendekatkan wajahnya ke Kalista, Bian mencium bibir Kalista. Dengan mata melotot Kalista kaget dengan apa yang Bian lakukan.


" Bian!!! kamu mencuri ciuman pertamaku" Kalista memukul lengan Bian.


"Iya kah? artinya aku orang pertama yang menciummu" ucap Bian sambil meledek Kalista.


"Dasar menyebalkan, kenapa kamu lakukan itu" ucap Kalista malu-malu dan wajah merona.


"Karena kamu akan menjadi pendampingku jadi aku bebas melakukannya" ucap Bian tertawa.


Kalista tersenyum bahagia karena Bian justru menerima dia untuk menjadi pendampingnya.


***


Keesokan harinya


Bian bangun di pagi hari, Bian membersihkan dirinya lalu turun menuju dapur. Saat sampai di dapur Bian menghentikan langkanya , disana terlihat seorang wanita yang sedang memasak. Wanita itu sedang kesusahan membetulkan rambutnya yang terurai. Bian melihat Kalista ingin mengikat rambutnya tapi tidak bisa karena tangannya terkena tepung.


Bian mendekat dan mengikat rambut Kalista, spontan Kalista kaget dan menoleh.

__ADS_1


''Bian!! kamu sudah bangun'' ucap Kalista.


''Kamu kaget yah...ak sudah memperhatikan kamu dari tadi'' Bian tertawa.


''Kamu yang buat aku kaget tau'' jawab Kalista sambil cemberut


''Lagian kamu masak gak ikat rambut dulu, kan jadi repot kamu kalau masak. Kamu masak apa?'' tanya Bian lagi.


"Aku cuma masak nasi goreng sama ayam goreng aja" jawab Kalista tersenyum


''Enak pasti ini, cepat lah aku sudah lapar ini'' jawab Bian.


''Duduk lah disana, ini akan segera matang" Kalista.


''Ok.. cepat lah aku menunggumu" Bian


Sebelum menuju meja makan Bian berbalik dan mencium pipi Kalista lalu berkata


''Ini wajib setiap pagi... ok" Bian mengedipkan matanya.


Wajah Kalista merona lagi karena ulah Bian.

__ADS_1


Makanan sudah siap, Bian dan Kalista makan dengan tenang . Setelah makan mereka bersiap di kamar masing-masing dan siap berangkat ke kantor.


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Rate,like dan juga komen


__ADS_2