Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 33


__ADS_3

Kalista menggandeng pria itu masuk rumah, Pria itu Bryan bukan Bian karena wajah dan postur tubuh yang sama Kalista mengira itu Bryan.


Bryan hanya diam mengukuti Kalista ke dalam rumah.


Kalista menyiapkan makan dan minum untuk Bryan, Kalista berfikir kalau suaminya pasti lelah karena baru datang dari perjalan jauh.


Bryan blm mengatakan apapun, Bryan masih bingung harus bercerita darimana dulu. Melihat sikap lembut Kalista dan keadaan yang sedang hamil, Bryan tidak tega untuk menceritakan keadaan Bian sekarang.


Kalista baru saja turun dari lantai dua, Kalista telah menyiapkan keperluan mandi dan juga sudah menyiapkan baju ganti. Kalista langsung mengajak Bryan ke atas dan menyuruhnya mandi agar lelahnya berkurang.Bryan mengikuti semua yang di katakan Kalista.


*****


Bryan sudah membersihkan dirinya dan juga sudah rapi. Bryan turun ke bawah menemui Kalista.


''Bian... kamu seudah selesai mandi, sini kita duduk bersama'' ucap Kalista sambil menarik tangan Bryan.


''Maaf.... sebenarnya aku...'' ucap Bryan terputus.


''Aku tau kamu lelah Bian.. sini aku akan memijatmu'' Kalista mulai memijat tangan Bryan


''Bukan begitu... sebenarnya aku...Bryan'' ucap Bryan.


''Bryan???.. apa maksudmu sayang'' tanya Kalista sambil memijit pundak Bryan.


''Aku bukan Bian tapi aku Bryan aditama, aku saudara kembar Bian. Dan Bian sekarang berada di rumah sakit, kami mengalami kecelakaan saat pulang dari bandara kemaren'' jawab Bryan menjelaskan.


Seperti ada kilat yang menyambar, Kalista kaget dan syok mendengar apa yang di ucapkan Bryan. Tiba-tiba tubuh Kalista lemas dan ambruk, Ibu hamil itu langsung menangis dan pingsan.


Melihat Kalista yang tidak sadarkan diri, Bryan langsung mengangkat tubuh Kalista ke atas sofa. Dan meminta ibu Kalista untuk segera menghubungi dokter.


Setelah menunggu dokter sekitar 30 menit, dokter akhirnya datang dan memeriksa keadaan Kalista. Dokter mengatakan untuk tidak membuat Kalista tertekan dan membuatnya syok karena itu sangat berbahaya untuk janinnya.

__ADS_1


Bryan dan ibu Kalista mengerti dengan apa yang di katakan dokter tadi. Setelah dokter pergi dan Kalista juga sedang istirahat, Bryan dan ibu Kalista mulai mengobrol.


''Nak Bryan... apa yang kamu ceritakan tadi benar. Bagaimana keadaan Bian sekarang?'' tanyanya.


''Bian masih koma bu, dia melindungi saya saat tabrakan itu terjadi'' Jawab Bryan


''Nak Bryan.. melihat keadaan Kalista yang seperti ini sepertinya tidak mungkin untuk menceritakan kebenarannya'' ucap Mama Kalista


''Maksud tante gimana? saya tidak mengerti'' tanya Bryan.


''Maksud tante, tolong sementara kamu pura-pura menjadi Bian. Paling tidak sampai Bian sembuh'' ucapnya memelas.


''Aaapppaa... itu tidak mungkin.Saya datang kesini untuk membantu Bian bekerja tante, bukan untuk menjadi pengganti Bian'' jawab Bryan agak emosi.


Sebelum obrolan mereka selesai terdengar jeritan Kalista. Bryan langsung menemui Kalista. Melihat kedatangan Bryan, Kalista langsung memeluknya karena mengira itu Bian.


''Bian... aku mimpi buruk, aku kira kamu kecelakaan'' ucap Kalista yang makin mengeratkan pelukannya.


Melihat Kalista yang begitu merindukan Bian dan mengingat ucapan dokter bahwa Kalista tidak boleh tertekan Bryan berpura-pura menjadi Bian.


Kalista terlihat sudah tenang dan sudah tertidur juga, Bryan meninggalkannya dan menemui mama Kalista.


''Tante... saya akan menjadi Bian untuk sementara, tapi saya harap tante bisa membantu saya untuk menjelaskan kepada Kalista suatu hari nanti'' ucap Bryan.


''Iya nak Bryan tante akan membantumu. Terimakasih nak'' ucap mama Kalista.


*****


Sudah hampir 2 bulan Bryan berpura-pura menjadi Bian, dan sudah 2 bulan juga Bian koma.


Di kediaman Aditama sedang mengadakan acara 7 bulanan . Usia kandungan Kalista sudah memasuki usia 7 bulan. Acara berjalan dengan lancar bahkan Kalista juga terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


Di pertengahan acara Bryan mendapat tlp dari Rumah sakit. Bryan pergi mencari tempat tenang untuk mengangkat teleponnya.


Setelah menutup telepon Bryan pamit kepada ibu Kalista.


****


Di rumah sakit keadaan Bian makin memburuk, dokter sudah berusaha semampu mungkin untuk menyelamatkan Bian. Tapi sayang nyawa Bian tidak dapat di selamatkan. Dokter menghubungi Bryan dan menyuruhnya untuk segera datang karena Bian sudah meninggal dunia.


Mendapat telepon dari dokter Bryan langsung tancap gas menuju rumah sakit. Bryan belum percaya bahwa saudara kembarnya telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.


Bryan tidak tahu jika Kalista mengikutinya dari belakang , Kalista naik taksi dan mengikuti Bryan.


****


Kini Bryan sudah sampai di Rumah sakit, dia langsung menemui dokter. Dokter menceritakan semua yang terjadi pada Bian.


Kalista sudah sampai juga di rumah sakit, diam-diam dia mengikuti Bryan dari belakang.


Bryan dan dokter sudah sampai di ruang jenazah. Di sana Bryan membuka selimut yang sudah menutupi tubuh Bian. Bryan tak kuasa menahan air matanya. Bryan menangis di samping jenazah Bian.


Melihat Bryan menangis Kalista menjadi penasaran. Kalista mendekati Bryan dan membuka kain yang menutupi Bian.


Bagai tersambar petir, Kalista mematung melihat seseorang dengan wajah yang sama dengan suaminya dan sedang terbaring tidak bernyawa.


Bagai di tusuk dengan pedang, rasa sesak sampai ke hati. Air mata yang langsung mengalir deras di pipi Kalista. Kalista menangia sejadi jadinya.


''Biiiaannnn.... '' suara Kalista menjerit dan memeluk jasad suaminya.


Mendengar teriakan Kalista Bryan baru sadar jika di sampingnya sudah ada Kalista. Bryan berusaha menarik Kalista dan ingin menenangkannya, tapi Kalista terlalu erat memeluk jasad suaminya.


Akhirnya Kalista merasa sakit di bagian perutnya. Kalista menjerit kesakitan, Bryan sangat kwatir terhadap Kalista. Bryan teriak memanggil dokter.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca


Jangan lupa Rate, Like dan Komen ya..


__ADS_2