Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 34


__ADS_3

Seorang wanita tidak sadarkan diri dengan selang infus di tangannya, wanita itu adalah Kalista. Dia baru saja menjalani operasi karena bayinya harus lahir sebelum waktunya. Kalista melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat lucu, tapi sayang bayi itu harus berada di inkubator karena terlahir prematur.


Bayi prematur adalah bayi yang harus lahir sebelum usia kandungan 37 minggu.Di usia tersebut, beberapa organ tubuh mereka belum berkembang dengan sempurna. Agar bisa bertahan hidup di luar rahim dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mereka pun akan ditempatkan di dalam inkubator.


Bryan duduk di kursi sambil memegang tangan Kalista. Terlalu lelah membuat Bryan tidur dengan posisi duduk.


Kalista mulai menggerakkan tangannya, mata Kalista juga mulai terbuka. Kalista berusaha untuk mengumpulkan ingatan dia sebelumnya. Kalista ingin duduk tapi dia merasa nyeri di bagian perutnya, Kalista mencoba untuk mengelus perutnya. Kaget.... Kalista kaget karena perutnya sudah tidak terasa begah.


''Mana bayiku...'' Kalista menjerit


''Bian.... katakan dimana anak kita'' ucap Kalista yang belum sadar jika di depannya itu Bryan bukan Bian.


''Tenangkan dirimu, dia baik-baik saja'' jawab Bryan


''Maksudmu.. anak kita sudah lahir?'' tanya Kalista


''Iya .. dia sudah lahir dan sedang berada di ruang perawatan bayi'' jawab Bryan.


''Tapi .. dia masih 7 bulan'' ucap Kalista yang masih tidak percaya


''Tenanglah.. nanti kita lihat dia'' Ucap Bryan mengalihkan.

__ADS_1


Kalista diam sejenak lalu mengingat semua yang terjadi


''Tunggu... kamu bukan Bian, mana Bian!! aku ingin menemui suamiku'' Kalista ingat semua dan menangis.


''Kalista.. aku bilang tenangkan dirimu. Kita akan menemui Bian nanti'' Ucap Bryan


''Tidak.. aku ingin bertemu suamiku sekarang juga'' Kalista berusaha untuk turun dari ranjang dan mencabut selang infus yang menempel di tangannya.


Bryan dengan sigap menangkap tubuh Kalista dan memeluknya. Meskipun Kalista berusaha medorong tubuh Bryan, tapi Bryan tetap mendekapnya karena dia tahu Kalista sedang sangat sedih dengan ke adaan saat ini.


Bryan membawa Kalista kembali ke ranjangnya. Brya merebahkan tubuh Kalista yang masih lemah, terlalu banyak menangis membuat Kalista tertidur kembali.


****


''Bryan... antar aku menemui Bian'' ucap Kalista


''Bersiap-siap lah.. aku akan mengantarmu menemui Bian'' jawab Bryan


''Baik lah..'' ucap Kalista dan langsung bersiap untuk pergi bertemu dengan Bian.


Kini Kalista sudah siap bertemu dengan Bian. Bryan membawa Kalista naik mobil menuju salah satu makan umum di sana. Kalista masih menahan air matanya, Kalista tidak ingin menangis saat ini. Semakin dekat mereka berjalan ke sebuah makam, di makan itu bertuliskan nama Bian Aditama.

__ADS_1


Air mata yang sudah di bendung Kalista dari tadi sudah tidak bisa di tahan. Kalista menangis di atas makam suaminya. Kalista mengeluarkan semua unek-unek yang sudah dia tahan. Bryan membiarkan Kalista menumpahkan semua isi hatinya.


Hujan turun, Bryan berusaha membujuk Kalista untuk pulang. Kalista tidak ingin pulang, dia masih memeluk makam suaminya itu. Sampai akhirnya dia pingsan karena terlalu lelah menangis.


*****


Dua bulan sudah Kalista di tinggal oleh Bian. Kalista hanya menjalani hari-harinya dengan menangis dan melamun sampai dia lupa kalau ada seorang bayi yang membutuhkan dirinya.


Bayi itu berusia dua bulan dan di beri nama Adelard Aditama yang artinya gagah berani. Bryan biasa memanggil dia Lard. Bryan yang merawat Lard dari baru lahir, Lard juga sudah terbiasa dengan Bryan.


Terlalu sibuk dengan Lard, Bryan sampai lupa dengan pekerjaan yang di tinggalkan olah Bian.


Hari ini Bryan melihat Kalista duduk di kamarnya sendiri karena mama Kalista harus kembali ke rumahnya untuk mengurus masalah penting.


Bryan membawa Lard menemui Kalista, saat akan mendekat tiba-tiba Lard menangis dan itu membuat Kalista menoleh. Bryan lalu memberikan Lard kepada Kalista. Pertama tak ada respon apapun dari Kalista, tapi saat melihat wajah lucu Lard dia merasa bahagia. Dan terulas senyum di wajah Kalista. Sepertinya ini akan menjadi awal kembalinya seorang Kalista yang dulu. Bryan berharap Kalista kembali menjadi wanita yang ceria seperti dulu.


Dulu setiap Bian datang ke singapura menemuinya, Bian selalu bercerita tentang Kalista yang bawel tapi ceria.


Terimakasih sudah membaca


jangan lupa Rate, like dan komen yah

__ADS_1


__ADS_2