Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 32


__ADS_3

Bian bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Kalista bersama Dafa. Bian masih belum bisa menerima penjelasan dari Dafa. Melihat itu Kalista berusaha kuat, Kalista berfikir mungkin Bian tidak akan bisa memaafkan dirinya.


Dafa lalu pamit pulang kepada Kalista, dan juga minta maaf kepada Kalista.


Kalista mengantar Dafa sampai depan pintu, setelah itu Kalista naik menemui Bian yang sedang duduk di pinggir ranjang.


''Bian... maafkan aku, aku janji akan menceritakan semua kepadamu'' ucap Kalista.


''Kenapa baru sekarang kamu mau menceritakannya?'' tanya Bian.


''Aku takut kamu marah padaku'' jawab Kalista sambil menunduk.


''Harusnya kamu cerita dari awal, aku bisa membantu kamu sama Dafa.apa kamu tidak percaya padaku?'' tanya Bian sambil memegang tangan Kalista.


''Maaf... aku sangat mencintaimu, jangan marah lagi sama aku yah'' jawab Kalista yang langsung memeluk Bian.


''Iya sayang... aku juga minta maaf karena membentakmu waktu itu'' jawab Bian lalu memeluk balik Kalista.


Di saat mereka saling berpelukan dan saling maaf-maafan tiba-tiba saja Kalista mendorong Bian dan berlari ke kamar mandi.


Bian mengikuti Kalista ke kamar mandi, di sana Bian melihat kalista yang sedang terduduk di lantai dengan wajah pucat dan lemas. Bian mengangkat tubuh Kalista dan membawanya ke ranjang.


''Kamu kenapa?'' tanya Bian sambil mengelus kepala Kalista.


''Kepalaku sangat pusing, rasanya mual sekali'' jawab Kalista.


''Apa kamu sakit?'' Bian masih bertanya


''Mungkin hanya terlalu lelah, aku akan istirahat'' jawab Kalista.


''Istirahatlah.. aku akan selesaikan pekerjaanku dulu'' Bian lalu pergi ke ruang kerjanya.


****

__ADS_1


Hari sudah pagi, Kalista bangun dengan wajah pucat dan langsung lari ke kamar mandi lagi. Bian terbangun mendengar suara Kalista di kamar mandi.


Bian mendekati Kalista dan memijat tengkuk leher Kalista. Bian menggendong Kalista ke ranjang dan segera menelefon dokter.


Tidak berapa lama dokter datang dan memeriksa Kalista. Pemeriksaan selesai dan dokter memberitahukan kepada Kalista bahwa telah mengandung sekitar satu bulan. Kalista senang mendengar yang di katakan dokter. Sedangkan Bian masih belum mengerti maksud dokter.


Bian hanya memperhatikan Kalista dan dokter yang tertawa bahagia.


''Dokter... sebenarnya istriku sakit apa'' tanya Bian.


''Istri anda sedang mengandung pak, usia kandungannya sekitar satu bulan. jadi bapak harus menjaganya dengan baik'' Jawab dokter sambil tersenyum


''ohhh.. mengandung, hahhh... appppaaaa, Aku akan punya anak dok'' Bian kaget dan senang campur jadi satu .


''Iya benar pak.. tolong jaga istri anda dengan baik, dan jaga pola makan nya juga'' kata dokter lagi.


''Baik dok.. terimakasih'' jawab Bian sambil menjabat tangan dokter itu.


Setelah dokter itu pergi Bian mendekati Kalista dan mencium kening istrinya itu. Bian sangat senang karena dia akan segera memiliki anak. Begitu juga Kalista dia sangat bahagia karena dia akan segera menjadi seorang ibu.


Bian melarang Kalista bekerja mulai sekarang, Bian ingin agar kelak anaknya lahir dengan sehat.


Setiap hari Bian menjaga Kalista, Bian melarang Kalista ini melarang Kalista gitu. Tapi perhatian Bian ini tidak membuat Kalista marah ,justru ini membuat Kalista semakin mencintai Bian.


******


Kini usia kandungan Kalista sudah memasuki usia 3 bulan. Hari ini Bian harus pergi ke singapura untuk menemui seseorang lagi. Bian sebenarnya ingin mengajak Kalista tapi ini urusan yang sangat mendadak dan penting jadi Bian berangkat sendiri.


Selama Bian pergi, Kalista tinggal bersama dengan ibunya. Bian meminta ibu mertuanya itu untuk datang dan menjaga istrinya selama dia di luar negeri.


********


Sudah dua minggu Bian di luar negeri dan ini waktunya dia untuk kembali. Tapi kali ini Bian tidak sendiri, dia mengajak seorang Pria untuk pulang.

__ADS_1


Bian sengaja tidak memberitahu Kalista tentang kepulangannya ini, dia ingin memberi kejutan kepada Kalista.


Lama perjalanan tidak membuat Bian lelah. Bian justru semangat untuk segera pulang,dia ingin segera menemui istri dan calon buah hatinya.


Bian memilih untuk menyetir sendiri mobilnya bersama seorang pria tadi. Bian juga ingin segera mengenalkan pria itu kepada istrinya. Pria itu bernama Bryan Aditama. Dia adalah saudara kembar Bian yang berada di singapura. Dari kecil Bryan memang sengaja di pisahkan dari Bian, karena Bryan dulu sangat nakal dan selalu menindas Bian. Tapi berkat tindasan Bryan dulu, Bian menjadi pria yang lebih kuat dan mandiri.


Bian sengaja mengajak Bryan pulang karena ingin memperkenalkan dia kepada keluarganya.


Tanpa di sangka-sangka saat perjalanan pulang, Bian dan Bryan sedang asyik mengobrol tiba-tiba ada mobil dari depan yang menabrak mereka.


Brruuuuaaakkkkk..... ( suara tabrakan Mobil)


Sebuah truk menabrak mobil Bian hingga mobil Bian terpental jauh dan rinsek. Bian dan Bryan tidak sadarkan diri. Orang-orang mulai berdatangan dan membawa mereka berdua ke rumah sakit. Bian mengalami luka yang sangat parah karena Bian melindungi Bryan saat tabrakan tadi.


***


Di tempat lain Kalista yang sedang tidur tiba-tiba menjerit dan memanggil nama Bian. Keringat bercucuran di wajah Kalista. Seperti ada firasat buruk, Kalista pergi ke dapur untuk mengambil minum. Karena hatinya masih tidak enak, Kalista menelepon ke nomor Bian. Tapi sayang tidak ada jawaban dari Bian.


Kalista kembali tidur tapi tetap saja perasaannya tidak enak.


***


Keesokan harinya saat Kalista bangun tidur, Kalista menuju dapur dan melihat ibunya sedang memasak. Kalista ingin membantu tapi ibunya melarang. Akhirnya Kalista hanya memperhatikan ibunya memasak dan dia mengambil sebuah apel untuk dia makan.


Ting... tong.. ting.. tong (suara bel rumah)


Mendengar ada yang menekan bel Kalista langsung berjalan membukakan pintu. Kalista tersenyum bahagia melihat siapa yang datang, Kalista langsung memeluk pria di hadapannya itu.


Pria itu hanya diam saat mendapat pelukan dari Kalista, sedangkan Kalista sangat bahagia karena setelah berminggu-minggu tidak bertemu. Akhirnya dia bisa bertemu dengan suaminya.


Terimakasih sudah membaca.


Jangan lupa Rate, Like dan Komen yah...

__ADS_1


__ADS_2