
Lanjut di cafe ...
"Kamu Ferdi kan!!" Tanya Bian
"Iya aku Ferdi, pria yang dekat dengan Lusi" Jawab Ferdi
"Apa kamu menyukai Lusi?" Tanya Bian lagi
"Iya... aku menyukai Lusi, KENAPA?" jawab Ferdi agak ngegas.
"Hei broo.. aku tanya baik-baik ya, kenapa ngegas" balas Bian dengan santai dan senyum nya. Ferdi hanya diam.
"Ok... kamu suka Lusi kan?. Apa kamu tahu aku siapanya Lusi?" Bian bertanya lagi kepada Ferdi.
"Aku tahu, kamu pacar Lusi kan!" jawab Ferdi tanpa ragu dan santai.
"Kamu tau kalo aku pacar Lusi, kenapa kamu masih mendekati dia?" tanya Bian lagi.
"Aku merasa nyaman dekat dengan Lusi, dan aku tertarik kepada Lusi" jawab Ferdi.
"Begitukah.... Kamu lucu Ferdi" Bian lalu tertawa.
"Apanya yang Lucu....Lusi juga menyukaiku. Aku sama Lusi juga sudah merasa cocok" jawab Ferdi lagi.
__ADS_1
"Menurutku kamu lucu Ferdi, kamu dengan terang-terangan menyukai pacarku" Masih dengan tawanya Bian menjawab Ferdi.
Ferdi hanya diam melihat Bian tertawa.
"Kenapa kamu tertawa, aku akan merebut Lusi darimu Bian. Apa kamu tidak takut Lusi akan lebih memilih aku daripada kamu?" Tanya Ferdi kepada Bian.
Dengan senyum nya Bian menjawab "Silahkan kalo kamu mau merebut Lusi. Kalo memang Lusi mencintaimu aku akan mendukungmu. sebaliknya kalo dia mencintaiku dia tidak akan meninggalkan aku" jawab Bian dan beranjak pergi meninggalkan Ferdi.
Ketika Bian membuka pintu dan akan keluar Ferdi berteriak kepada Bian "Aku akan mengejar Lusi dan mendapatkan dia, dengar itu Bian".
"Bwahahahhaa...ok. Aku akan menunggu hari itu" Bian menjawab dengan tertawa dan Pergi. Entah itu tawa Bian asli atau palsu yang jelas Bian sudah lega dan tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Bian sudah lupa dengan rasa laparnya tadi. Mungkin dia sudah kenyang mendengar jawaban Ferdi.
Jam menunjukkan pukul 1 malam, Bian masih belum bisa tidur. Bian masih memikirkan obrolannya dengan Ferdi tadi. Entah kenapa Bian tidak kesal dengan ucapan Ferdi tadi. Bian hanya berfikir kalo dirinya begitu bodoh sampai bisa di selingkuhin dan tidak tahu.
"Apa aku memang bodoh, kenapa semua jadi seperti ini" guman Bian.
Bian mengambil ponselnya dan tidak melihat ada pesan atau telefon masuk dari Lusi.
"Aaarrrrggg....." Bian mengusap wajahnya dengan kasar dan melempar ponselnya ke kasur. Bian mengambi bantal dan menutup kepalanya dengan bantal, Berharap agar cepat tidur dan melupakan masalah ini. Akhirnya Bian pun tertidur.
*Pagi pun datang...
__ADS_1
Saatnya Bian untuk bekerja, Dia sudah siap dan sudah rapi. Bian menuju garasi motornya dan segera berangkat ke tempat kerja. Tapi kali ini Bian berinisiatif untuk menjemput Lusi dan meminta maaf.
Tapi sayang Lusi sudah di jemput oleh Ferdi. Dari jauh Bian melihat Lusi tersenyum manis kepada Ferdi.
"Mungkin ini yang terbaik buat Lusi, sepertinya Ferdi benar-benar mencintai Lusi" Batin Bian. Bian langsung pergi meninggalkan Lusi dan Ferdi.
**
Lusi telah sampai di cafe tempat dia kerja. Lusi kaget melihat Bian yang sudah berdiri di depan pintu.
"Kakak .. sudah ada di sini, tumben kakak berangkat pagi?" Lusi bertanya kepada Bian.
"Hmmmm...." Hanya itu jawaban Bian. Lusi tidak mengerti kenapa Bian dingin lagi kepadanya. "Kak.. aku taruh tas ku di dalam dulu ya" ucap Lusi sambil berjalan masuk cafe itu.
Tiba-tiba Bian barkata "Lusi.... ayo kita akhiri semua ini. Ayo kita putus".
Lusi mematung mendengar kalimat yang di ucapkan Bian, Lusi kaget untuk kedua kalinya. Dan Lusi menoleh kepada Bian.
sampai di sini dulu ya gays...
Jangan Lupa kasih LIKE, KOMEN, VOTE, & RATE...jangan lupa juga jadikan FAVORIT ya..
Terimakasih sudah membaca..
__ADS_1