Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 15


__ADS_3

Hari ini hari minggu, hari yang cerah untuk pergi jalan-jalan dan berlibur. Bian dan Keysa berada di salah satu mall yang ada di sana. Bian mengajak Keysa pergi belanja untuk keperluan mereka.


Karena terlalu lama belanja Bian dan Keysa merasa lelah juga lapar. Mereka pergi ke restoran cepat saji yang berada di dalam mall itu. Bian sudah memesan makanan dan membawanya ke meja.


Lalu Bian dan Keysa makan dengan lahapnya karena belum makan dari pagi.


Setelah selesai makan Bian mengajak Keysa bicara.


"Key... aku akan menemui Tasya" ucap Bian.


"Kenapa ingin menemui Tasya" Tanya Keysa.


"Aku ingin menjelaskan semua kepada Tasya. Aku ingin persahabatan kita dengan Tasya kembali seperti semula" jawab Bian.


"Terserah kamu saja, kalau memang maumu begitu silakan saja" ucap Keysa.


"Apa kamu marah!!" Tanya bian lagi sambil alisnya naik turun.


"Siapa yang marah!! aku tidak pernah marah" jawab Keysa sambil tersenyum menunjukkan deretan giginya.


"Bener ya tidak marah, aku hanya ingin menjelaskan semuanya kepada Tasya" ucap Bian.


"Iya sayang!! gak marah sayang" jawab Keysa sambil mencubit pipi Bian.


Sebenarnya Bian masih tidak enak kepada Tasya. Karena setelah kejadian itu, Bian dan Tasya tidak pernah tegur sapa lagi. Tasya selalu berusaha menghindari Bian. Tapi Bian tidak suka dengan keadaan ini.


***


Tidak lama setelah Bian dan Keysa mengobrol, Nensy datang dan duduk bersama satu meja dengan Bian.


Nensy memang agak sedih melihat pria yang di cintainya bersama dengan wanita lain. Tapi mau gimana lagi, demi persahabatan nya dengan Bian dia harus berpura-pura tegar dan biasa aja.


Nensy lalu ikut makan bersama Keysa dan Bian. Nensy hanya bisa melirik Bian. Mereka pun mengobrol dengan canda tawa. Kenapa mereka bisa mengobrol dengan santai karena Bian sudah menceritakan soal Nensy kepada Keysa.


Sudah selesai makan Bian,Keysa dan juga Nensy lalu pulang. Bian pulang bersama Keysa sedangkan Nensy naik taksi.

__ADS_1


****


Telah sampai di rumah Keysa, Bian memegang tangan Keysa sebelum dia turun dari motor Bian.


"Kenapa,,, aku mau turun" ucap Keysa.


"Sebentar!!! aku hanya ingin begini sebentar saja" ucap Bian.


"Belum puas bersamaku. Tadi kita sudah jalan-jalan" ucap Keysa.


"Aku hanya ingin memegang tanganmu saja" ucap Bian.


"Apa mau masuk saja biar kamu bisa memegang tanganku lama" ucap Keysa dengan tertawa.


"Ide bagus itu, yuk kita masuk saja" kata Bian.


"Kamu sengaja ya!! sudah sana pulang. Aku mau istirahat" ucap Keysa sambil melepas tangan Bian dan turun dari motor.


"Iya....iya... sampai jumpa sayang" ucap Bian.


"Senyumnya manis sekali, jadi gak pengen pulang" batin Bian.


Bian langsung menjalankan motornya menuju rumah Tasya. Di jalan Bian berfikir kira-kira apa yang akan dia katakan kepada Tasya.


***


Telah sampai di rumah Tasya.


Bian mengetuk pintu dan berdiri menunggu Tasya membuka pintu. Benar saja ada orang yang membuka pintu dan Tasya lah yang membuka pintu.


Melihat Bian yang ada di depannya Tasya langsung menutup pintunya kembali. Tapi Bian sudah menahan pintu itu lebih dulu.


"Tasya tunggu!!!" ucap Bian sambil menahan pintu.


"Mau apa kamu kesini" ucap Tasya ketus.

__ADS_1


"Aku ingin menjelaskan sesuatu" kata Bian.


"Tidak ada yang harus di jelaskan" kata Tasya.


"Aku tahu kamu lagi marah Tasya. Makanya aku ingin menjelaskan sesuatu padamu" ucap Bian.


Tasya tidak peduli dengan ucapan Bian. Tasya tetap ingin menutup pintunya. Tapi Bian tetap menahan pintunya dan Tasya akhirnya membiarkan Bian menjelaskan semuanya.


Bian menjelaskan semua tentang hubungan dia dengan Keysa. Tasya sudah tahu semua itu karena sebelumnya Riko sudah menjelaskan. Tapi Tasya tetap ingin Bian yang menjelaskan nya. Setelah. menjelaskan Bian lalu berbicara kepada Tasya.


"Tasya... aku ingin kita berteman seperti dulu. Aku tidak pernah ingin menyakitimu. Tolong mengerti Tasya" ucap Bian.


"Aku sudah mengerti semua. Aku juga tidak marah padamu" ucap Tasya.


"Kalau kamu tidak marah, kenapa kamu menghindari aku" tanya Bian.


"Aku cuma tidak mau merusak hubunganmu dengan keysa" ucap Tasya.


"Kamu tidak menyakiti kami. Justru dengan sikapmu yang seperti ini, membuatku merasa bersalah" ucap Bian.


"Terus... aku harus gimana" ucap Tasya.


"Aku ingin kita kembali seperti semula. Kita bisa mengobrol dan bercanda seperti sebelumnya" ucap Bian.


"Baiklah aku akan berusaha kembali seperti dulu" ucap Tasya.


"Senang rasanya mendengar kamu mengatakan itu Tasya" ucap Bian sambil tersenyum.


Akhirnya Bian dan Tasya kembali menjadi sahabat. Bian tidak tahu apa Tasya benar-benar memaafkan nya atau tidak. Tapi Bian selalu berharap kalau mereka kembali menjadi teman baik.



Terimakasih sudah membaca. ..


Jangan lupa RATE, LIKE , KOMEN & FAVORITE. Kalau berkenan VOTE juga boleh banget.

__ADS_1


Salam hangat dari author Gaje.


__ADS_2