Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 37


__ADS_3

Matahari sudah memancarkan sinarnya, seorang lelaki duduk di kursi taman dengan wajah yang kusut dan pucat. Dia adalah Bryan, dari semalam Bryan duduk di taman itu dan memikirkan semua ucapan Clara. Bryan sudah tidak ada pilihan lain, dia berfikir kalau sudah tidak mungkin lagi dia menikahi Kalista. Hati Bryan bimbang dengan semua keadaan ini.


Bryan mengusap wajahnya dengan kasar lalu menundukkan kepalanya. Tiba-tiba ada langkah kaki mendekat dan seorang wanita duduk di sebelah Bryan.


"Kamu sangat kacau Bryan" ucap wanita itu.


"Kamu yang mempersulitku Clara" jawab Bryan.


"Aku tidak pernah mempersulitmu, itu adalah janji kita" ucap Clara angkuh.


"Tidak bisakah kamu melupakan janji itu" jawab Bryan masih menunduk.


"Hmm... tidak mungkin Bryan, karena aku tidak akan pernah melepaskanmu untuk wanita lain" Clara mengatakan itu dengan smirk nya.


"Lalu apa maumu?" tanya Bryan.


"Menikah... hanya itu yang aku mau. Kita harus segera menikah agar kamu cepat melupakan wanita itu dan kembali padaku" jawab Clara.


"Tidak... aku hanya ingin menikahi Kalista" Jawab Bryan yang langsung berdiri ingin meninggalkan Clara.


Clara menarik tangan Bryan dan ikut berdiri di depan Bryan.


"Bryan... menikahlah denganku, setelah kamu memberikanku seorang anak kita bercerai" ucap Clara sambil mencengkerang tangan Bryan. Sakit mengucapkan kalimat itu tapi agar Bryan mau menikahinya Clara terpaksa harus mengatakan itu.


"Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan Clara?" tanya Bryan.


"Aku sangat sadar Bryan" Clara mulai meneteskan air matanya.


Melihat air mata di wajah Clara hati Bryan merasa bersalah karena selama ini Bryan tidak pernah ingin melihat Clara menangis. Bryan memeluk Clara dan menepuk punggung Clara. Sedangkan Clara semakin menangis dan berharap waktu akan berhenti, Pelukan yang dia rindukan selama ini akhirnya dia merasakannya kembali.


Setelah Clara mulai tenang, Bryan menjawab menjawab keinginan Clara tadi.


"Clara... aku setuju dengan yang kamu ucapkan tadi. Kita akan menikah dan akan bercerai saat kamu sudah hamil" ucap Bryan.


"aku sangat bahagia mendengarnya Bryan, Kita akan menikah besok" Senyum lebar di wajah Clara.

__ADS_1


Melihat Clara yang kembali tersenyum membuat Bryan merasa tenang. Dan Bryan mengajak Clara pulang.


Di tempat lain di kediaman Kalista


Baby Lard masih menangis, dia sepertinya merindukan Bryan. Kalista sudah tidak tahu harus gimana lagi menenangkan baby Lard. Dari tadi Kalista sudah berusaha menghubungi Bryan tapi tidak ada jawaban dari Bryan.


"Bryan... angkat dong teleponnya" ucap Kalista sambil modar mandir menghubungi Bryan.


Kalista sudah lelah menghubungi Bryan tapi tidak ada jawaban akhirnya dia menggendong Lard dan membawanya ke kamar Bryan. Benar saja baby Lard langsung diam dan tersenyun saat melihat foto Bryan yang ada di sudut ruangan.


Kalista meletakkan Baby Lard di kasur dan karena terlalu lelah Kalista berbaring di sana juga.


Kalista mencium bau parfum yang biasa di gunakan oleh Bryan, bau itu membuat Kalista merasa Bryan berada di sampingnya.


"Apa yang aku fikirkan, sudahlah lebih baik aku tidur. Lard juga sudah tidur" Batin Kalista.


Akhirnya mereka berdua tertidur di kamar Bryan.


*****


"Byan... kamu ingin mengajakku kemana untuk bulan madu" tanya Clara dengan senyum manisnya.


"Aku ingin bertemu dengan Baby Lard, aku sangat merindukan dia" ucap Bryan mengalihkan pembicaraan Clara.


"Ayo.. kita temui dia dan perkenalkan aku kepadanya" jawab Clara.


"Kamu yakin ingin menemui dia" tanya Bryan yang masih belum yakin.


"Tentu saja.. aku juga sangat ingin bertemu dengan Kalista" jawab Clara lagi.


Deg.... mendengar nama Kalista disebut membuat Bryan murung.


Clara tahu kalau ucapannya membuat Bryan mengingat lagi wanita itu. Clara menarik Bryan dan mengajak dia untuk pergi ke tempat penjual ice cream. Dulu saat Clara sedih Bryan yang akan selalu memberinya ice cream, tapi sekarang dia yang akan melakukan itu untuk Bryan.


Malam hari di rumah Bryan

__ADS_1


"Bryan... sudah malam apa kamu tidak ingin tidur" ucap manja Clara.


"Sebentar, aku harus segera menyelesaikan dokumen ini" jawab Bryan.


"Bryan bukankah kamu sudah berjanji padaku, kamu akan membuatku mengandung anakmu" ucap Clara sambil memeluk lengan Bryan.


"Pekerjaanku masih belum selesai Clara, kamu bisa pergi tidur. Aku juga masih membutuhkan waktu untuk melakukan itu" jawab Bryan sembari melepas tangan Clara dari lengannya.


Clara tidak menerima tolakan Bryan, Clara duduk di pangkuan Bryan memeluk Bryan.


"Clara... tolong tinggalkan aku" ucap Bryan.


"Tidak... ini malam pernikahan kita, kamu harus memberikan dirimu untukku" ucap Clara sambil mencium leher Bryan.


"Clara sudahlah... biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku" Bryan sudah mulai tidak nyaman.


"Bryan.... aku sangat mencintaimu, jangan pernah meninggalkan aku" ucap Clara masih dengan memeluk Bryan.


"Clara.... aku... mmmhh" belum selesai bicara Clara sudah mencium bibir Bryan.


Clara membuat Bryan kehilangan kendali, dan akhirnya mereka melakukannya malam itu.


***


Pagi ini Bryan bangun dan dia melihat Clara yang tidur pulas di sampingnya. Bryan baru sadar jika dia sudah kehilangan kendali tadi malam. Bodohnya dia, dia mengannggap yang bersamanya tadi malam adalah Kalista.


Bryan duduk di tepi ranjang dan mengusap wajahnya, masih tidak habis fikir kenapa dia menjadi seperti ini. Clara terbangun dan langsung memeluk Bryan dari belakang.


"Terimakasih Bryan... kamu membuatku bahagia tadi malam" ucap Clara.


"Aku akan mandi dulu clara, kamu istirahat saja" Bryan beranjak berdiri dan meninggalkan Clara.


Clara kembali tidur dan memakai selimutnya sembari tersenyum bahagia.


Terimakasih sudah membaca...

__ADS_1


__ADS_2