Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 21


__ADS_3

Di kota S~~


Arga Hermansyah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari tahu kenapa Lusi bersedih. Arga berjanji kepada Lusi, akan menghajar orang yang sudah membuat Lusi bersedih.


Setelah menunggu kabar cukup lama, Arga mendapat kabar dari anak buahnya. Mereka menceritakan jika Lusi terlihat bersama seorang pria di supermarket itu. Setelah itu pria itu pergi dan Lusi terlihat murung sampai sekarang. Arga melempar semua barang yang ada di depannya. Arga marah karena Arga sudah tahu, pasti Bian orang yang bertemu dengan Lusi di Supermarket.


Arga memesan tiket menuju kota H,Dengan perasaan marah dan siap untuk menghancurkan Bian.


***


Di kota H~


Arga Hermansyah telah sampai di kota H. Tanpa berfikir panjang lagi Arga langsung menuju ke cafe tempat Bian bekerja. Sebelumnya Arga sudah tahu dimana Bian berada karena Arga memiliki mata-mata di sana.


Di cafe~


Bian sedang melayani pembeli bersama dengan Riko.


Arga datang , dia membuka pintu cafe dan langsung menuju tempat dimana Bian berada sekarang.

__ADS_1


Di depan para pengunjung cafe Arga langsung menonjok dan memaki Bian habis-habisan. Ini sudah kedua kalinya Arga memaki Bian di depan umum. Tanpa mendengar penjelasan Bian sedikitpun Arga langsung menghajar dan memaki Bian. Setelah puas dengan apa yang dia lakukan, Arga langsung pergi.


Rasa malu campur aduk menjadi satu. Bian hanya tersenyum dalam hati dan menertawakan kebodohan seorang Arga yang seenaknya menghajarnya.


Riko datang dan menolong Bian. Riko ingin mengejar Arga yang sudah pergi. Tapi Bian melarang Riko melakukan itu, Bian menarik lengan Riko. Riko tahu apa yang di maksud oleh Bian. Riko membantu Bian berdiri dan mengambil kursi untuk duduk Bian.


Bian masih diam dengan duduk dan berfikir.


"Ini kali kedua kamu menghajarku dan mempermalukan aku Arga. Aku bukan orang seperti yang kamu fikirkan. Aku tidak mau seperti ini lagi. Aku akan buktikan kalau kamu telah salah menilai orang Arga" batin Bian.


Bian bangun dari duduknya dan menuju ruangan bosnya. Bian mengundurkan diri dari pekerjaannya dan Bian langsung pergi dari cafe itu.


Bian memesan semua minuman yang dia inginkan, bahkan sampai dia tak sadar.


Sudah sangat malam dan sangat larut. Bian juga sudah terlalu lama di club malam itu. Bian membayar semuanya dan pulang.


Dengan rasa kesal dan emosi Bian melajukan motornya dengan kencang. Tanpa Bian sadari dia menabrak mobil yang sedang berbelok. Tanpa sadar dan tanpa tahu apa yang akan terjadi padanya Bian memilih untuk pasrah dengan keadaannya.


***

__ADS_1


Rumah sakit~


Bian di bawah masuk ke dalam ruang gawat darurat. Tubuh Bian sudah berlumuran darah dan Bian sudah tidak sadarkan diri.


Seorang wanita menunggu di depan pintu ruangan itu. Kalista Putri dialah yang membawa Bian ke rumah sakit.


Flashback on~


Kalista sedang bersantai menonton televisi sambil menunggu Bian datang. Tapi saat sudah menunggu lama hanya Riko yang datang. Kalista bertanya kepada Riko keberadaan Bian tapi Riko tidak tahu. Kalista lanjut menonton televisi dan menunggu Bian.


Waktu menujukkan pukul 01.00 malam. Tiba-tiba ponsel Kalista berbunyi dan yang menelepon adalah warga sekitar yang sedang melintas dan melihat Bian yang kecelakaan.


Kalista kaget dan ponsel Kalista terjatuh mendengar Bian kecelakaan. Kalista langsung menuju ke tempat dimana Bian kecelakaan. Setelah sampai Kalista langsung membawa Bian ke rumah sakit.


Flashback off~


Kalista masih menunggu Bian di depan pintu ruang Gawat darurat. Menunggu dan menunggu, Kalista dengan cemasnya menunggu Bian di sana.


Terimakasih sudah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa RATE, LIKE, KOMEN sama FAVORITE. Jika berkenan memberi VOTE juga boleh.


__ADS_2