
Sudah seminggu Bian dan Kalista cuti kini saatnya mereka kembali ke pekerjaan mereka.
Bian berada di ruang meeting membahas perkembangan perusahaan selama di tinggal cuti . Meeting berjalan dengan lancar dan kini waktunya makan siang.
Bian menghubungi Kalista dan ingin mengajaknya makan siang bersama. Tapi tidak ada jawaban dari Kalista. Lalu Bian pergi ke ruangan Kalista di sana juga tidak terlihat ada Kalista. Bian agak kawatir karena tidak biasanya Kalista pergi tanpa mengabarinya. Bian kembali ke ruangan nya dengan wajah merenung.
Sampai sore hari, waktunya pulang kerja Kalista juga belum mengabari Bian.
Bian mulai kawatir dia ingin pergi mencari Kalista, tapi sebelum Bian membuka berangkat ternyata Kalista sudah membuka pintu ruangan Bian.
''Kalista sayang... kamu dari mana saja, aku sangat kawatir'' ucap Bian sambil berjalan mendekati Kalista dan langsung memeluknya
''Maaf Bian... aku.. aku tadi ke rumah bibi'' jawab Kalista ragu.
''Benarkah.. kenapa Kamu tidak mengabari aku dulu tadi'' tanya Bian yang ragu dengan jawaban istrinya.
''Maaf sayang.. aku buru-buru tadi dan ponselku mati'' jawab Kalista sambil tersenyum.
''Baiklah.. ayo kita pulang, aku sudah sangat lapar. Karena kawatir denganmu aku tidak makan siang tadi'' ucap Bian
''Kenapa kamu tidak makan? maaf Bian. Ayo kita pulang aku akan memasak yang enak untukmu nanti'' jawab Kalista sambil mengandeng tangan Bian keluar ruangan.
Bian menyetir mobilnya dengan tenang, sesekali dia melirik Kalista yang hanya diam tanpa mengatakan apapun. Kalista hanya memalingkan wajahnya menghadap jendela mobil seperti ada yang dia fikirkan.
Bian tahu,pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kalista. Bian akan mencari tahu apa yang sebenarnya di sembunyikan Kalista.
__ADS_1
**
Sampai di rumah, Kalista langsung turun dan masuk rumah tanpa menunggu Bian. Sikap Kalista sungguh aneh, Bian heran dengan sikap istrinya hari ini yang tidak seperti biasanya.
Bian masuk rumah dan merebahkan dirinya di sofa ruang tamu. Terlalu lelah dan lapar membuat Bian tertidur di sofa.
Kalista yang baru menyadari kalau dia baru saja mengabaikan Bian langsung turun dari kamarnya yang berada di lantai dua.
Kalista berjalan mendekati Bian, dengan mata yang berlinang Kalista membelai rambut Bian.
''Maaf... aku sudah berbohong padamu hari ini. Aku tidak bisa menceritakan semua kepadamu Bian. Suatu saat aku akan menceritakan semuanya padamu'' Ucap Kalista dalam hati.
Kalista baru ingat jika Bian belum makan dari tadi, Kalista berjalan menuju dapur dan memasak untuk Bian. Sekitar satu jam Kalista memasak, sudah matang semua makanan yang Kalista masak dan kini dia berniat membangunkan suaminya.
Mencium bau masakan yang sangat enak Bian terbangun dan menuju meja makan. Benar saja makanan sudah terhidang dan tanpa basa basi Bian menyantap masakan istrinya itu.
*******
Keesokan harinya Bian baru bangun, dan saat di melihat di sebelahnya sudah tidak ada Kalista. Bian merjalan ke lantai bawah menuju dapur, disana dia juga tidak melihat keberadaan Kalista. Bian membuka kulkas, dia ingin mengambil air minum tapi dia belihat sebuah kertas yang menempel di pintu kulkas. Kertas itu bertuliskan
''Sayang.. aku berangkat ke kantor lebih awal, karena tadi ada telepon dan ada masalah sedikit. bye sayang love you istrimu'' Isi kertas itu.
Bian menghubungi sekretarisnya dan bertanya benarkah istrinya datang ke kantor pagi ini. Ternyata Kalista belum ada di ruangannya. Bian geram dengan Kalista, Bian tidak mengerti kenapa Kalista harus membohonginya.
Bian segera berlari menuju kamarnya dan membersihkan dirinya. Setelah siap Bian langsung menuju kantor. Di perjalanan Bian berharap Kalista sudah berada di ruangannya. Jika tidak, dia akan mengambil tindakan.
__ADS_1
Sampai di kantor dengan sikap dinginnya Bian berjalan ke ruangan Kalista, di sana Kalista sudah duduk mengerjakan semua berkas yang tertunda.
Kalista kaget karena Bian tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu
''Bian.. kenapa kamu tidak mengetuk dulu sebelum masuk?'' tanya Kalista dengan spontan.
''Apa aku harus mengetuk pintu sebelum menemui istriku'' Jawab Bian dingin.
''Maaf.. aku tidak bermaksud untuk..'' ucapan Kalista terpotong karena Bian sudah dulu bertanya padanya.
''Kamu pergi kemana tadi pagi?'' tanya Bian.
''Aku ada urusan tadi, aku juga sudah meninggalkan pesan untukmu'' jawab Kalista.
''Hmm.. apa urusanmu lebih penting dari suamimu?'' tanya Bian lagi
''Apa kamu tidak percaya padaku Bian'' Kalista mulai terpancing emosi.
''Apa aku bilang tidak percaya padamu tadi nyonya Kalista Aditama'' Bian menekankan nama Aditama. Karena setelah menikah dengan Bian nama Kalista menjadi Kalista Aditama.
Kalista diam sejenak dan menghela nafas panjang.
''Aku tidak ingin semua menjadi masalah yang besar, maaf jika aku salah Bian'' ucap Kalista.
''Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dariku, aku harap kamu akan mengatakannya sendiri sebelum aku mencari tahu'' ucap Bian dan langsung pergi meninggalkan Kalista.
__ADS_1
Kalista hanya bisa melihat kepergian Bian, Kalista duduk di kursinya dan menyandarkan kepalanya di meja. Kalista merasa bersalah karena sudah berbohong kepada Bian. Kalista hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa Rate, like dan komen