Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 5


__ADS_3

Lanjut baca ya gays....


Riko sudah sampai di Bar itu dan mencari keberadaan Bian. Riko melihat ke salah satu meja yang ada di sana, dan ada pria yang sudah tidak sadarkan diri karena banyak minum.


"Itu dia.." ucap Riko sambil mendekati Bian yang sudah tak berdaya dan meracau tidak jelas. Riko langsung membawa Bian pulang.


***


Setelah perjalanan 30 menit sampailah Riko di rumah Bian. Disana ada Kalista yang tertidur di sofa karena lelah menunggu Bian yang gak pulang-pulang.


Braakkk.... suara pintu yang lumayan keras dan membuat Kalista terbangun. Kalista melihat Riko yg sedang memapah Bian menuju sofa. Melihat keadaan Bian yang seperti itu Kalista pun marah. Lagi-lagi Kalista membawa air segayung, tanpa menunggu lama Kalista lalu menyiramkan air itu ke wajah Bian. Tak ada respon dari Bian, karena tadi dia minum terlalu banyak. Kalista kesal dan memilih untuk pulang meninggalkan Riko dan Bian.


* Keesokan harinya...


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, Bian dan Riko baru tersadar dari mimpi indah mereka.


Bian bangun dan merasakan sakit di kepalanya.


"Arrrgghh....kenapa kepalaku sakit sekali, kenapa aku tidur di sini" Bian masih bingung dengan keadaannya.


"Kenapa kamu ada di sini Riko?" tanya Bian karena melihat Riko yang tidur di sebelah nya.

__ADS_1


"Terus kamu mau siapa yang ada disini, coba ingat-ingat tadi malam kamu kenapa Bian" jawab Riko.


Bian mengingat-ingat apa yang telah terjadi tadi malam.


"Sekarang aku ingat semua Riko" dengan senyum yang tidak bisa diartikan Bian mengatakan itu.


"Terimakasih Riko kamu telah membawa ku pulang" ucap Bian.


Sambil mengedikan bahunya Riko menjawab "Sama-sama, kita sahabat jadi jangan Bilang terimakasih lagi. Baiklah aku pulang dulu ya".


Karena Bian sudah sadar Riko lalu pulang.


Ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Bian.


Bian membuka pintu dan di depan pintu ada Lusi yang berdiri dengan senyumnya yang mengembang. Bian lalu mempersilakan Lusi masuk.


"Hai.. kak. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Lusi.


"Menurutmu... apa aku baik-baik saja" jawab Bian.


"Apa kakak marah padaku?" Tanya Lusi lagi.

__ADS_1


"Aku tidak marah padamu Lusi, aku tidak berhak untuk marah padamu. Kamu berhak mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku" jawab Bian.


"Tidak kak, bukan seperti itu. Aku nyaman bersama Ferdi dan aku nyambung ngobrol sama dia. Tapi aku hanya mencintaimu kak" Lusi menjelaskan.


"Jadi... kamu nyaman bersama dia Lusi!!. Maafkan aku Lusi mungkin semua ini salahku, aku kurang memperhatikan mu. Dan mungkin itu yang membuatmu nyaman bersama FERDI" Bian menegaskan nama Ferdi. Lusi hanya diam dan menunduk mendengar Bian bicara. Air mata Lusipun jatuh dan tidak bisa di bendung lagi. Lusi pergi meninggalkan sendiri. Bian hanya duduk termenung memikirkan hubungan nya dengan Lusi. Bian juga tidak ingin mengejar Lusi. Entah Lusi kemana sekarang Bian juga tidak tahu.


***


Hari sudah sore, Bian merasa lapar dan memutuskan pergi ke cafe terdekat untuk membeli makan.


Disana. . disudut cafe itu Bian melihat ada Ferdi yang sedang duduk sendiri. Bian berjalan mendekat dan langsung duduk di depan Ferdi.


Gays... jangan lupa kasih LIKE, KOMEN & FAVORIT ya. Kalo bisa kasih VOTE juga ya....


Oh iya... RATE juga ya


salam hangat dari author gaje... maaf kalo ceritanya gaje


Ini visual FERDI PRAYOGA. Ini hanya cerita ya gays jadi maaf kalo kalian gak setuju soal visual nya.


__ADS_1


__ADS_2