Berakhir Dengan Duka

Berakhir Dengan Duka
chapter 36


__ADS_3

Keesokan harinya....


Kalista terbangun dari tidurnya, dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Setelah selesai membersihkan dirinya Kalista berjalan menuju kamar Lard, Kalista membuka pintu kamar Lard dan disana dia melihat Lard sedang di gendong oleh seorang wanita paruh baya.


''Anda siapa? kenapa bisa menggendong Putraku? dimana Bryan?" Kalista menanyakan semua pertanyaan secara bertubi-tubi.


"Perkenalkan nama saya bik Asih, saya asisten rumah tangga yang di pekerjakan pak Bryan. Beliau berpesan agar saya menjaga non Kalista" jawab wanita itu yg ternyata pembantu yang di pekerjakan oleh Bryan.


Sebelum Bryan berangkat dia sudah mempersiapkan semuanya untuk Kalista, Bryan berharap Kalista tidak kerepotan menjaga Lard dengan adanya bik Asih.


"Ohh.. jadi Bryan yang menyuruh bibi menjaga saya" tanya Kalista lagi.


"Iya non, saya juga sudah memasak untuk non Kalista. Saya akan menjaga Lard, silakan non Kalista makan dulu" pinta bik Asih.


"Baiklah bik, terimakasih. oh iya bik.... Bryan sekarang dimana?" tanya Kalista.


"Tuan sudah berangkat dari tadi, berliau berkata tidak ingin mengganggu non Kalista makanya langsung berangkat tanpa berpamitan dengan non Kalista" jawab bik Asih.


Deg... hati Kalista bergetar, seperti ada yang hilang. Sesak, sakit... dan air mata serasa ingin menetes. Tapi Kalista tidak mau mengakui semua yang dia rasakan itu. Dia bergegas pergi ke kamarnya untuk mencari ponselnya dan ingin menelfon Bryan.


Berkali kali Kalista menghubungi Bryan tapi tidak bisa selalu di luar jangkauan. Kalista memutuskan untuk menaruh ponselnya dan pergi ke dapur untuk mengambil minum.


Ketika dia melihat kursi yang ada di sana, Kalista ingat kemaren Bryan berpamitan kepadanya. Hati Kalista semakin bergetar. Kalista memegang dadanya yang terasa sesak.

__ADS_1


"Cukup... dia hanya pergi sebentar, aku yakin dia akan cepat kembali. Kenapa aku seperti ini, kenapa aku harus merasa kehilangan. Dia bukan siapa-siapaku, dia adalah saudara Bian. Aku tidak boleh memiliki perasaan ini" Batin Kalista.


Di tempat lain...


Bryan baru saja tiba di singapura, barusaja dia turun dari pesawat ternyata sudah ada seorang wanita yang menjemput Bryan. Seorang wanita sebaya dengan Bryan berparas cantik dan beepenampilan elegan. Wanita itu bernama Clara Davito, dia seorang pengusaha muda yang sangat sukses sekaligus Kekasih Bryan.


Clara sangat senang dengan kedatangan Bryan, dia berharap agar Bryan segera menikahinya. Sebenarnya Bryan datang ini untuk mengurus masalah pernikahan ini. Bryan ingin membatalkan pernikahan ini, tidak di pungkiri dulu Bryan sangat mencintai Clara, tapi semenjak Bryan menggantika Bian untuk menjaga Kalista dan Lard dia sudah mulai melupakan Clara dan mulai mencintai Kalista.


*******


Malam ini Clara meminta Bryan bertemu di salah satu restoran yang terkenal di singapura. Dia ingin membahas tentang pernikahannya dengan Bryan.


"Sayang.... papa dan mama ingin kita segera menikah, mereka ingin kita memberi mereka cucu" ucap manja Clara sambil bergelanjut manja kepada Bryan.


"Aku tau sayang kamu pasti juga ingin cepat menikahiku" ucap Clara setelah melepas ciumannya.


"Bukan seperti itu maksudku Clara... dengarkan aku dulu. Aku ingin mengakhiri hubungan kita, aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku sudah mencintai orang lain" Ucap Bryan.


"Enggak.... kamu pasti bercanda kan sayang. Jangan bercanda terus, ini tidak lucu" ucap Clara yang menganggap ucapan Bryan hanya sebagai candaan.


"Aku tidak pernah bercanda Clara, aku ingin menikahi wanita lain bukan dirimu" ucap Bryan tegas.


Plaaakkkkk......(Suara tamparan )

__ADS_1


Clara menampar Bryan, Clara ingin Bryan segera sadar kalau apa yang dia ucapkan itu omong kosong.


"Jangan mempermainkan aku Bryan, aku yang selalu mendukungmu selama ini. Aku yang sudah lama berdiri di sampingmu dan sekarang dengan mudah kamu ingin meninggalkan aku. Omong kosong Bryan" Clara berusaha menahan emosinya


"Aku berkata yang sebenarnya, aku ingin menikahi wanita lain. Aku ingin menjaganya dan melindunginya, dan aku juga berjanji akan selalu berada di sampingnya" ucap Bryan.


"Siapa wanita itu Bryan? siapa wanita yang sudah membuatmu mencampakan aku?" teriak Clara di depan Bryan, bahkan Clara sudah tidak bisa menahan air matanya.


"Kamu tidak perlu tahu siapa wanita itu Clara. Yang jelas aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini" ucap Bryan dan beranjak ingin meninggalkan Clara.


"Bryan..... Kita tidak bisa putus, kita sudah menandatangi surat perjanjian sebelumnya. Dan di surat itu tertulis hanya aku yang akan menjadi istrimu dan kamua juga sudah menandatangani surat itu sebagai tanda cinta kita. Dan disana juga tertulis hanya maut yang akan memisahkan kita" ucap Clara dengan nada tegas.


Bryan berhenti... dia mengingat kembali kalau yang di katakan Clara itu benar.


Flasback on~


Clara dan Bryan masih terlalu muda waktu itu, mereka masih sekolah. Di sekolah itu Clara selalu menjadi gadis yang di tindas oleh teman-temannya. Dan waktu itu Clara sedang makan di kantin dan tiba-tiba datang wanita bersama gengnya membully Clara. Mereka menumpahkan makanan dan minuman di kepala Clara bahkan saking bencinya terhadap Clara mereka merobek baju seragam Clara. Clara hanya diam saja waktu itu karena Clara ketakutan. Dan di saat itulah Bryan datang, dia menolong Clara dan melepas jacketnya dan di berikan kepada Clara. Bryan mengancam semua orang yang sudah membully Clara. Sejak saat itu Bryan selalu berada di sisi Clara begitupun sebaliknya. Lama-lama hubungan mereka menjadi lebih dekat dan lebih dari seorang teman. Dan saat itu lah mereka berjanji akan selalu melengkapi dan mereka membuat surat peejanjian untuk sehidup semati dan hanya maut yang bisa memisahkan mereka.


Flashback off~


Setelah Bryan mengingat semua itu, dia seperti lemas dan tidak tahu harus bagaimana lagi.


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa meninggalkan jejak yah.

__ADS_1


__ADS_2