
Masih di cafe...
Lusi berjalan mendekati Bian, Lusi memegang tangan Bian dan bertanya "Apa yang kamu katakan tadi Bian?"
mungkin karena kesal Lusi tidak memanggil kakak lagi. Bian hanya diam tidak menjawab.
"Hmm....Apa yang kamu katakan, kenapa kita harus putus?" Lusi bertanya sambil berteriak kepada Bian. Lusi dan Bian lupa jika mereka sedang berada di cafe dan sekarang banyak orang yang memperhatikan mereka.
Lusi mencengkeram tangan Bian sambil menangis. Bian mulai menatap Lusi dan melihat wajah Lusi yang sudah di banjiri dengan air mata. Hati Bian pun goyah, Bian menarik Lusi dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya.
Berada di dalam dekapan Bian, Lusi pun menangis tersedu-sedu. Bian menangkup dan mengusap wajah Lusi Yang di penuhi air mata. Dengan keadaan yang seperti ini, tidak mungkin mereka bekerja. Bian pergi menemui owner cafe dan minta ijin untuk tidak bekerja. Begitupun juga dengan Lusi.
***
Bian mengantar Lusi pulang, 30 menit perjalanan mereka sampai di rumah Lusi.
"Kita sudah sampai" Bian memberitahu Lusi.
"Iya aku tahu, tapi aku masih ingin bersamamu" Jawab Lusi.
"Turun lah, dan masuk lah Lusi. Istirahat tenangkanlah dirimu" ucap Bian.
"Tidak... aku ingin kamu menemaniku. Ayo masuklah aku akan membuatkan kamu minum" ucap Lusi dengan senyumnya.
"Baik lah.. tapi sebentar saja" jawab Bian.
Bian lalu turun dan ikut masuk kerumah Lusi.
__ADS_1
Lusi mempersilakan Bian duduk dan Lusi pergi ke dapur untuk membuatkan Bian minum.
Baru saja Bian duduk, terlihat seorang lelaki turun dari lantai dua Yaitu Arga.
"Hai broo... kamu disini" Tanya Arga.
"Iya ... aku mengantar Lusi" Jawab Bian.
"Kenapa kalian sudah pulang, bukannya tadi Lusi bilang akan bekerja" Tanya Arga lagi.
"Tadi ada masalah sedikit, jadi lebih baik aku sama Lusi pulang".
"Ok lah, aku mau pergi dulu. Tolong jaga Lusi ya, asal kamu tahu banyak lelaki yang mengejarnya tapi dia malah memilih kamu" ucap Arga panjang lebar.
"Hmm..." jawab Bian singkat.
Lusi datang membawa jus jeruk dan berkata "Jangan dengarkan Arga, dia memang suka mengada-ngada".
Bian menoleh dan menjawab Lusi dengan senyum saja.
Lusi dan Bian lalu berbincang-bincang, Lusi pun kembali ceria seperti biasa. Tapi tidak dengan hati Bian.
Bian juga terlihat tersenyum bahagia padahal hatinya masih tidak nyaman dengan keadaan ini. Bian tersenyum hanya untuk membuat Lusi bahagia.
Sudah lama Bian berada di rumah Lusi, Lalu Bian berpamitan untuk pulang. Karena Lusi sudah ceria lagi Bian pun pergi dari rumah Lusi.
Sebelum pergi Bian meminta maaf kepada Lusi karena sudah membuatnya menangis.
__ADS_1
"Lusi... maaf karena aku telah membuatmu menangis. Aku hanya ingin kamu--" Belum selesai Bian bicara Lusi sudah menjawab
"Tidak apa-apa, Aku sayang kamu" sambil mencium pipi Bian dan Lusi berlari masuk kedalam rumahnya karena malu.
Bian tidak tahu harus bagaimana, Bian menjalankan motornya dan pulang.
***
Dalam perjalanan pulang Bian berhenti di salah satu supermarket disana untuk membeli minuman dingin dan camilan karena Bian berencana begadang menonton pertandingan sepak bola bersama Kalista dan Riko.
Bian sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan dan pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya. Tapi saat di kasir dia harus menunggu karena ada gadis yang kesulitan untuk membayar belanjaannya.
Awalnya Bian sabar menunggu tapi lama-lama dia bosen karena gadis itu belum juga membayar belanjaannya. Karena tidak mau ribet Bian langsung membayar belanjaan gadis itu. Tanpa berterimakasih gadis itu pergi meninggalkan Bian. Bian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Belanjaan Bian sudah di hitung oleh kasir dan Bian langsung membayarnya.
Bian berjalan menuju parkiran dan melihat seseorang yang duduk di motornya.
Ok gayss.... sampai sini dulu ya ceritanya, Kira-kira siapa ya yang duduk di motor Bian?
Ini visual ARGA HERMANSYAH . anggap aja bang cy Arga ya.
Jangan lupa LIKE, KOMEN,FAVORIT & VOTE jika berkenan...
Terimakasih sudah membaca...
Salam hangat dari author gaje...
__ADS_1