Berbagi Kekasih

Berbagi Kekasih
Segiempat


__ADS_3

Canggung.


Itu adalah apa yang dirasakan ketika Celline menyadari bahwa dia tidak hanya duduk dengan Morvin, namun ada juga pasangan yang tidak ingin dia temui. Ya, itu adalah Daniel dan Nancy. Mereka berdua memutuskan untuk bergabung di mejanya.


Tentu saja kedua orang itu memiliki tujuan tersendiri. Daniel bergabung karena tidak mau melihat Celline dan Morvin duduk berdua. Tidak mau dan tidak akan mau melihat orang yang dicintai duduk bersama dengan pria lain.


Terutama karena dia sangat tahu tentang masa lalu Celline. Gadis itu pernah menyukai Morvin, bagaimana jika tiba-tiba rasa itu kembali muncul karena bertemu kembali dengan Morvin? Tidak, dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.


Sebenarnya dia cukup jengkel. Kenapa Morvin harus hadir di saat hubungannya dengan Celline sedang dalam masa yang kritis? Jika seperti ini maka peluang bagi Celline untuk berpaling akan lebih besar.


Jika itu adalah apa yang dipikirkan oleh Daniel, maka pikiran Nancy tentu saja berbeda dengan apa yang dipikirkan Daniel. Gadis itu ingin menunjukkan bahwa Daniel telah menjadi miliknya. Bukan milik Celline atau orang lain.


Tentu saja ada alasan yang membuatnya melakukan itu. Walaupun Daniel telah menjadi miliknya di atas status, namun dia masih tidak merasa aman. Itu karena dia tahu kedua insan itu sebelumnya saling mencintai. Jika hubungan suami istri saja sering ada yang namanya perselingkuhan, lalu bagaimana dengan hubungannya yang hanya sebatas pacar?


Dia melihat Morvin dan Celline secara bergantian. Dia bisa merasakan tatapan Morvin yang sedikit berbeda ketika melihat kepada Celline. Sepertinya dia memiliki perasaan khusus yang disimpan.

__ADS_1


Sudut bibirnya sedikit terangkat. Ini adalah peluang yang sangat bagus. Kenapa dia tidak memanfaatkannya? Meskipun Morvin tidak setampan Daniel, namun dia masih di atas rata-rata. Seharusnya Celline akan sedikit tertarik bukan?


Dan juga ... jika dilihat dari ekspresi Celline, gadis itu juga sedikit canggung. Mungkinkah mereka memang memiliki sesuatu yang tidak dikerahuinya?


"Halo, kenalkan namaku Nancy," ucap Nancy sambil menyunggingkan senyum. "Aku teman Celline, dan ini Daniel kekasihku."


Dia mengulurkan tangannya yang disambut dengan hangat oleh Morvin. "Aku Morvin, kakak kelas Celline dulu. Soal Daniel aku juga sedikit tahu tentang dia. Kebetulan kita satu sekolah."


Daniel mengerutkan keningnya tidak suka. Dia tidak mau Morvin mengetahui tentang hubungannya dengan Nancy atau Morvin bisa mendekati Celline. Namun tetap saja dia tidak mungkin membantah fakta jika dia memang kekasih Nancy.


Celline hanya terkekeh. Dia tidak membalas ucapan Nancy. Sepertinya tidak terlalu penting juga. Hanya saja saat ini dia sudah tidak betah dan ingin segera pulang. Makhluk pemangsa teman sendiri sepertinya tidak cocok berdekatan dengannya. Terlalu menjijikkan.


Ternyata Nancy tidak berhenti. "Kalian sudah kenal berapa lama? Kok bisa ketemu di sini? Apa udah janjian ya?"


Morvin menggelengkan kepalanya. Ternyata dia masih tidak menyadari suasana yang menjadi semakin tidak benar. "Kebetulan aku ketemu Celline nggak sengaja tadi."

__ADS_1


"Katanya kalau kebetulan itu tandanya berjodoh," ucap Nancy yang di akhiri dengan tawa.


Daniel ingin sekali membekap mulut Nancy agar berhenti berbicara. Apa yang keluar dari mulutnya hanya akan berakhir dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kenapa gadis itu sangat sulit diatasi?


Dia mendekat ke Nancy dan berbisik tepat di telinganya. "Kamu bisa 'kan berhenti ngomong? Apa lagi sih rencana kotormu?"


Sorot mata Nancy langsung berubah. Mulutnya mencibir namun tidak berkata apa-apa lagi.


Celline melihat bahwa Daniel sepertinya sudah mulai dekat dengan Nancy. Lelaki itu mau berbisik di telinganya meskipun dia tidak tahu apa yang dikatakan, tapi tetap saja dia merasa tidak senang.


"Maaf, kayaknya aku harus pulang sekarang." Celline langsung bangkit tanpa menatap Daniel mau pun Nancy. Dia hanya tersenyum sedikit pada Morvin.


"Aku akan mengantarmu," ucap Morvin yang langsung mendapat pelototan dari Daniel. Sayangnya Morvin tidak memperhatikan Daniel, dia hanya fokus pada Celline saja.


Celline melirik Daniel. Entah kenapa dia juga ingin membuat Daniel merasa tidak senang. "Oke."

__ADS_1


__ADS_2