Berbagi Kekasih

Berbagi Kekasih
Ancaman Nancy


__ADS_3

Tawa ayah Daniel meledak begitu mendengar ucapan dari anaknya tersebut. "Siapa calonnya?" tanya ayah Daniel masih dengan tawanya. "Celline bukan?" lanjutnya.


Daniel langsung membisu begitu mendengar nama Celline disebut. Mungkin selama ini ayahnya berpikir jika hanya Celline lah yang dekat dengan Daniel.


"Bukan Yah." Terdengar helaan yang panjang dari napas Daniel. Ayahnya yang mendengarnya langsung tahu maksud dari helaan tersebut.


"Lalu siapa?"


"Nanti Daniel kenalkan sama ayah. Kalau ... emang semuanya udah siap."


"Kamu yang ngabarin sama ayah tapi malah kamu yang kedengaran ragu gitu sih Dan."


Daniel terkekeh. Hanya itu yang bisa dilakukannya. Dia tak tahu harus bagaimana lagi. Apakah dia harus mengakui saja rahasia antara dia dan Nancy. Mungkin saja dia akan mengerti.


**


Ponsel Daniel berdering usai dia selesai mandi malam itu. Di lihatnya pada layar ponselnya jika ada nama Nancy di sana.


Hatinya selalu berharap jika Celline akan meneleponnya. Setidaknya berikan dia sebuah harapan kecil untuknya. Maka dia akan menolak tawaran menikah dari Nancy.


"Coba kamu aja yang jawab." Daniel memberikan ponselnya pada Aaron. Dia benar-benar tak ingin berbicara pada Nancy malam itu.


"Mau bilang apa?" tanya Aaron bingung.

__ADS_1


"Bilang aja kalau aku udah tidur."


"Gak apa-apa nih bohong?"


"Iya gak apa-apa demi kebaikan jiwa saat ini." Daniel memakai bajunya kemudian keluar dari kamarnya.


Ia ingin mencari udara segar malam itu. Turun dari kamar kost-nya kemudian duduk di beranda.


Daniel menatap langit-langit yang menampakkan banyak bintang malam itu. Ia tersenyum kecut. Hidupnya berubah hanya dalam satu bulan saat ia tak sengaja bertemu dengan Nancy.


Hidupnya tak sebebas dulu saat hari-harinya hanya diisi dengannya dan Celline. Daniel menghela napas panjang. Hingga ia tak sadar jika sudah ada Aaron di belakangnya.


"Pacarmu gak gampang percaya ya ternyata," tutur Aaron dia duduk di samping Daniel.


"Iya, tadi dia nanya ribet banget. Masa minta kirimin foto kamu lagi tidur. Ya udah aku bilang aja kalau kamu tidur gak pake baju."


"Terus kata dia apa?"


"Dia mau ke sini katanya," ucap Aaron pelan.


"Sekarang?" Daniel langsung bangkit dari duduknya karena terkejut.


"Gak kok becanda yang terakhir itu." Aaron terkekeh namun setelah itu ia mendapatkan tinjuan pelan dari Daniel.

__ADS_1


"Gimana ya biar bisa lepas dari Nancy. Malahan dia sekarang mau ngajak nikah," ucap Daniel pelan.


Aaron hanya memandang teman satu kost-nya itu. Ia juga tak tahu harus bagaimana karena dia belum pernah merasakan hal seperti tersebut.


"Kabur aja kalau gitu," jawab Aaron asal. Ia tahu jika Daniel sudah pusing dengan Nancy.


**


Nancy pagi-pagi sekali sudah datang ke petshop milik Morvin. Entah darimana dia tahu tempat itu, Morvin yang melihat bayangan tak asing langsung menyambutnya dengan senyumnya.


"Maaf, ada yang bisa dibantu?" tanya Morvin sopan.


"Masih inget sama aku kan Kak?" Nancy membuka kacamata hitamnya. Dan berlagak sok paling cantik hingga membuat Morvin menatap aneh padanya.


"Iya inget kok. Yang ketemu pas di kafe itu 'kan?"


Nancy mengangguk. "Aku mau minta bantuan dari Kakak aja sih."


Morvin masih memandang bingung Nancy. Perempuan yang tidak dekat dengannya tiba-tiba minta tolong padanya.


"Tolong bantu Celline jauhi Daniel ya Kak. Soalnya aku bentar lagi mau nikah sama dia."


💙---tolong siapa saja yang baca novel ini. jangan lupa buat like dan klik favorite juga komen---💜

__ADS_1


__ADS_2