
Celline mengurut kakinya setelah sampai di tempat kost-nya. Hari itu sepertinya dia salah memakai sepatu, karena nampak pada tumit kakinya yang lecet kemerehan karena sepatu sempit yang ia gunakan.
Sebenarnya tanpa sebab dia menggunakan sepatu tersebut. Karena itu adalah hadiah dari Daniel saat dirinya ulang tahun beberapa waktu yang lalu.
Celline tak enak karena Daniel terus menanyakan sepatu pemberiannya yang tak pernah Celline gunakan untuk kuliah. Dia tersenyum menatap sepatu berwarna biru langit tersebut. Membayangkan bagaimana Daniel memilihkan sepatu dengan ukuran imut jauh dari perkiraannya.
"Cell, ada yang nyari," bisik Nadine teman satu kost-nya. Dia naik ke atas demi menyampaikan hal tersebut padanya.
"Siapa?" Celline juga ikut berbisik.
"Bagas."
Celline menatap Nadine lama. Ada sebuah ingatan buruk tentang Bagas yang benar-benar ingin dia lupakan.
"Suruh dia pergi,bilang kalo aku gak ada."
"Yah, telat. Dia katanya nungguin kamu sampe turun."
Celline memutar bola matanya karena jengah. Mahkluk satu itu tak akan pernah menyerah jika keinginannya tidak terpenuhi. Seperti satu ini, dia pasti akan menunggunya di ruang tamu sampai Celline mau menemuinya.
Cowok kasar itu benar-benar sudah dilupakan oleh Celline. Dia tak ingin berhubungan dengannya lagi setelah insiden beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
Bagas adalah mantan pacar Celline. Lelaki yang sok tampan itu pernah mengisi hari-hari Celline. Sebelum akhirnya dia terpergok oleh gadis itu sedang masuk ke hotel dengan seorang wanita tua yang mungkin bisa disebut tante.
Jika Daniel tahu dia menemui Bagas. Pasti dia tak akan tinggal diam. Karena Daniel sudah memberikan peringatan padanya untuk tidak menemui laki-laki berengsek tersebut lagi.
Celline masih mematung di tengah tangga. Dia ragu untuk menemuinya, apalagi mengobrol dengannya. Sudah tak ada yang bisa mereka bicarakan.
"Kalo kamu masih nemuin Bagas, lihat aja nanti. Aku nggak bakal tinggal diem Cell." Daniel menaikkan nada bicaranya saat melihat Celline menangis terisak di depan hotel.
Dia langsung memanggil Daniel begitu mendapatkan bayangan Bagas yang masuk ke dalam hotel dengan wanita lain. Hanya ada satu pikiran Celline tentang Bagas. Yaitu tentang gosip mengenai dirinya yang menjadi teman tante-tante yang kesepian.
Awalnya dia tak percaya karena cinta sudah menutup mata hatinya. Namun setelah dia mencoba menyelidikinya sendiri dan menemukan kebenaran dia tak bisa menerima kenyataan tersebut.
"Udah Cell, cowok kayak gitu gak pantes kamu tangisin." Daniel mengusap lembut rambut Celline, darahnya mendidih ketika melihat Bagas yang baru saja keluar dengan wanita tua itu dan masuk ke dalam mobilnya.
"Tunggu dulu, aku mau kasih dia pelajaran." Daniel hendak meninggalkan Celline untuk menghentikan mobil Bgaas, entah apa yang akan dilakukannya. Namun sepertinya hal buruk akan terjadi jika Celline tak lekas menahannya.
"Udah Dan, kita pulang aja." Celline menarik lengan Daniel mengajaknya untuk pulang. Tak ada yang perlu di bicarakan lagi dengan Bagas. Hubungannya sudah benar-benar selesai saat itu juga.
Celline melihat Bagas dari celah tangga. Dia benar-benar tak ingin bertemu dengan pria itu. Namun jika dia tak menemuinya mungkin Bagas akan membuat masalah di koat-nya.
Dengan langkah malas akhirnya dia turun. Bagas yang mendengar suara langkah langsung menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Cell," panggilnya Bagas pelan.
"Ada apa?" tanya Celline tanpa melihat ke arahnya.
"Aku mau minta maaf."
"Iya udah aku maafin,"
"Tapi...," ucapannya terhenti.
"Kenapa?"
"Bukanbya ini gak adil ya?"
"Gak adil apalagi sih?! Udah deh gak usah cari masalah lagi. Hubungan kita udah kelar lama. Jadi gak usah diungkit lagi."
Bagas tersenyum sinis, dia berdiri dan menghampiri Celline. Gadis itu memundurkan langkahnya karena takut jika Bagas akan melukainya.
"Kamu pas pacaran sama aku deket sama Daniel aku biarin. Tapi, kamu cuma liat hal itu sekali aja udah lebay banget."
Celline mendelik. Bagaimana bisa dua hal tersebut disamakan? Danie dan dua hanya berteman. Sedangkan Bagas Dan wanita tua itu pasti melakukan hal yang lebih saat di hotel.
__ADS_1