
Bilah pedang bersinar terang dengan cahaya perak, semua orang menatap ke arah Shinji dengan perasaan ketakutan. hanya dengan 1 kali tebasan mampu membunuh ras kuat seperti harimau api dan semut tiran.
[Apa yang sedang Tuan lakukan?]
"Membuat kekacauan!" Jawab singkat Shinji.
[Itu akan menari banyak perhatian menuju Tuan]
"Itu yang kuinginkan...saat ini aku tak tau tempat ini, aku adalah orang luar. jika aku harus mencari informasi dengan berkeliling hutan ini butuh banyak waktu. cara satu-satunya aku bisa mendapatkan informasi adalah membuat kekacauan dan menarik pihak penguasa dari area 3 ini" Jelas Shinji.
"Tempat ini adalah ruang tak terbatas, butuh waktu berbulan-bulan jika hanya mencari informasi dengan berkeliling, aku tak memiliki banyak waktu. untuk saat ini cara tercepat adalah membuat pihak lain tertarik padaku dengan begitu aku bisa mendapatkan informasi yang kuinginkan" Shinji menggunakan [Magic Sense] dan melihat seseorang mendekat ke arahnya.
Shinji melihat orang itu, seekor monster berbentuk elang dengan pakaian hitam.
"?... sepertinya tidak semua monster telanjang, haha bercanda!"
Setelah beberapa meter jarak di antara mereka, elang itu memperhatikan dengan melihat sekitar. melihat dua monster yang telah mati dengan kepala mereka yang terputus, serta seorang undead yang memegang pedang miliknya, berdiri di antara kedua mayat monster semut dan harimau.
"Kau yang melakukannya?" Tanya elang itu.
"Apa maksudmu?" Shinji tak langsung memberitahukan apa yang dia lakukan.
"....Maksudku kau yabg membunuh mereka berdua?" Tanyanya sekali lagi.
Shinji melihat ke arah kedua mayat setelah itu membuka mulut "Jika iya, apa yang akan kau lakukan?"
"Sepertinya kau orang baru, dengarkan ini baik-baik orang baru ini adalah wilayah kekuasaan yang mulai, Adjes. meski pertarungan di ijinkan hingga mati, tapi tempat ini memiliki aturan" Ucap Elang itu.
"Aturan?" Tanya Shinji memiringkan kepala miliknya.
"Saat pertarungan dua orang dilakukan, jika ada pihak ketiga yang ingin ikut campur, pihak itu harus memiliki alasan jelas untuk ikut campur ke dalam pertarungan. kau, apa alasan kau ikut campur ke dalam pertarungan?" Tanya Elang itu.
"....." Shinji terdiam menatap Elang itu lekat-lekat.
"Tidak ada, aku bosan dan aku ingin membunuh mereka saja. bukankah alasan itu jelas!" Ucap Shinji dengan nada mengejek.
"Ya! aku bukan orang yang sebosan itu, hanya saja hanya dorongan untuk membunuh ada di pikiranku" Batin Shinji.
"Jadi kau tak memiliki alasan untuk ikut ke dalam pertarungan tadi..."
Mana elang itu meningkat aura membunuh keluar dari tubuhnya.
...[Status]...
...Elang Gurun [Desert Eagle]...
__ADS_1
...Nama : Horus...
...Ras : Desert Eagle...
...Hp : 25.000...
...Mp : 8.000...
...Level : 80...
...[Statistik]...
...STR : 500...
...INT : 700...
...VIT : 500...
...DEF : 600...
...AGI : 450...
...LUK : 250...
...[Skill]...
"Hmmm...dia memiliki nama?"
[Monster yabg telah diberikan nama menandakan dia memiliki Tuan, dengan penamaan statistik monster akan meningkatkan pesat. untuk menamai monster memerlukan energi jiwa yang besar, jadi tak semua monster memiliki energi jiwa yang besar]
"Bukankah Night dan Luna kuberikan nama tapi statistik mereka tidak meningkat?" Shinji bertanya.
[Monster yang tak memiliki jiwa, jika diberikan nama statistik mereka akan tetap sama. kedua bawahan tuan hanya memiliki ingatan bukan jiwa itu sendiri]
"...." Shinji terdiam mengerti.
"Apa yang kau lakukan dengan aura membunuh yang kuat seperti itu, lihatlah semua ketakutan dan melarikan diri" Ejek Shinji.
"Orang biadab sepertimu harus di berikan pelajaran agar mengerti" Kerutan muncul di dahi Horus.
"...Aku tak memiliki waktu untuk bermain denganmu, lebih baik pertemukan aku dengan bos mu yang bernama Adjes!" Ucap Shinji.
"Bajingan! beraninya kau menyebut yang mulai dengan namanya...matilah!" Teriak Horus.
"Ya ampun apakah seseorang harus berteriak mati agar itu terdengar keren?...aku tak memiliki waktu untukmu, jika kau menghalangi maaf jika kepala milikmu terlepas" Ucap Shinji mengalirkan mana ke dalam bilah pedang.
__ADS_1
"Heh, bajingan sepertimu tak akan bisa melukai diriku yang agung ini. menyesal dan matilah karena...!"
Sring*
Belum beberapa detik berlalu bilah pedang telah sampai di kepala Horus, dengan reaksi miliknya penghalang tanah menghalangi pedang Shinji untuk menebas kepala Horus. Shinji melompat dan mengambil jarah mundur.
"Jika kau tak bereaksi tadi kepalamu pasti sudah terlepas"
"...." Horus melihat leher miliknya, goresan kecil membekas di leher Horus.
"Kau! bajingan kecil..."
Horus mengeluarkan sejumlah besar mana dari tubuhnya, badai pasir berputar-putar di sekitar Shinji. badai pasir yang mencabik-cabik semua orang yang terkena skill ini. Horus melepaskan badai pasir yang berputar-putar ke arah Shinji, menanggapi itu Shinji menggunakan [Lunar Slash] membelah badai pasir menjadi dua bagian.
Setelah membelah badai pasir Shinji berakselerasi ke depan, dengan cepat bilah pedang telah mencapai leher Horus. bilah pedang yang hanya beberapa centi saja melepas kepalanya terhenti.
"Cukup sampai disitu!"
Ngung*
Seperti dua pikiran yang saling tumpang tindih dalam sekejap Shinji mundur tanpa tahu apa yang terjadi.
"Hah? apa itu barusan"
Shinji linglung dengan apa yang terjadi, walau sekilas Shinji tahu jika tubuhnya bergerak sendiri tanpa dia gerakkan. hanya sekilas sebuah suara menghentikan apa yang ingin Shinji lakukan.
[Sepertinya penguasa dari tempat ini telah menunjukkan jati dirinya. yang barusan dia gunakan adalah skill [Mind Control] mengendalikan pikiran seseorang hanya dengan kata-kata. sejak awal dia telah mengawasi tuan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk bergerak baginya]
"Skill menyebalkan, jika dia terlambat kepala bawahnya telah menjadi Exp sekarang"
[Hanya saja skill ini dapat diaktifkan jika lawan pikiran yang lemah, walaupun tuan memiliki pikiran kuat sesaat setelah bertarung pikiran tuan telah berfokus pada lawan. serangan mental yang tepat diarahkan dengan sedikit pengorbanan bawahan miliknya]
"oh kutarik perkataanku sebelumnya"
"Tuan! apakah anda baik-baik saja?" Tanya Luna yang menghampiri Shinji.
"Tidak apa-apa!" Balas Shinji.
"Datanglah! aku akan menunggumu. lebih baik kau tidak membuat keributan yang tidak perlu lagi"
Suara masuk ke dalam pikiran Shinji, setelah mendengar suara itu Shinji melihat ke arah Horus yang juga menerima pesan dari suara itu.
"Yang Mulia, meminta bajingan sepertimu untuk datang me istana. berterima kasihlah" Ucap Horus dengan nada menghina.
"...." Shinji tak menghiraukan nada horus dan memilih fokus untuk masalah lain sekarang.
__ADS_1
Ajakan itu datang langsung dari penguasa tempat ini, tujuan Shinji adalah menarik pihak penguasa untuk mencari tahu informasi terkait area 3 dan juga jalan menuju area 4. Shinji berjalan menuju istana bersama Horus, pikiran Shinji terus berkeliaran memikirkan penguasa seperti apa yang memerintah tempat ini.