
"Luna gunakan dunia mimpi untuk kami berdua. aku tak bisa bertarung dan menghancurkan lautan maka dari itu menggunakan dunia mimpi, aku bisa bebas bertarung tanpa beban" Shinji tersenyum.
"Baik Tuan!" Luna mengangguk.
Luna mengumpulkan energi ilahi dewa miliknya untuk membuat dunia mimpi yang sangat luas. membentuk sebuah bola besar di kedua tangan miliknya, Luna melepaskan bola itu dan mengubah medan di tempat itu dengan dunia mimpi.
"Biarkan itu tetap menjadi lautan, bahkan jika dia dewa laut dan unggul jika di lautan itu tetap tak merubah fakta jika dia akan kalah" Shinji membiarkan keunggulan tetap pada Hamel.
"Em..." Luna mengangguk.
"Dunia mimpi telah selesai dibuat, sekarang Tuan bisa bebas bertarung dengan dewa itu" Ucap Luna.
Shinji yang mendengar itu tanpa pikir panjang menggunakan sihir element angin untuk terbang di udara menuju ke arah Hamel.
"jika para dewa menganggap ras superior pemberontak ada kemungkinan mereka telah bekerja sama untuk membunuh mereka semua. jika seperti itu semua dewa di alam atas akan turun ke bawah dan melakukan kekacauan"
...………………...
[Pov Hamel]
"Berakhir sudah! sebentar lagi para dewa juga akan turun kebawah. hingga sampai mereka turun aku akan sedikit bermain di dunia ini" Hamel tersenyum.
"Maaf tapi itu tak bisa kubiarkan"
Seseorang pria datang di depan Hamel dengan surai rambut seperti cahaya bulan, mata berwarna biru dengan cahaya perak, mata yang tajam menatap ke arah Hamel.
"Siapa kau?" Hamel bertanya dengan nada dingin.
Setelah Hamel bertanya pria itu tersenyum dengan lembut yabg membuat Hamel semakin waspada. tatapan pria itu dipenuhi dengan aura aneh yang mampu menembus kedalaman hati Hamel. semakin Hamel melihat ke arah mata pria itu, ruangan gelap terbentuk di pupil mata Hamel. kegelapan pekat menyelimuti Hamel memaksa Hamel untuk tunduk kepadanya.
"Apaan-apaan dia ini tubuhku rasanya seperti diambil alih"
Kekuatan Hamel terus menurun sedikit demi sedikit. Hamel merasakan tubuhnya dilahap oleh sesuatu yang besar. sesaat sebelum tubuh Hamel sepenuhnya hilang kendali Hamel melukai tangannya dengan paksa agar terlepas dari kendali pria itu.
__ADS_1
"Argggg!!..."
Srash!
Hamel kembali sadar setelah melukai tangan miliknya dan setelah itu mundur beberapa langkah menjauh dari pria di depannya.
"Apaan-apaan tadi itu? walaupun sesaat aku merasakan dikendalikan sesuatu....apa mungkin dia! jika benar dia itu sangat berbahaya, hanya menatap mata miliknya tubuhku telah kehilangan fungsi gerak dan sepenuhnya hilang kendali. jika aku tak melukai tanganku tadi, apa yang akan terjadi padaku" Memikirkan itu Hamel berkeringat.
"Untuk pertama kalinya aku hampir kalah hanya dengan bertatapan saja, sialan! sebenarnya siapa dia ini?!" Hamel merasakan bahaya saat menatap pria itu.
"Jangan bercanda, tak mungkin aku kalah tampa perlawanan sedikitpun" Hamel berteriak setelah itu melepaskan kekuatan miliknya.
Lautan mulai bergetar karena kekuatan Hamel, getaran dari laut membentuk gelombang pasang yang hebat. laut mulai berputar-putar membentuk lubang yang menelan apapun hingga ke dasar Laut. langit menjadi gelap petir menyambar di setiap tempat hingga ke ujung.
Lautan yang bergelombang perlahan menjulang ke langit membentuk sebuah tubuh. air laut berkumpul menjadi satu membentuk kesatuan dan tercipta sebuah raksasa besar yang mencapai langit gelap.
Groarrrrrrrr!
Sosok Hamel kini telah berubah menjadi monster besar bertubuh manusia.
......................
Shinji yang melihat Hamel berubah tersenyum tanpa gentar sedikitpun.
"Dia menjadi sangat besar, kupikir ini adalah kekuatan penuh darinya....jadi ini kekuatan dari dewa mereka sungguh hebat, tidak heran mereka dibatasi saat perang 500 tahun lalu"
"Tapi jika hanya perubahan aku juga bisa melakukannya. sepertinya aku harus mencoba kekuatan itu" Shinji menyeringai.
Shinji memejamkan matanya setelah itu berbicara "Dragon Realese"
Energi magis menyelimuti tubuh Shinji, satu demi satu tubuh Shinji menumbuhkan sisik dari naga seperti Viltra.
[Dragon Realese]
__ADS_1
[Melepaskan wujud naga dari penggunaan kemampuan, meningkatkan Statistik keseluruhan sebanyak 2x setelah berubah wujud. jika kemampuan ini digunakan pada naga yang telah berubah bentuk itu hanya akan meningkatkan Statistik mereka]
Tubuh Shinji mulai membengkak dengan kedua sayap tubuh di punggungnya, gigi manusia berubah menjadi taring tajam, mata emas miliknya bersinar terang menembus kegelapan. perlahan tubuh Shinji mulai membesar layaknya naga pada umumnya, setelah beberapa tahap perubahan Shinji telah berubah ke wujud naga untuk pertama kalinya.
Roarrrrrrrr!
(Note : Males deskripsiin)
Diselimuti oleh api pada seluruh tubuhnya Shinji meraung keras. api panas yang mampu membakar mahkluk yang mendekatinya dari jarak radius 100 meter. aura naga menyebar di udara, aura yang memancarkan kekuatan dan kebijaksanaan seorang kaisar naga.
Luna yang menyaksikan perubahan Tuannya tersenyum.
"Ini pertama kalinya aku melihat wujud itu. sungguh pemandangan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, mungkin ini pertama kalinya Tuan menggunakan wujud itu untuk bertarung"
Karena wujud perubahan Shinji sangat besar jadi Shinji tak pernah menggunakan wujud naga. tapi dihadapkan dengan raksasa setinggi 30 ribu kaki dan bahkan hingga mencapai langit Shinji tak bisa bertarung dengan wujud manusia maupun undead miliknya. satu-satunya cara Shinji untuk melawan raksasa adalah menggunakan wujud naga yang mampu terbang di langit dengan bebas.
Shinji yang berubah wujud melesat terbang ke udara dengan kecepatan tinggi. Shinji terus terbang ke atas hingga mencapai awan dan menatap langsung wajah raksasa air milik Hamel. Shinji mengumpulkan energi magis kedalam tubuhnya, membuat api di mulut dan melepaskan api itu menuju Hamel.
Api dengan panas yang mencapai 500 derajat yang mampu membakar hutan dalam sekejap dilepaskan ke arah Hamel. tapi tubuh raksasa adalah tubuh dengan air, api milik Shinji hanya membuat tubuh air Hamel menguap.
"Percuma saja walaupun kau telah berubah api kecil tidak akan mampu melawan lautan" Ucap Hamel dengan tawa miliknya.
"Apa kau berpikir jika kau tak terkalahkan dengan wujudmu itu? jika iya kau salah besar karena aku berbeda" Shinji menggunakan deteksi kelemahan dan menemukan titik lemah dari perubahan Hamel.
Mengumpulkan api di mulutnya sekali lagi Shinji menghembuskan nafas panas ke arah celah yang ditunjukkan oleh deteksi kelemahan. panas api Shinji membakar tubuh perubahan Hamel, menembus dada miliknya yaitu pusat dari kelemahan tubu raksasa.
"Aaaaarrggggg.....itu sakit sialan!!" Hamel berteriak kesakitan.
"Akan kuhabisi kau!!" Hamel dipenuhi amarah dan mengarah tinjunya ke Shinji.
Shinji tersenyum di dalam hatinya dan pertarungan kedua dewa menggunakan wujud mereka dimulai!
__ADS_1