
[Hari ke 4, Kalender Elysia, Malam Hari]
[Ruang Tidur, Kerajaan Arrandalle]
"....Ha"
"Hahahaha...melihat wajah mereka yang tersiksa sungguh menyenangkan" Ernesia tertawa lepas melihat adegan penduduk desa yang memohon belas kasihan.
Setelah membakar beberapa desa dan menikmati pemandangan itu Ernesia tersenyum keji dengan tatapan haus darah.
"Lagipula mereka tidak dibutuhkan untuk rencanaku.... sekarang karena sampah telah disingkirkan saatnya pada acara utama" Ernesia tersenyum melihat keluar jendela.
"Para pahlawan itu seharusnya mereka sekarang mereka bisa berguna, akan ku buat mereka hancur baik mental maupun fisik. jadi wajah keputusasaan apa yang akan kalian perlihatkan pahlawan keadilan" Ernesia tersenyum dengan wajah cantik miliknya.
...………...
[Apa anda berniat menerobos masuk ke dalam kerajaan?]
"Tentu saja tidak! aku perlu informasi terlebih dahulu...saat ini sumber informasi yang tepat adalah dalang dari semua itu sendiri" Shinji diantara hutan-hutan.
"Viltra!"
Shinji memanggil Viltra, Viltra menjawab panggilan Shinji dan keluar dari dunia bawah. tubuh naga Viltra keluar dari bawah tanah, menumbangkan pohon-pohon di sekitar. tanpa pikir panjang Shinji melompat ke tubuh Viltra dan berdiri di punggung miliknya.
"Viltra! tujuan kita adalah kerajaan Arrandalle!"
Roarrr!
Viltra meraung keras membuat getaran hebat di hutan. dengan sekali kepakan sayap Viltra terbang ke udara dengan cepat. hembusan angin menerpa wajah Shinji, terik matahari menyinari tubuhnya. Shinji terbang dengan Viltra menuju kerajaan Arrandalle yang terletak jauh barat.
Shinji memerlukan waktu 5 hari untuk kesana jika dengan kecepatan Viltra saat ini. jarak antara Shinji berada dengan Kerajaan adalah 20.000 Km. alasan kenapa desa kecil bagian utara termasuk ke dalam wilayah Arandalle adalah karena di bagian utara terdapat kota perdagangan yang terkenal.
Kota itu menjadi jalur perdagangan antar desa dan kota-kota lainnya, dan sebagian desa yang berdagang ke arah kota itu masuk ke dalam wilayah barat. di bagian Utara juga terdapat Kerajaan yang di diami oleh di demi human atau Kerajaan Beast.
...………...
[Hari ke 5, Kalender Elysia, Siang Hari]
[Akademi Pahlawan]
Setelah melewati pelajaran teori waktu istirahat berbunyi. Reiji dan Reine duduk berhadapan untuk menikmati waktu makan siang.
__ADS_1
"Eh, tak kusangka kalian sedekat itu" Reine terkejut.
"Ya..kami selalu bersama bahkan sejak masa SMP juga. tapi sepertinya dia tidak ingat tentangku karena kelas kita berbeda" Ucap Reiji.
Saat ini keduanya membahas tentang Takuya Shinji.
"Reine juga tak kusangka mengenal Shinji. pantas saja saat itu kalian terlihat dekat" Reiji juga terkejut dengan fakta itu.
"Ah, tempat tinggal kami bersebelahan jadi aku tau tentangnya...lagian aku tak terlalu dekat dengan teman sekelas, jadi aku hanya berbicara dengannya" Ucap Reine.
"Hei, lihat itu!"
"Ada apa?"
Suara hiruk pikuk terdengar di ruangan. semua orang berkumpul satu demi satu menuju jendela.
"Apa yang terjadi?" Tanya Reiji.
"Mereka sangat berisik...mari lihat apa yang terjadi!" Ucap Reine.
Reiji dan Reine berjalan menuju ke arah kerumunan orang-orang. Reiji memegang salah satu pundak seorang siswa dan bertanya padanya apa yang sedang terjadi.
"Apa yang kalian ributkan?" Tanya Reiji.
"Apa? Monster? bagaimana bisa monster ada di tempat ini, apa kau yakin?" Reine yang tidak percaya bertanya kembali pada siswa itu.
"Aku tidak berbohong kalian bisa melihat itu sendiri!" Siswa itu panik setelah di tatap Reine dengan tajam.
Reine yang melihat reaksi siswa itu menghela nafas. Reiji memegang pundak Reine dan keduanya mengangguk. Reine dan Reiji berjalan ke arah jendela dengan menyela semua kerumunan siswa. mereka berdua tak lama kemudian sampai di depan jendela dan melihat pemandangan dengan mata terbelalak.
"Tidak mungkin... bagaimana bisa itu terjadi?"
Pertama kali bereaksi adalah Reiji dengan wajah penuh keringat, ketakutan serta terkejut. tubuh Shinji gemetar tak mampu bergerak. sedangkan Reine yang melihat itu wajahnya penuh dengan emosi, takut, kecemasan. semua emosi negatif terlihat jelas dimata semua siswa Akademi.
"Bagaimana bisa monster masuk ke dalam akademi... bukankah tempat ini memiliki penghalang" Ucap salah satu siswa.
"Bagaimana ini? jika seperti ini kita akan mati?"
"Tidaaaakkk...aku tidak mau mati"
"Aku juga tidak ingin sialan!"
__ADS_1
Teriakan semua siswa menggema di seluruh ruang makan. Reine dan Reiji yang terdiam hanya bisa menganga tanpa mampu berbicara.
...………...
[Pov Takahashi Reine]
Bagaimana ini bisa terjadi? apa aku akan mati?
Pikiran Reine dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. sampai saat ini dia masih belum memahami apa yang terjadi padanya.
"Bukankah tempat ini memiliki guru yang kuat, apa mereka semua melarikan diri?"
"Tidak, tidak mungkin seharusnya mereka memiliki tanggung jawab penuh kepada tempat ini... kalaupun begitu satu-satunya hal yang terpikirkan adalah mereka 'Mati?"
Reine terus memikirkan berbagai kemungkinan pikirannya saat ini bekerja lebih cepat daripada tubuh miliknya. semua spekulasi dari Reine keluar satu persatu.
"Apa aku akan mati seperti ini?"
"Kenapa semua kemalangan terjadi padaku seperti ini?"
Takahashi Reine seorang yang populer di kalangan siswa dengan paras cantik miliknya yang membuat semua pria jatuh cinta hanya dengan sekali pandang. disisi lain sikap Reina menanggapi perasaan mereka adalah dingin.
Reine selalu mengabaikan orang-orang yang suka padanya, bahkan beberapa siswi membenci dirinya karena membuat laki-laki yang mereka suka menyukai dirinya. sejak awal Reine adalah gadis yang pendiam dia tak banyak berbicara karena keadaannya.
Reine hidup dengan bayang-bayang kedua orang tuanya. saat mereka masih hidup Reine selalu diperlakukan secara tidak wajar. Reine selalu hidup dengan kekerasan dari orang tuanya yang membuat Reine memiliki trauma mendalam.
Ibu Reine memiliki paras yang cantik tapi semakin bertambah umur dia menjadi tidak muda lagi yang membuat ayah Reine menjadi bosan ketika dia bersamanya. setelah Reine terlahir dia mendapatkan kasih sayang orang tuanya, tapi semua hilang ketika Reine tumbuh dewasa.
Perlakuan mereka menjadi tidak wajar, ayah yang dulu menyayangi dirinya seperti layaknya putri menjadi penuh nafsu ketika menatap dirinya. ibunya yang dulu selalu memeluk Reina menjadi kasar. keretakan pun terjadi diantara keluarga Reine.
Reine yang muak pergi dari rumah orangtuanya dan tinggal jauh dari mereka. menggunakan hasil tabungan yang dia kumpulkan untuk menyewa apartemen kecil. sampai Reine masuk ke sekolah menengah dan bertemu dengan Shinji.
Pada awalnya mereka tak terlalu mengenal satu sama lain, hingga waktu berlalu mereka berdua menjadi dekat. hari-hari mereka berlalu dengan baik, Reine yang selalu menutup hatinya mulai terbuka pada Shinji. hingga perasaan Reine semakin tumbuh saat bersama Shinji.
Hingga sebuah insiden membuat Shinji meninggal. Reine yang mendengar itu hancur, seluruh hidupnya menjadi kosong.
"Setidaknya aku ingin melihatnya lagi walau sekali!" Gumam Reine dengan lirih.
Sampai sebuah api ungu membakar seluruh monster menjadi abu tanpa tersisa.
...………...
__ADS_1
"Ah, kau tidak membakar bangunan itu juga kan?" Shinji bertanya.
Viltra menggelengkan kepala miliknya. Shinji saat ini terbang di langit dengan menunggangi Viltra di langit. dengan sekali nafas api milik Viltra, monster yang mengelilingi akademi hangus terbakar.