Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 9 : Pahlawan Terpanggil


__ADS_3

[Siang Hari, Hari ke 5, Kalender Elysia]


[Hutan, Bagian Utara]


"Disini...Ah!"


Shinji tersentak setelah melihat sebuah desa yang menjadi tujuannya saat ini. dengan sedikit perjalanan kaki Shinji bisa sampai dengan mudah tanpa hambatan sedikitpun. bagi Shinji perjalanan 6 jam hanya jalan-jalan baginya, baik makanan dan minuman Shinji tak memerlukan itu karena dia seorang Undead.


"Mempunyai tubuh seperti ini ada juga bagusnya, aku bisa berjalan tanpa takut lelah atau lapar." Shinji mengangguk puas.


Shinji berjalan menuju ke arah desa. setiap orang berlalu lalang masuk keluar desa, setiap kehidupan penuh dengan senyuman. tanpa kebencian, iri, sungguh desa yang indah tanpa adanya perselisihan.


"Bukankah tempat ini sangat damai?! kupikir dunia seperti ini penuh konflik dan perang untuk perebutan setiap wilayah." Gumam Shinji.


[Untuk perebutan wilayah atau peperangan itu telah berlalu 50 Tahun lalu. kebanyakan pada masa ini adalah konflik antar ras di setiap wilayah, walaupun begitu dunia ini masih damai tanpa ada perang saudara seperti halnya 50 Tahun sebelumnya]


"Harus dikatakan itu bagus dalam beberapa hal dan tidak di beberapa tempat. misalnya jika masih ada perselisihan antar ras jika itu telah menyangkut hal di luar batas perang pasti terjadi. apalagi kedamaian yang mereka rasakan sampai sekarang akan hilang." Jelas Shinji.


"Adapun itu bisa merujuk pada kebencian setiap warga kecil mereka pasti berpikir "Kenapa hal ini terjadi pada kita" hal seperti itu akan membawa kebencian banyak orang. bagaimanapun itu tergantung apakah mereka mampu mempertahankan masa damai ini atau tidak" Shinji tersenyum.


[Itu memang benar. manusia adalah mahkluk dengan banyak kesalahan setiap tindakan mereka berdasarkan emosi semata, tidak berbeda dengan ras lain. yang paling penting Tuan dunia ini masih dalam masa kedamaian, jika perang terjadi yang bisa kita lakukan adalah...]


"Aku tidak ikut sesuatu seperti itu. lagipula itu urusan mereka, baik tindakan mereka tidak ada kaitannya denganku...konflik atau hal seperti perang aku tidak tertarik....hanya saja jika mereka mengusik waktuku aku juga tak akan segan menghadapi setiap orang dan masuk ke dalam perang itu" Tatapan Shinji tegas, ucapan itu bukan kebohongan semata. di dalam ucapan setiap suara yang keluar mambawa niat membunuh yang kuat.


[Omong-omong Tuan. para pahlawan telah terpanggil ke dunia ini, untuk informasi lebih detail kerajaan telah melakukan ritual untuk memanggil pahlawan dari dunia lain. tujuan mereka masih belum pasti yang jelas, para pahlawan itu akan menjadi tonggak yang membuat harapan pada manusia]


"Pahlawan ya!... Jepang" Gumam Shinji dengan suara kecil hingga tak terdengar.


"...."


[Sepertinya dalam waktu dekat kedamaian akan hilang dalam beberapa aspek]


Shinji tak memperdulikan itu tujuannya saat ini adalah menikmati hidupnya lebih dari apapun. bagaimanapun kebebasan adalah hal yang ingin dia dapatkan setelah bereinkarnasi ke dunia Elysia ini.


[Kerajaan Arandalle, Bagian Barat]


Kerajaan besar yang menjadi pusat perdagangan di seluruh benua, setiap orang yang datang kesini selalu mengimpor barang dari desa, kota maupun negara lain untuk mendapatkan keuntungan banyak. negara yang telah berdiri lebih dari 100 Tahun, mempunyai sejarah panjang di masa lalu.


Sejarah mereka dengan masa lalu sangat tersebar luas hingga negara-negara tetangga, setelah itu mereka dikenal sebagai negara adidaya. para pendahulu mereka selalu membawa sejarah untuk dikenang di seluruh benua hingga saat ini juga seperti itu. saat ini negara ini menjadi negara nomer satu dalam hal kekuatan maupun kekayaan.


Maka dari itu banyak pedagang dari negara asing datang ke negara ini untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. keluar masuknya warga negara asing telah disetujui oleh raja negara Arandalle, Yaitu Grislay Von Arrandalle.


Di samping Grislay adalah istrinya yaitu Cathrina Von Arrandalle. dan mempunyai putri bernama Ernesia Von Arrandalle. putri pertama kerajaan Arrandalle, memiliki kecantikan yang tersebar luas di seluruh benua, kulit seputih salju, mata berwarna biru crystal, rambut perak, wajah cantik Ernesia membawa perasaan ingin memilikinya. banyak penjahat yang mencoba menculiknya tapi semua itu gagal karena ayah Ernesia selalu melindungi dari balik bayangan.


[Ruang Pelatihan Kerajaan]

__ADS_1


"Hyaaaa...."


Tak! Tak! Tak!


Bunyi pedang kayu yang saling berbenturan terjadi, semua mata yang melihat pertarungan itu hanya bisa tercengang. setiap gerakan darinya secara alami memberikan gerakan seorang pemula tapi tekad yang tak pernah menyerah membuat semua orang terpana.


Dia adalah seorang pemuda berambut hitam, mata hitam, wajah yang polos namun memiliki kemauan keras di dalamnya, wajah yang tampan, Nakamura Reiji.


"Bagus...teruskan seperti itu Reiji" Puji seorang pendidik.


"Baik!" Balas Reiji.


[1 Jam Kemudian]


"Hah, Hah, Hah...."


Reiji duduk sambil terengah-engah setelah pelatihan yang ekstrim dari pendidik.


"Kau terus berkembang dengan cepat, hebat sekali!" Pendidik itu berdiri di samping Reiji.


"Terima Kasih, Gilbert-san" Reiji tersenyum.


"Kerja bagus Reiji-sama" Seorang putri berdiri di depan Reiji dengan senyuman cerah.


"Ah! Ernesia" Reiji tersentak.


"Bagaimana pelatihan hari ini Gilbert?" Tanya Ernesia.


"Walaupun hanya sebentar tapi dia mampu bertarung seimbang melawanku" Gilbert tersenyum.


"Ara, bukankah itu sangat hebat. seperti yang diharapkan dari seorang [Pahlawan]..." Ernesia tersenyum dengan senyuman memikat.


"...." Sekilas Reiji tersipu dengan senyuman indah Ernesia.


...[Status]...


...Nama : Nakamura Reiji...


...Ras : Human...


...Title : [Pahlawan]...


...Job : Magic Swordman ...


...Hp : 2.000...

__ADS_1


...Mp : 1.500...


...Level : 5...


...[Statistik]...


...STR : 45...


...VIT : 40...


...DEF : 40...


...INT : 45...


...AGI : 40...


...LUK : 45...


...[Skill]...


...Hero Art [Level 2], Magic [Level 1], Hero Aura [Level 1], Blessing [Level 1], Holy Magic [Level 1], Appraisal [Level 1], Magic Sense [Level 1]...


[Pahlawan]


+200% Exp


+50% Elements Suci


Atribut : Penghalang Suci [0/1]


[Title yang didapat setelah mendapat berkah dari dewa. setiap melakukan seperti berpedang akan mendapatkan exp level dan exp skill, exp saat membunuh monster digandakan. mampu memberikan penghalang otomatis saat keadaan kritis selama 10 detik. penghalang hanya dapat digunakan sebanyak 1x sehari]


"Baiklah Reiji-san, kami akan pergi dahulu untuk membahas masalah penting. beristirahatlah" Ernesia melirik ke arah Gilbert dan Gilbert mengangguk setelah itu pergi.


Reiji menatap punggung mereka dari belakang sampai suara mencapai telinga miliknya.


"Kenapa kau memandangi mereka seperti itu?"


"Takahashi-san...tidak ada apa-apa" Reiji menggelengkan kepala miliknya kepada wanita yang berada disampingnya.


Dia adalah Takahashi Reine, seorang wanita berambut merah cerah, mata hitam, memiliki raut wajah lembut namun tegas di dalam, kulit yang putih seperti porselen, dan senyuman yang memukau. Reiji hanya bisa menundukkan kepalanya dan teringat akan nama seseorang, seorang yang dia anggap sahabat, kenangan indah bersama dia masih tak tergantikan di hati Reiji.


"Shinji..." Gumaman Reiji lirih hingga tak ada satupun yang bisa mendengarnya bahkan Reine disampingnya. suara yang diwarnai kesedihan, hampa dan perasaan-perasaan negatif lainnya.


Takuya Shinji sahabat dari Nakamura Reiji sebelum bereinkarnasi.

__ADS_1


__ADS_2