
[Hari ke 15, Kalender Elysia, Siang Hari]
Setelah beristirahat kemarin malam Shinji melanjutkan perjalanan miliknya menuju area 4. bukan hanya Shinji tetapi seluruh pasukan monster juga mengikutinya.
"...." Shinji menatap ke arah gerbang putih cerah di depannya.
"Apakah Tuan memiliki masalah?" Adjes yang melihat Shinji dari jauh kini mendekat dan bertanya.
"Tidak...aku hanya merasakan sesuatu di dalam pintu ini, apa mungkin hanya ilusi saja" Balas Shinji.
".... selama Tuan tidak memberikan perintah kami juga tidak akan bergerak, area 4 adalah area misterius. bahkan kami tidak tau apa yang ada di dalamnya"
Shinji memahami apa yang dikatakan Adjes, area 4 adalah area yang mustahil untuk dimasuki, karena keberadaan Arkheos sebagai penjaga pintu.
"Ayo kita masuk!" Ucap Shinji.
Adjes mengangguk setelah itu kunci kecil berbentuk bola cahaya melayang di udara. bola itu bersinar terang seterang cahaya mentari, cahaya itu terus bersinar hingga menutupi pandangan semua orang.
Derit pintu terbuka secara perlahan-lahan, karena pandangan semua orang tertutupi oleh cahaya yang menyilaukan membuat mereka tak bisa melihat apa yang ada di dalam pintu. tapi Shinji mampu merasakan jika pintu terus terbuka hingga cahaya menyilaukan menghilang digantikan oleh kegelapan.
"...Gelap!" Ucap Shinji.
Kegelapan menutupi semua pandangan Shinji. semua yang terlihat hanya kegelapan tanpa ujung sedikitpun, kehampaan yang memenuhi setiap bidang pandang Shinji.
"Apa yang terjadi? dimana ini?" Shinji di penuhi banyak pertanyaan hingga sebuah suara terdengar.
"Aku menunggumu...Selamat datang!"
Disaat suara itu berbicara cahaya kembali bersinar terang membuat kegelapan yang ada menghilang. di bawah Shinji saat ini genangan air terlihat bukan itu saja genangan air itu terus membesar hingga membentuk sebuah lautan tak terbatas.
"Laut? bagaimana bisa aku berada di laut?" Shinji terkejut dengan pijakan miliknya.
Shinji saat ini menapakkan kaki miliknya di atas laut. kejernihan laut itu membuat Shinji bisa melihat kedalaman lautan di bawahnya, hanya saja lautan itu tak menunjukkan bentuk kehidupan seperti ikan dan lainnya.
"Apa kau terkejut?"
__ADS_1
Suara itu kembali terdengar, Shinji mendongak dan mendapati seseorang sosok yang mirip dengan Shinji...tidak orang itu sangat mirip dengan Shinji, bahkan Shinji tercengang melihatnya.
"....." Shinji tak berbicara sepatah katapun.
"Selamat Datang di lautan kesadaran milikmu diriku yang lain" Ucap sosok itu.
"Kesadaran?...." Shinji berpikir dengan cepat dan mencerna apa yang terjadi sampai Shinji bisa membuat kesimpulan.
"Ternyata begitu kau bukan mirip denganku tapi kau adalah aku yang lain... lautan kesadaran ini milikku tapi bagaimana bisa aku yang lain ada disini?" Shinji kebingungan dengan masalah itu.
"Kau cepat memahami situasi...kau benar seharusnya aku tidak ada disini, saat ini aku terbentuk dari kesadaran lain yang ada pada dirimu" Ucap Shinji lainnya.
"Kesadaran lain?....!" Shinji terbelalak karena mengerti apa yang dia maksud.
"Benar aku adalah dirimu di masa lalu, Takuya Shinji yang belum bereinkarnasi" Shinji lain tersenyum.
"Jika kau muncul disini berarti kau ingin memberitahukan hal penting" Shinji menatap tajam dirinya yang lain.
"Sebelum masuk ke inti pembicaraan aku ingin bertanya satu hal padamu. menurutmu seperti apa dunia pararel itu?" Tanya Shinji lain.
"Dunia pararel mengacu pada keberadaan dunia yang sama tetapi dalam hal yang berbeda, menurutmu dunia ini sama sekali berbeda dengan bumi tapi aku tidak berpikir seperti itu"
"Sejak awal pembuatan alam semesta, ribuan dunia tak diketahui telah ada sejak lama. dewa pencipta membuat berbagai dunia dengan filosofi bahwa keberadaan dunia yang sama tetapi dengan time line yang berbeda. menurutku dunia kita saat ini tidak ada yang berbeda dengan bumi hanya saja keberadaan dunia ini memiliki kondisi yang berbeda"
"Maksudmu tempat ini adalah bumi tapi dengan waktu yang berbeda?" Tanya Shinji.
"Iya...menurutmu kenapa aku menyimpulkan kenapa dunia ini sama dengan bumi?" Shinji yang bertanya.
"...." Shinji hanya menggelengkan kepala miliknya kesamping kiri dan kanan.
"Jiwa, dunia ini memiliki bentuk jiwa yang sama dengan bumi. bukankah kau sudah mendengar jika jiwa manusia di bumi lebih indah dan murni. keberadaan dunia ini masih tidak stabil, tapi jika apa yang kupikirkan benar maka....setiap manusia yang mati akan terlahir kembali di dunia ini" Jelas Shinji lain.
"Tunggu dulu, bukankah manusia di bumi tak bisa melewati reinkarnasi ruang waktu. jika apa yang kau katakan benar, mereka adalah manusia bumi yang bereinkarnasi?" Shinji di penuhi pertanyaan.
"Aku tidak bisa menyebut itu reinkarnasi karena sejak awal ini adalah bumi tapi dengan bentuk yang berbeda... pertanyaan sebenarnya ada disini, Shinji apa kau pernah berpikir jika sebenarnya bumi adalah surga yang dibuat untuk kita di dunia ini?" Senyuman itu dalam tapi dengan nada penuh kesedihan.
__ADS_1
"Surga?" Shinji tercengang.
"Dunia ini penuh dengan emosi negatif. jika benar bumi adalah surga bagi kita, maka teori keberadaan dunia ini bukanlah misteri melainkan terhapus" Shinji lain menatap tajam ke arah Shinji.
"...." Shinji terdiam, semua penjelasan yang masuk ke kepala miliknya seketika lenyap.
"Yah! kesamping itu... sebenarnya aku ingin memberitahukan ini padamu saat aku muncul di lautan kesadaran milikmu. kau masih memiliki keluarga yang menunggumu" Ucap Shinji lain.
"Eh?" Shinji kembali dibuat terkejut.
"Mah, orang itu adalah wanita dia adalah kakak yang tidak pernah kau temui di bumi. dia pernah melihatmu saat kecil, tepat setelah kau lahir di pergi... sejujurnya aku tidak tau kemana dia tapi sekarang aku mengerti jika dia berada di dunia ini" Ucap Shinji lain.
"Aku tidak tau apakah dia tahu kau di dunia ini tapi sepertinya dia juga mengawasi mu. dia juga selalu mengawasi mu dari bayang-bayang. jika ada waktu kau pasti bisa bertemu dengannya" Shinji lain tersenyum.
"Hm... sepertinya sudah waktunya"
"Apa akan menghilang?" Tanya Shinji.
"Tugasku telah selesai aku hanya datang kesini untuk mengatakan itu padamu. teruslah bertambah kuat hingga mimpimu tercapai...aku akan tetap melihatmu" Shinji lain tersenyum dengan lembut.
"Sisanya kau bisa melakukan itu sendiri, dunia ini indah. dan jangan membuat keputusan yang akan kau sesali..."
Partikel biru melayang di udara, tubuh Shinji lain memulai menghilang satu demi satu layaknya sebuah puzzle. Shinji hanya menatapnya yang menghilang perlahan. tetesan air jatuh membuat lautan itu bergelombang.
Kebenaran yang Shinji dengar akan menjadi keputusan Shinji untuk memilih apa yang akan dilakukan.
...………...
{*Note Author : Penjelasan tentang dunia Shinji sedikit saja.
Sebelumnya maaf nih soalnya bahas ginian 🙏🙏 salam toleransi
Dunia Shinji memiliki konsep nyata seperti kisah Adam dan Hawa. yah, sama kek kita, Adam adalah manusia pertama yang diciptakan di surga, karena melanggar larangan Adam di buang dari surga ke bumi.
Dunia Shinji sedikit berbeda karena pada dasarnya ke dua dunia memiliki kesamaan tapi dengan konsep yang berbeda. jika bumi adalah surga maka dunia Elysia tak jauh berbeda. inti dari dunia Shinji adalah sudut pandang*}
__ADS_1