Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 25 : Desert King, Anubis!


__ADS_3

[Hari ke 20, Kalender Elysia, Siang Hari]


Setelah berburu selama 4 hari Shinji mendapat peningkatan level sebanyak empat kali. Night sebanyak tiga kali, Luna sebanyak dua kali.


"Omong-omong kenapa aku tak melihat satu pun monster di tempat ini?" Ucap Shinji.


"Mungkin mereka ketakutan dengan aura kita" Jawab Luna.


"Aku setuju dengan Luna!" Balas Night.


Saat ini Night berubah menjadi bentuk fisik humanoid seorang anak kecil laki-laki berambut putih mata sebiru lautan. dengan wujud ini Night bisa berinteraksi lebih nyaman dengan Shinji dan Luna.


"Kau seharusnya memanggilku Kakak!" Luna menyentil dahi Night.


"Eeeehhh....tapi" Balas Night dengan erangan sedikit enggan.


"Aku lebih tua darimu nak! kau harus menghormati yang lebih tua seperti yang Tuan bilang" Luna kembali menyentil dahi Night.


"Cih, aku mengerti" Night mengangguk sambil memegangi dahi miliknya.


Shinji hanya bisa tersenyum kaku melihat kelakuan mereka berdua, setelah mendapat wujud humanoid Night menjadi lebih akrab kepada Luna. bahkan Luna membimbing Night yang tidak memiliki pengetahuan tentang manusia.


"Harusnya di tempat ini...[Mapping] tidak menunjukkan keanehan apapun begitu juga dengan [Magic Sense]" Shinji memeriksa menggunakan pencarian mana miliknya.


"Seharusnya benar tempat ini, tak mungkin bos monster akan meninggalkan sarang mereka...tapi aneh sekali, disini sangat tenang atau malah sangat-sangat tenang" Luna melihat keadaan sekitar dengan perasaan aneh.


"....." Shinji terdiam.


"..... Keluarlah! aku tahu kau ada disana" Teriak Shinji.


"Tuan?" Luna memanggil Shinji dengan wajah bingung.


"Kekeke....jadi ketahuan"


Dari bawah pasir muncul monster dengan kepala anjing, monster yang Shinji cari saat ini.


Desert King, Anubis!


Anubis berdiri di depan Shinji, Luna dan Night dengan seringai miliknya. gelombang mana yang dipancarkan melebihi divine monster yang Shinji lihat pada 4 hari yang lalu.


...[Status]...


...Anubis...


...Title : [Raja Gurun]...


...Ras : Divine Dog...


...Hp : 100.000...


...Mp : 35.000...


...Level : 150...


...[Statistik]...

__ADS_1


...STR : 1800...


...INT : 2400...


...VIT : 2000...


...DEF : 2400...


...AGI : 1800...


...LUK : 800...


...[Skill]...


...Magic [Level 9], Wind Magic [Level 7], Earth Magic [Level 8], Magic Sense [Level 6], Sand Magic [Level 6], Sphinx...


[Raja Gurun]


[Authority terhadap gurun seribu ilusi mampu memberikan efek debuff kepada lawan, memiliki kemampuan untuk mengendalikan seluruh monster di gurun]


[Sphinx]


Pemanggilan [0/10]


[Memanggil patung singa berkepala manusia, patung yang memiliki kemampuan memanggil mahkluk kematian di gurun. dengan menyerap mana lawan Anubis mampu memanggil monster di gurun seribu ilusi, memiliki kemampuan pelindung kepada pengguna skill]


Shinji menggunakan [Ice Magic] membekukan kaki Anubis, setelah membeku Shinji melakukan serangan cepat dengan [Acceleration]. bilah pedang mengarah pada Anubis. melihat serangan Shinji, Anubis membuat penghalang dari sihir elements tanah dilapisi sihir elements pasir.


Pedang Shinji tertahan oleh penghalang milik Anubis, Night disisi lain melepaskan [Divine Lightning] berwarna keemasan di udara.


Kilatan petir menyambar di langit membuat ledakan di tempat Anubis berada, menerima serangan dari Night, Anubis membuat tombak pasir di gurun.


Luna yang melihat tombak pasir itu membelah tombak pasir dengan pedang sihir miliknya.


"Kuh...kalian semua menjengkelkan!" Anubis menjadi kesal karena pertarungan yang berat sebelah.


"Sphinx"


Dari pasir muncul patung besar berkepala singa berwajah manusia. Anubis berdiri di atas patung itu dengan seringainya.


[Objek Tak Dikenal Menyerap Mana Individu Shinji, Luna Dan Night]


"Ha?" Shinji terkejut dengan notifikasi system.


Mana Shinji terus berkurang drastis, partikel mana mengalir masuk menuju patung yang disebut Sphinx. setelah beberapa menit patung itu membentuk sebuah kehidupan. memanggil mahkluk kematian yang berada di gurun ilusi.


Sepuluh monster terpanggil dengan statistik mereka yang sangat tinggi. Shinji terkejut dengan pemandangan yang dia lihat, memanggil mahkluk di gurun dengan mudah membuat Shinji keheranan.


[Title [Raja Gurun] Diaktifkan Memberikan Debuff Kepada Individu Shinji, Luna Dan Night]


[Semua Statistik Menurun Sebanyak 200 Poin]


"Eh, dia juga bisa memberikan debuff" Ucap Luna dengan sedikit terkejut.


"Tenang saja kak....ini masalah kecil bagiku" Balas Night.

__ADS_1


"Kalian.... bagaimana bisa sangat tenang di saat seperti ini?" Tanya Shinji dengan heran.


[Divine Lightning Menghilangkan Efek Debuff]


"Bukankah itu mudah heh" Night mendengus sombong.


"Apa? kau.... bagaimana kau bisa melakukan itu?" Anubis terkejut semua efek debuff telah hilang.


"Kak Luna dia terlalu berisik, kita hajar saja. lagian monster itu bisa menjadi samsak yang bagus untuk kombinasi baru kita" Ucap Night.


"Ide yabg bagus!" Luna setuju.


Setelah berbicara dengan santai Night melakukan serangan kilat, petir keemasan mengelilingi tubuh Night dan Night melesat secepat petir.


[Bawahan Night Membunuh Sandworm 2x Mendapatkan 600.000 Exp]


[Bawahan Night Membunuh Elang Gurun 3x Mendapatkan 800.000 Exp]


[Bawahan Night Membunuh Raksasa Pasir 2x Mendapatkan 1.600.000 Exp]


Dengan cepat monster panggilan milik Anubis tercabik-cabik oleh kilatan petir emas. disisi lain Luna melakukan support dengan membentuk busur panah dari sihir bulan. mengalirkan mana miliknya membentuk anak panah, partikel cahaya perak terbentuk.


Anak panah terbentuk di udara kosong, melepaskan anak panah menuju Anubis. gelombang sihir yang kuat membuat udara menjadi terdistorsi. Night memanfaatkan kelengahan Anubis dengan melakukan serangan terkuat miliknya.


[God Speed], [Divine Claw], [Divine Lightning] kecepatan yang melebihi kecepatan suara. Anubis yang melihat serangan Luna membuat sebuah penghalang berlapis, dengan pertahanan dari Sphinx dan penghalang buatan miliknya, Anubis yakin dia tak terkalahkan.


Tapi...


Srash!


Darah keluar dari tubuhnya hanya dalam beberapa detik tangan milik Anubis lepas dari tubuhnya. selang beberapa detik lagi tangan lainnya juga ikut terlepas, satu demi satu tubuhnya terlepas seperti kerangka.


".....Argggggggg" Hanya terdengar teriakan Anubis di sana. suara teriakan kesakitan akibat seluruh tubuhnya yang lepas bersimbah darah segar.


Night yang selesai dengan serangan miliknya menatap Anubis. Anubis yang kesakitan melihat ke atas, dan melihat sosok Night.


"Perlawanan yang bagus...tapi sudah selesai ini akhir darimu" Gigitan terakhir dari Night membuat kepala Anubis terbang bebas di udara.


Tak sampai beberapa puluh menit pertarungan berakhir dengan kemenangan telak pihak Shinji. Shinji yang tak bisa mengerti apa yang baru saja terjadi hanya mengatakan satu kata "Hah?"


[Bawahan Night Membunuh Raja Gurun, Anubis Mendapatkan 4.000.000 Exp]


[Level Naik 5x]


[Night, Level Naik 4x]


[Luna, Level Naik 2x]


[Hadiah Membunuh Anubis Mendapatkan Poin Penukaran 30.000, Desert Bow, Houma Spear, Gold Box]


Notifikasi System terlihat di depan Shinji, hanya saja Shinji masih terdiam kaku melihat pertarungan yang berakhir secara sepihak.


"Haha, ini mudah! Night tertawa.


"Em...kau benar!" Luna mengangguk setuju dengan Night.

__ADS_1


Melihat mereka yang masih santai membuat Shinji menghela nafas setelah itu tersenyum.


__ADS_2