
Gerbang istana terbuka, suara langkah kaki terdengar di lorong.
"Selain itu tempat ini sangat besar" Shinji kagum dengan kemegahan istana ini.
"... Walaupun Kota ini adalah kota tanpa hukum, tetap saja yang mulai selalu mengawasi setiap sudut kota dengan seksama" Balas Horus.
"Hmm, penguasa tempat ini sangat kejam kepada rakyatnya tapi tidak untuk mereka yang telah menjadi bawahan darinya. setelah melihat kondisi kota ini, aku tahu jika setiap orang memiliki ras yang berbeda. maka dari itu penguasa tempat ini memilih untuk memberikan kebebasan kepada rakyat, dengan bersikap netral"
"Jika dia memberikan perlakuan istimewa pada ras yang lebih tinggi, ras yang lebih lemah akan menuntut balas pada perlakuan penguasa tempat ini" Jelas Shinji.
"Ternyata kau cukup pintar, kau benar dengan mengambil keputusan netral maka tidak ada ras yang akan menuntut balas kepada yang mulia" Ucap Horus.
"Itu sistem yang bagus aku memuji. tapi, sampai kapan dia mampu bertahan dari sistem yang dia buat ini. kota ini adalah kota tanpa hukum, jika mereka yang berasal dari luar memiliki kekuatan untuk menaklukkan kota ini, itu akan menjadi akhir dari penguasa tempat ini" Shinji tersenyum.
"Keterbatasan kota ini adalah tanpa adanya hukum. tanpa hukum kota tak akan berdiri, dengan hukum mereka yang melakukan kejahatan mampu diberikan ganjaran. tapi, sekalipun ada hukum mereka yang berada di atas hukum itu akan mencoba memanipulasi setiap hukum yang di tetapkan"
"...."Horus memikirkan kata-kata Shinji.
"Oh, apakah itu ruangan penguasa kalian?" Tanya Shinji yang melihat sebuah pintu besar dengan kilau indah.
"Ya, kita sampai!" Horus berdiri di depan pintu besar setelah hening sesaat sebuah suara berbicara.
"Masuklah! Aku menunggu kalian"
Sebuah suara keluar dari dalam pintu, suara indah namun memiliki kekuatan untuk membuat pikiran seseorang menjadi gila. suara yang keluar di warnai dengan aura hitam pekat layaknya lagu kematian, setiap yang keluar dari suara itu hanya berisi perintah.
Pintu besar terbuka, melihat pemandangan sekilas yang ada di dalam Shinji bisa tau jika tempat itu adalah neraka bagi monster. setelah pintu terbuka sepenuhnya, yang terlihat adalah tumpukan mayat di setiap sudut ruangan. tempat duduk yang terbuat dari tulang belulang monster, dinding yang telah usang dengan banyak jaring laba-laba.
"Penguasa tempat ini memiliki selera yang unik" Ucap Shinji setelah melihat keadaan ruangan yang dilihatnya.
"Aku menunggu kalian, wahai tamu asing" Seorang wanita dengan kaki laba-laba berdiri di depan singgasana.
"Jadi ini yang mereka sebut wanita laba-laba, Arachne!"
...[Status]...
...Arachne...
...Nama : Adjes...
__ADS_1
...Ras : White Spider...
...Title : [Ratu Mimpi Buruk]...
...Hp : 50.000...
...Mp : 12.000...
...Level : 140...
...[Statistik]...
...STR : 1350...
...INT : 1500...
...VIT : 1300...
...DEF : 1100...
...AGI : 1200...
...[Skill]...
...Magic [Level 10], Water Magic [Level 9], Poison Magic [Level 10], Illusion Magic [Level 6], Mind Control [Level 7], Magic Sense [Level 5] Appraisal [Level 5], Curse Eye, Strings...
Untuk pertama kalinya Shinji melihat monster dengan status level 100 dan memiliki statistik lebih dari 1000 Poin.
"Ini pertama kalinya kita bertemu, perkenalkan aku satu-satunya penguasa di tempat ini, Adjes. seorang Arachne dan juga ratu mimpi buruk" Adjes Tersenyum.
"Takuya Shinji, kau bisa memanggilku Shinji!" Balas Shinji.
"Hm...kau memiliki nama yang aneh untuk seorang monster, Takuya Shinji seperti nama seorang manusia" Adjes menatap Shinji lekat-lekat.
"Lupakan saja.... sekarang menuju masalah utama, kau pasti tau kenapa aku memanggilmu ke istana ini?" Tanya Adjes.
"Karena aku membuat keributan di area kekuasaan milikmu!" Jawab Shinji.
"Setengah benar dan setengah salah. memang benar aku memanggilmu kesini karena keributan yang kau buat tapi....itu bukan alasan utama aku memanggilmu, keributan saja tak akan membuat dirimu layak berada di depanku" Ucap Adjes.
__ADS_1
"...." Shinji terdiam.
"Alasan utama kau disini adalah jiwamu! berbeda dengan jiwa kebanyakan monster kau memiliki jiwa yang aneh, atau lebih tepatnya murni dan kuat. hampir seperti jiwa milik ras kuno"
Hal tak asing terdengar kembali, sebuah kata-kata yang mengacu pada jiwa manusia.
"serius? apakah jiwa sepenting itu?" Shinji memikirkan seberapa penting jiwa bagi seseorang.
[Bagi manusia jiwa tak lebih dari sekedar jati diri, mereka berperang sebagai bentuk asli dari apa yang kita inginkan. misalnya manusia memiliki jiwa yang murni, bagaimana dengan monster? setiap jiwa monster berbeda. jiwa yang terlahir kuat akan selalu menjadi kuat, jika jiwa yang terlahir lemah mereka hanya bisa mengembangkan jiwa itu sampai batas output mereka]
[Bentuk jiwa selalu berubah mengikuti apa yang kita yakini, tuan mungkin tidak sadar tapi setiap jiwa memiliki warna sendiri. jiwa yang terlahir jahat akan memancarkan aura hitam pekat, jika jiwa memancarkan aura putih bersih orang itu akan terlahir sebagai orang baik. tapi tetap saja menggolongkan manusia jahat dan baik dari jiwa juga tak akan membantu, selebihnya adalah penilaian Tuan sendiri]
[Penilaian apakah orang itu baik atau bukan berdasarkan sudut pandang Tuan, saya tak bisa membantu disini]
"... Kesampingkan soal jiwa milikku, aku ingin meminta informasi dari orang tinggi sepertimu"Ucap Shinji.
"Informasi? informasi apa yang ingin kau ketahui dariku sampai kau membuat keributan yang tidak perlu" Adjes bertanya.
"Pertanyaan pertamaku tempat apa ini?" Tanya Shinji.
"Seperti yang kau lihat ini adalah area 3 dari hutan Eminance, area 3 terbentuk dari ruang tak terbatas" Jawab Adjes.
"Ada berapa penguasa sepertimu di tempat ini?" Shinji bertanya lagi.
"Empat penguasa, mereka menempati bagian utara, selatan dan barat...saat ini aku berada di wilayah timur. setiap wilayah memiliki aturan mereka sendiri seperti milikku. apa hanya itu yang ingin kau tanyakan padaku?" Adjes menatap Shinji.
"Satu pertanyaan lagi, bagaimana aku bisa pergi ke area 4?"
"...."
Adjes terdiam mendengar perkataan Shinji, setelan sekian lama tak terdengar kata-kata itu Adjes sedikit tercengang.
"Jadi begitu, aku mengerti sekarang. jika kau berniat pergi ke area 4 jawabanku adalah mustahil. bukan hanya mustahil tapi tak akan pernah bisa...untuk memasuki area 4 kau perlu 4 kunci untuk bisa membuka pintu cahaya menuju area 4, setiap kunci sekarang di pegang oleh para penguasa"
"Alasan lain kau tak bisa pergi ke area 4 adalah penjaga yang menahan untuk pergi ke area 4. salah satu dari pecahan dewa kuno Arkheos, sekalipun empat penguasa datang membantu mengalahkan Arkheos adalah mustahil" Jelas Adjes.
"Aku bisa membantumu mendapatkan kunci dari 4 penguasa, tapi mengalahkan Arkheos kami tak bisa membantu" Terlihat wajah sedih di wajah Adjes.
Informasi untuk menuju area 4 telah Shinji dapatkan tapi sekarang sepertinya itu masih belum cukup, satu-satunya cara agar Shinji bisa pergi dari area 3 adalah mengalahkan pecahan dewa kuno Arkheos.
__ADS_1