Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 30 : Akhir Hutan Eminance Area 3


__ADS_3

[Individu Shinji, Night, Luna Membunuh Pecahan Dewa Kuno, Manticore Mendapatkan 30.000.000 Exp]


[Level Naik 25x]


[Night, Level Naik 25x]


[Luna, Level Naik 25x]


[Hadiah Membunuh [Pecahan Dewa Kuno] Arkheos Mendapatkan 300.000 Poin Penukaran, Gold Box 2x, Arkheos Acient Sword, Arkheos Acient Robe, Arkheos Acient Bow]


[Mendapatkan Title [Pembunuh Dewa Kuno]...]


[Mendapatkan Skill : Acient Flame...]


[Pecahan Arkheos Menjatuhkan Item Drop [Fragmen of Arkheos]...]


...………...


"....Berkahir!" Ucap Adjes dengan linglung.


"......Apa kita berhasil?" Tanya Kleid.


".... Memang tak bisa di percaya kita berhasil dan itu kenyataan" Balas Zodia.


"....." Vienny hanya terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.


Kejadian yang mereka lihat saat ini akan menjadi era baru bagi mereka, mereka tak bisa mempercayai apa yang mereka lihat saat ini. perasaan senang, sedih, lega semua bercampur menjadi satu. di setiap momen yang tak terlupakan mereka memandang ke arah Arkheos menghilang.


100 Tahun mereka telah terjadi dalam siklus ini selama 100 tahun. hanya mampu bertahan di tempat ini tanpa bisa keluar, semua yang telah mereka lakukan hanya untuk sebuah momen kecil ini. di dalam lubuk hati mereka, kesempatan hidup masih tersisa, dengan kebebasan yang telah mereka dapatkan membuat tangisan bahagia mereka pecah.


Dendam selama ratusan tahun kini sirna dengan cepat, setelah terjebak di dalam dunia tak terbatas ini akhirnya saat ini rantai yang mengikat mereka lepas dan tergantikan oleh cahaya matahari yang cerah.


Shinji melihat mereka yang menangis dengan senyuman, setelah itu Shinji menatap langit. bukan sebagai Takuya Shinji bukan sebagai orang lain melainkan dirinya sendiri saat ini. hati kosong Shinji kini telah terisi dengan perasaan aneh yang tak terlukiskan.


"Perasaan apa ini? senang? sedih?" Shinji bertanya pada dirinya di masa lalu.


Tiba-tiba sebuah pelukan hangat dari belakang membuat Shinji terkejut, Shinji menoleh dan melihat Luna yang memeluk erat Shinji dengan hangat.


"Anda telah berjuang! kami berterima kasih" Ucapan Luna lembut bagai sinar mentari.


Untuk sesaat Shinji terdiam tapi sekarang Shinji mengerti bahwa perasaan yang dia rasakan saat ini adalah kehangatan keluarga. hal yang tak pernah bisa Shinji rasakan selama hidup menjadi manusia di bumi.

__ADS_1


Shinji melihat ke bawah dan mendapati semua orang berlutut. Shinji tercengang tak bisa memahami apa yang terjadi, tapi sebuah suara lebih membuat Shinji terkejut.


"Kami Bersumpah Setia kepada Raja Kami!"


Semua pasukan berlutut di hadapan Shinji. bulan karena kekuatan Shinji, bukan karena Shinji mengalahkan Arkheos tetapi mereka bersumpah setia kepada individu Takuya Shinji.


Perasaan yang mereka miliki karena telah di selamatkan membuat mereka ingin melayani orang yang ada di depannya. era baru dimulai dengan melayani raja mereka Shinji akan membuat era para monster kembali.


"?..." Shinji terkejut dengan apa yang mereka lakukan, semua pasukan monster berlutut di hadapan Shinji.


Setelah memeluk Shinji, Luna melepaskan pelukannya miliknya dan pergi ke jejeran pasukan yang berlutut begitu juga Night.


"Kami Bersumpah Setia Kepada Raja Kami!" Ucap Night dan Luna dengan senyum lebar.


Memerlukan beberapa saat sampai Shinji menerka pa yang sedang terjadi, Shinji tak pernah menyangka dia akan dilayani. dalam keinginan Shinji dia hanya ingin hidup sebagai orang normal, tapi setelah ini Shinji akan merubah sudut pandang miliknya.


Meski mereka hanya bertemu sementara, meski ikatan mereka tak begitu dalam, meski mereka tak tau seperti apa raja mereka semua orang tetap akan melayani Shinji. benang merang yang yang tadinya melemah mulai menguat, ikatan takdir di antara mereka telah ada sejak lama.


Setelah melihat Shinji mereka tau jika dia layak menjadi raja. Shinji hanya bisa terdiam setelah beberapa saat Shinji membuka mulut miliknya.


"Aku tak bisa berkata apa-apa tapi..." Shinji menatap lurus ke arah semua pasukan monster.


"Tidak, ini mungkin melenceng dari mimpi utamaku tapi tetap saja, ini tidak buruk" Shinji tersenyum.


STR +1500


INT +1000


VIT +1000


DEF +750


AGI +500


LUK +500


Sword Skill : Soul Sacrifice, Tranformation,


Atribut : Ketajaman [Level 10], Ketahanan [Level 10], Memperkuat [Level 10], Mengabaikan Pertahanan [Level 10], Ketahanan Elements [Level 10], Kecepatan [Level 10], Anti Sihir [Level 10]


[Pedang hitam legam dengan aura kegelapan, pedang yang di dapat setelah membunuh pecahan Arkheos. pedang yang mampu mengonsumsi jiwa mahkluk hidup untuk mendapatkan kekuatan, pedang yang mampu bertambah kuat dengan mengonsumsi Fragmen Of Arkheos]

__ADS_1


{Note Author : pedang yang terinspirasi dari manga Berserk of Gluttony, yang baca pasti tau}


Shinji mengangkat pedang hitam ke udara, pedang hitam memancarkan aura kegelapan pekat, kegelapan yang menelan cahaya tapi kegelapan itu juga membawa masa depan di dalamnya.


...………...


[Kerajaan Arrandalle]


[Ruang Kerja]


"Tuan Putri saya ingin melapor!" seorang pelayan berlutut di depan Ernesia.


Ernesia melihat orang itu dan tersenyum.


"Apakah berjalan lancar?" Tanya Ernesia.


"Baik! saat ini mereka akan menyetujui usulan Tuan Putri saat ini" Ucap pelayan itu.


"Bagus...mereka telah lama bersembunyi saat mereka untuk menunjukkan diri teman lama!" Ernesia tersenyum.


"Apakah hanya itu laporannya?" Tanya lagi Ernesia.


"Laporan dari akademi, para pahlawan berkembang dengan baik. saat ini mereka melakukan perburuan di hutan barat" Balas Pelayan itu.


"Hmmm..." Ernesia tak terlalu peduli dengan laporan itu.


Tujuan Ernesia memanggil pahlawan adalah untuk membuatnya menjadi kuat, selama Ernesia bisa menggunakan pahlawan sebagai alat untuk apapun.


"Mereka berguna untuk pengorbanan, selama mereka terus menjadi kuat mereka bisa menjadi pelayan yang setia kepadaku" Ernesia tersenyum bergairah.


"Fufufu...aku bisa saja memanipulasi memory mereka tapi itu membosankan, boneka yang cepat rusak tidak akan menarik. akan lebih baik mereka rusak secara perlahan-lahan dan saat itu aku akan membuat mereka jatuh kepadaku" Tatapan Ernesia di penuhi gairah nafas miliknya tersenggal-senggal.


Pada saat itu awan hitam memenuhi langit, badai petir menggelegar di langit.


"Oh ya! beberapa waktu lalu seorang mengumumkan dirinya menjadi seorang dewa" Ernesia menggertak giginya kini emosinya berubah menjadi marah.


"Apanya yang dewa, kalian hanya lebih kuat dari kami dan tidak lebih...suatu saat kalian yang menyebutkan diri sebagai dewa akan menjilat kaki indah milikku" Senyuman Ernesia dalam sedalam kegelapan.


Badai terus datang kilatan petir menyambar, waktu terus berputar tanpa henti menuju ke arah yang sama. pada saat itu mereka tidak tahu jika roda takdir telah berputar, semua yang terjadi adalah sebuah permainan takdir.


Hanya tinggal menunggu waktu hingga takdir itu mempertemukan mereka semua di dalam satu tempat. Ernesia Von Arrandalle, Takuya Shinji, dan Kerajaan Beast.

__ADS_1


...………...


{Note Author : untuk romance tetap gua kasih tapi setelah Shinji keluar dari hutan. gua akan bikin bertahap ni romance agar jadi soft romance}


__ADS_2