Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 47 : Heavenly Warrior, Isabel!


__ADS_3

{Note :Ini malam hari}


Bulan diwarnai dengan warna merah darah senyuman arogan terlihat jelas pada gadis itu.


"Fufufu~aku sedang bosan kebetulan sekali bertemu dengan seseorang yang bisa menjinakkan naga" Isabel tertawa kecil.


"Mari kita lihat seberapa kuat dirimu!"


Isabel menendang jalanan melesat dengan kecepatan tinggi. dengan melayangkan pukulan ke arah depan tepat ke arah perut Shinji. dengan reaksi cepat Shinji menghindari serangan isabel, Isabel melihat peluang itu melakukan uppercut.


Buk!


Pukulan keras mengenai dagu Shinji menghempaskan Shinji ke udara.


"Bukankah aku sudah mengelak ke samping kenapa dia masih bisa menyerangku?"


"Untuk sesaat kau pasti berpikir kenapa pukulan milikku kena? secara teknis ras Vampire mampu bertarung dengan mengubah bentuk tubuh miliknya dengan darah" Isabel tersenyum arogan.


Shinji kembali berdiri, bersiap dengan kuda-kuda miliknya. Isabel yang melihat itu tersenyum, setelah itu Isabel kembali melesat cepat menuju Shinji berbagai rangkaian serangan seperti pukulan, cakaran, tendangan mengarah padanya secara beruntun.


Shinji melangkahkan mundur sembari mengelak ke kiri dan kanan hingga Shinji menabrak rumah dibelakang.


"Sial!"


Pukulan dengan kecepatan peluru menyentuh rumah besar dibelakang Shinji, menghancurkan rumah itu dalam sekali serangan. disaat-saat terakhir Shinji berpindah tempat dari tempat dia berdiri sebelumnya.


"Seharusnya itu melukaimu tapi disaat terakhir kau berhasil menghindar...hm, ilusi?" Isabel melihat bayang-bayang Shinji di tempat dia memukul.


"Jadi begitu!" Isabel kembali tersenyum.


Mata merah darah menyala menargetkan Shinji. Shinji menyadari jika Isabel berubah, postur menyerang miliknya telah berubah sepenuhnya.


"Sihir darah, gelombang naga langit!"


Dari bawah kaki Shinji terbuka lebar mulut dengan taring tajam, Shinji melompat ke udara menghindari sihir itu, tapi naga darah menelan Shinji ke dalam tubuhnya. di dalam sihir itu kulit Shinji mengelupas satu persatu, korosi hebat membuat Shinji mengenyit kesakitan.


Mengeluarkan pedang miliknya Shinji menebas sihir milik Isabel menjadi beberapa potongan.


"Sihir darah, pedang penghakiman!"


Drrrrr!

__ADS_1


Pedang besar di langit jatuh menimpa Shinji dan membuat getaran hebat di tanah. saat Isabel berpikir Shinji terluka karena itu, alih-alih terluka Shinji membekukan bilah ujung pedang dengan sihir element es.


"Hahaha, kupikir kau akan terluka dengan sihir ini ternyata aku terlalu berpikir tinggi. harus kuakui kau lawan yang hebat" Isabel tersenyum puas melihat Shinji yang tak terluka dari sihir Isabel.


"Sialan!" Shinji menjadi kesal karena di permainkan.


Membekukan seluruh pedang darah dan menghancurkan pedang itu Shinji mengambil langkah mundur ke belakang. penghalang sihir yang Shinji buat juga hancur dalam sekejap setelah menerima serangan Isabel.


"Aku ingin bertanya padamu" Ucap Shinji.


"Sebagai hadiah karena berhasil bertahan bertarung denganku, aku akan menjawab pertanyaanmu" Isabel mengeluarkan tangan.


"Apakah semua Heavenly Warrior sekuat dirimu?" Tanya Shinji.


"Hmmm...jika menilai berdasarkan kekuatan aku mungkin lebih kuat dari keempat orang itu" Jawab Isabel.


"Jadi begitu...kalau begitu apa mereka sama denganmu yang seorang Vampire?" Shinji bertanya kembali.


"Entahlah...kami tak pernah mengetahui identitas masing-masing, aku bahkan tidak tahu mereka siapa" Jawab Isabel.


"Apa maksudnya itu? dia tak berbohong jadi mereka tak mengetahui identitas masing-masing?" Shinji kebingungan.


Shinji mengesampingkan masalah itu dan bertanya pertanyaan terakhir.


Isabel terdiam sesaat memikirkan bagaimana harus menjawab pertanyaan Shinji. setelah yakin dengan jawaban miliknya dia berbicara.


"Kami hanya bersembunyi. kerajaan suci memiliki dekrit yang membuat rakyat kerajaan suci membenci ras selain manusia. alasan kenapa mereka berperang dengan kerajaan beast dulu karena mereka membenci jika ada ras selain manusia membuat sebuah negara. di samping itu kerajaan suci memiliki kekuatan tempur yang hebat karena seorang dewi membantu mereka" Isabel menjelaskan alasan kenapa kerajaan suci berperang melawan kerajaan beast.


"Apakah hanya itu yang ingin kau tanyakan?" Isabel balik bertanya.


"Ya! itu sudah cukup...kalau begitu aku juga akan mengerahkan seluruh kekuatanku" Energi magis meledak di tubuh Shinji. bayangan samar seekor naga terlihat di belakang Shinji, fenomena yang membuat tubuh Isabel gemetar.


"Tubuhku gemetar, apa yang terjadi padanya energi magis itu lebih besar dariku" Isabel dibuat tercengang oleh energi magis yang sangat besar.


Isabel mengeluarkan sabit besar yang dia simpan, merasakan bahaya saat melihat Shinji di depannya secara naluri Isabel tau jika dia adalah orang yang kuat.


"Jika kau tidak menyerang maka aku yang akan terlebih dahulu!" Isabel mengayunkan sabit miliknya ke tanah aura pedang darah terbentuk dari serangan Isabel.


Saat aura pedang ingin mencapai Shinji tebasan pedang Shinji membelah udara beserta aura pedang Isabel.


"Kalau begitu bagaimana dengan ini..." Isabel membuat tombak darah di udara, melepaskan tombak darah ke arah Shinji. tapi semua tombak darah Isabel terbakar oleh api kuno milik Shinji.

__ADS_1


"Guh...kau menyebalkan" Isabel maju mengayunkan sabit miliknya sekuat tenaga, hembusan angin menerpa Shinji, sabit yang kuat membelah 3 rumah besar secara bersamaan.


Di samping itu Shinji menghindari setiap serangan Isabel dengan mengandalkan mata naga miliknya, perbedaan status membuat Shinji hanya bisa menghindar. tapi dengan menemukan celah kecil dia bisa melakukan serangan balik. saat Shinji menemukan celah Shinji menggenggam erat pedang miliknya menepis sabit milik Isabel.


"Kuh"


Isabel mengenyit tubuhnya doyong ke samping memanfaatkan celah itu Shinji melapisi bilah pedang dengan api kuno. tusukan cepat diarahkan ke tenggorokan Isabel saat nyaris menembus tubuh Isabel petir menyambar Shinji.


Duarrrr!


"...." Shinji melompat kebelakang menghindari petir itu.


"Tak kusangka kau dikalahkan" Suara seorang pria terdengar di langit malam.


"Kau payah Isabel" Suara wanita juga terdengar.


Saat awan gelap menutupi pandangan Shinji, memfokuskan mata naga miliknya Shinji dapat melihat keempat sosok yang berdiri di udara.


[Heavenly Warrior, sepertinya mereka semua telah berkumpul]


"Cih... sepertinya pertarungan kita harus ditunda dulu, ada keadaan penting yang harus kulakukan. sampai bertemu lagi penjinak naga" Isabel melambai pada Shinji setelah itu berkumpul dengan keempat orang di langit.


Kelima orang menatap Shinji dengan tatapan tajam.


[Appraisal Digunakan Pada Anda]


"Jadi dia berniat mengidentifikasi diriku...tak akan kubiarkan"


[Appraisal Dibatalkan... Melepaskan Tekanan Naga]


"Kugh.."


"Ada apa?" Salah satu pria bertanya.


"Maaf, aku tidak berhasil" Jawab gadis berambut karamel.


"Ara~jarang-jarang kau gagal seperti ini" Ejek salah satu berambut hitam.


"Untuk saat ini kita mundur" Ucap seorang pria berambut ungu muda.


"Sampai jumpa pria kecil~" Ucap Isabel dengan senyuman.

__ADS_1


Sosok mereka menghilang dari udara, kehadiran mereka juga menghilang seperti di telan bumi. saat Shinji menatap sosok mereka menghilang Shinji cukup terkejut melihat sesosok satu orang dari mereka yang tertutup oleh kabut hitam pekat.


"Siapa orang hitam tadi?" Shinji di penuhi pertanyaan hingga malam berakhir dengan kehancuran sebagian ibukota kerajaan Arrandalle.


__ADS_2