
Mendengar kata-kata Adjes Shinji hanya bisa terdiam, jika Shinji tak bergerak maju Shinji hanya bisa terjebak di area 3 selamanya.
"Apakah memang mustahil?" Tanya Shinji kepada system.
[Jika saya harus menggambarkan dengan persentase maka kemenangan tuan adalah 0%. bukan karena pecahan dewa kuno Arkheos kuat tapi skill yang dia gunakan adalah masalahnya. [Soul Sacrifice] kemampuan menelan jiwa seseorang, bukan terbatas pada jiwa tapi juga statistik mereka juga iku menjadi milik Arkheos. sampai saat ini Arkheos telah menelan banyak jiwa hingga statistik miliknya mencapai 10.000 Poin]
"Itu tidak masuk akal, bukankah dia benar-benar mengerikan. kenapa pecahan dewa kuno bisa ada di tempat ini" Shinji hanya bisa menghela nafas.
[Bukan pecahan tapi manifestasi dari wujud Arkheos, sampai saat ini dewa kuno hanya ada dalam sejarah, bahkan pada perang 500 tahun lalu Arkheos tak pernah ikut ke dalam perang. jadi Arkheos hanya di ramalkan sebagai wujud kehancuran, Evil God pertama yang mendiami dunia Elysia]
[Hanya dengan kedatangannya saja dunia mengalami kehancuran, kehidupan musnah. bahkan jiwa Wheel of Fate memutar masa lalu kembali, masa lalu itu hanya akan menjadi makanan bagi Arkheos....tetap saja Arkheos saat ini hanya ada pada ramalan, bahkan wujud sejatinya tidak ada yang pernah melihatnya]
"Bagaimana mengalahkan monster yang mengerikan seperti itu, dan juga bukankah jika semua ras superior bergabung mereka akan mati!" Shinji tiba-tiba berteriak pada monster yang tidak masuk akal.
"..." Adjes hanya terdiam melihat Shinji yang kebingungan.
"Sial! apakah memang harus berakhir disini!" Shinji mengepalkan tangan miliknya erat-erat.
[Saya sarankan Tuan menggunakan Skill dari tujuh dosa mematikan untuk mengalahkan pecahan Arkheos]
"Apa hal itu mungkin?" Shinji bertanya.
[Skill dari tujuh dosa mematikan adalah skill yang memiliki kemampuan di atas hukum dunia. Tuan harus memiliki Poin Penukaran yang cukup setelah itu adalah Level, Level Tuan terlalu rendah saat ini. jika ingin menggunakan skill tujuh dosa mematikan Taun perlu menaikkan level sampai 100]
"Jadi begitu..." Shinji membulatkan tekad miliknya.
"Mari membuat kesepakatan!" Ucap Shinji.
"Kesepakatan? apa yang ingin kau sepakati?" Adjes bertanya.
"Beri aku waktu 2 bulan...tidak, 1 bulan sudah cukup. dengan 1 bulan ini aku akan bertambah kuat untuk mengalahkan Arkheos, sedangkan yang ingin ku sepakati adalah dalam waktu satu bulan aku berlatih gunakan waktu ini untuk memberitahu penguasa lain untuk mengumpulkan pasukan!" Ucap Shinji dengan tegas.
"Saat aku kembali dalam satu bulan itu akan menjadi kematian bagi Arkheos" Tatapan Shinji lurus tanpa goyah sedikitpun.
"....Apa aku bisa yakin dengan hal itu, mengorbankan banyak orang hanya karena kesepakatan tidak menentu seperti itu, apakah itu benar-benar bisa di percaya?" Aura membunuh keluar dari tubuh Adjes.
Aura membunuh yang cukup untuk menakuti monster yang lebih lemah darinya tapi. Shinji berbeda dengan tekanan aura membunuh yang inten dia tetap menatap lurus mata Adjes. baik kepercayaan, keraguan, tak pernah ada di dalam cahaya mata miliknya.
"Aku bisa yakin hal itu!"
Dengan perkataan Shinji kesepakatan telah dibuat, untuk pertama kalinya Adjes mempercayai seluruh hidupnya pada bocah yang dia lihat di depannya. walaupun pada akhirnya dia mati saat berhadapan dengan Arkheos dia tak masalah, selama cahaya masih bersinar terang, warna kehidupan tak akan pernah padam.
Arkheos adalah seorang dewa kuno, mahkluk yang tak pernah bisa di bunuh bahkan dengan bantuan dewa sekalipun. Arkheos adalah wujud kehancuran dari manifestasi kebencian, emosi yang berkumpul menjadi satu membentuk mahkluk abadi bernama Arkheos.
__ADS_1
[Hari ke 16, Kalender Elysia, Siang Hari]
[Gurun Seribu Ilusi]
"Memang sangat cocok dengan namanya, gurun yang berisi ilusi karena terik panas. tapi itu tak bekerja padaku yang seorang undead" Shinji berjalan di atas gurun yang terbentang Luas.
Woof!
"Apakah tempat ini adalah tempat pelatihan kita Tuan?" Tanya Luna.
"Seharusnya dari informasi yang kudapat dari Adjes benar, disini banyak monster kuat untuk menaikkan level...lihat!" Shinji menunjuk ke arah monster cacing besar yang menuju ke arahnya.
...[Status]...
...Sandworm...
...Hp : 40.000...
...Mp : 5.000...
...Level : 60...
...[Statistik]...
...STR : 600...
...VIT : 600...
...DEF : 650...
...AGI : 550...
...LUK : 300...
...[Skill]...
...Magic [Level 6], Magic Sense [Level 5], Earth Magic [Level 4], Fear [Level 6], Bite [Level 7]...
"Datang tepat waktu, Luna, Night!"
"Dimengerti" Luna mengangguk.
Pedang sihir terbentuk di udara kosong sinar pedang memancarkan pada siang hari, sedangkan disisi lain kilatan petir menyambar seperti deru langit. kedua serangan di lepaskan oleh Night dan Luna, pedang sihir yang terbentuk dari cahaya bulan melesat ke arah Sandworm. setiap pedang mengoyak-ngoyak tubuh Sandworm, di sisi lain Night menggunakan cakar petir miliknya mengoyak-ngoyak tubuh Sandworm.
__ADS_1
[Bawahan Luna dan Night Membunuh Sandworm 1x Mendapatkan 400.000 Exp]
[Level Naik 1x]
[Night, Level Naik 1x]
"Kombinasi yang hebat" Puji Shinji.
Woof!
"...Saya tersanjung" Luna tersenyum.
"Kalau begitu kita akan menaikkan level hingga kita cukup kuat untuk melawan Arkheos" Ucap Shinji.
"Waktuku hanya satu bulan, dalam satu bulan aku harus mencapai level 100, saat ini menjadi yang terkuat hanya mimpi. tapi sedikit demi sedikit awan tebal yang tertutup pasti akan bersinar terang, pada saat itu aku akan terbang ke langit dan menjadi yang terkuat" Shinji mengepalkan tangan miliknya.
Perjalanan Shinji memulai awal dari sebuah legenda tengah dimulai, dengan mengubah semua cerita di dalamnya Shinji bertekad menjadi yang terkuat. dari semua puncak tertinggi hanya ada satu puncak di dunia ini.
[God Of Ancestor Acient, Arkheos]
Sosok tertinggi saat ini, seorang dewa yang tertidur di sisi lain dunia. wujud kehancuran yang telah ada sejak jaman para dewa.
...………...
[Istana Mimpi Buruk]
"Yang mulia, apakah anda benar-benar percaya pada dia?" Tanya Horus.
"Percaya atau tidak itu keputusanku kau tak berhak ikut campur...tapi, jika dia benar-benar mampu untuk mengalahkan Arkheos maka dia telah masuk dalam jejeran para dewa. sejak awal Arkheos adalah mahkluk abadi yang tak bisa di bunuh. sekalipun bisa itu hanya pecahan darinya...sejak dunia tercipta Arkheos adalah mahkluk yang selamanya dan tidak akan pernah sekalipun bisa mati" Tatapan Adjes tajam menatap langit-langit ruangan.
"Apa karena dia abadi? jadi dia tak pernah bisa dibunuh?" Tanya Horus lagi.
"Tidak bukan itu....." Adjes terdiam sejenak.
Setelah memikirkan beberapa kata di kepalanya dia berbicara dengan nada lembut.
"Arkheos adalah anomali yang tidak terikat oleh system!"
Kata-kata Adjes lembut namun tajam, berbagai perasaan terdapat dalam kata-kata.
...………...
Note : Penjelasan berkaitan dengan Arkheos.
__ADS_1
Arkheos adalah wujud dari kehancuran, dalam ramalan kuno Arkheos hanya di katakan sebagi dewa jahat penghancur dunia. wujud dan bentuknya tak diketahui. maksud Arkheos tak terikat system adalah...karena sejak awal terbentuk dunia Arkheos telah ada sebagai wujud kebencian semua manusia pada alam semesta, setiap kebencian yang menumpuk membuat sebuah wujud dari dewa kehancuran.
Arkheos mirip dengan Azatoth dari Chutulhu Mitos, Azatoth sendiri adalah penguasa dari dewa yang memiliki tahta mahakuasa di semua alam semesta. Azatoth sendiri saat ini tengah tertidur di pusat Abyss. saat Azatoth terbangun alam semesta akan hancur.