Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 29 : Pecahan Dewa Kuno, Arkheos!


__ADS_3

Mata semua orang tertuju pada dewi baru yang terlahir saat ini, di situasi keajaiban ini semua orang menatap kagum pada Luna. seorang dewi dengan kecantikan miliknya terbang di langit, keindahan yang bisa di sejajarkan dengan musim semi.


Di saat semua orang merasa takjub, di sisi lain pertarungan hebat terjadi antara kedua monster yang saling bertukar serangan.


"Hahahahahaha...ayo lebih hibur aku!" Shinji tertawa dengan lepas, semua akal sehat Shinji telah digantikan dengan kegilaan.


Roarrrr!


Auman Manticore bergema di tempat itu, di bawah kaki miliknya api hitam membakar tempat yang dia pijak. api hitam yang tak pernah bisa padam, api yang menghanguskan semua yang terlihat. Manticore dengan tubuh besar miliknya bertarung dengan kecepatan yang tidak masuk akal, sembari menyerap seluruh jiwa di tempat ini untuk meningkatkan statistik miliknya.


"Hahaha...ini menyenangkan tapi itu tak cukup"


Drrrr


Ledakan terjadi tebasan pedang Shinji membelah gurun menjadi dua bagian sepanjang 100 meter. serangan penghancur yang menjatuhkan, menghancurkan setiap tempat yang ada. Manticore dengan mulut terbuka melepaskan api kuno miliknya, bola api berwarna hitam mengarah pada Shinji, tapi itu dengan cepat terpotong menjadi dua.


Shinji membuat pijakan di udara dan berdiri disana.


"Pikiranku kacau tapi hasrat tak tertahankan ini membuat diriku merasa bahagia...di dalam pikiran saat ini hanyalah menghancurkan dan membunuh!" Tawa Shinji bergema, tawa jahat yang membuat merinding semua orang yang melihatnya.


"Dia...sangat berbeda dengan terakhir kali, ada apa dengannya?" Adjes dari kejauhan melihat perubahan sifat Shinji.


"Apakah itu dia? orang yang membuat kesepakatan denganmu?" Tanya Kleid.


"Dia sangat mengerikan energi magis yang keluar darinya telah melampaui dewa...bahkan saat ini dia terlihat sejajar dengan pecahan dewa kuno" Ucap Zodia.


"Itu... kekuatan sebesar itu bagaimana seseorang monster undead mencapai kekuatan sebesar itu" Vienny yang berada di garis belakang kini telah bergabung dengan Adjes.


"Ah Vienny!...aku tidak tau. tapi saat ini aku percaya jika dia mampu melawan Arkheos" Adjes tersenyum pahit.


Ketiga penguasa mengangguk mendengar perkataan Adjes.


"Awalnya aku berpikir bahwa bocah itu hanya membual, tapi sekarang aku yakin bocah itu bukan monster biasa... kekuatan itu bukan murni berasal dari dunia ini. Siapa Sebenarnya Kau?" Batin Adjes.


Adjes saat ini hanya bisa menghela nafas dan melihat dengan seksama pertarungan kedua monster yang mampu membuat kehancuran.


"Ada apa? ayo lebih bersemangatlah!" Tebasan pedang yang dilapisi sihir es membekukan padang gurun, kekuatan penghancur yang melebihi kekuatan dewa di lepaskan dengan mudah oleh Shinji.


Roarrr!

__ADS_1


Auman Manticore kembali bergema. Manticore membuka mulutnya melepaskan semburan api yang membakar apapun, panas api membakar sekeliling tempat dan hutan sekitar.


"Sial! pikiranku kacau kekuatan ini mengerikan tapi aku tak bisa mengendalikan pikiranku" Shinji tetap mempertahankan beberapa akal sehat miliknya sedikit demi sedikit.


Dari langit kilatan petir keemasan menyambar tubuh Manticore, kilatan petir dahsyat membuat ledakan kuat di area Manticore berada.


[Wrath]


[Skill tujuh dosa besar yang berarti kemarahan, mengaktifkan skill ini membuat statistik di kali 10, dalam mode ini pengguna akan kehilangan akal sehat mereka dan menjadi gila]


Skill tujuh dosa besar yang tidak memiliki batas penggunaan dan biaya penggunaan. tapi dengan tubuh Shinji yang rapuh, system menetapkan batas penggunaan skill ini hanya 5 menit, jika lebih dari itu jiwa Shinji akan terluka parah dengan kelebihan kapasitas kekuatan yang berlebih.


Night juga membantu Shinji dengan kilatan petir emas miliknya, Luna disisi lain mengeluarkan dunia mimpi miliknya. langit seketika berubah menjadi hitam, bulan biru bersinar terang, padang rumput dan bunga-bunga membentang luas. kupu-kupu terbang mengelilingi sekitar.


Ribuan Tombak berwarna perak mengarah pada Manticore, Luna melepaskan serangan miliknya kepada Manticore. setelah tombak luna mengenai Manticore ledakan satu demi satu terjadi, ledakan keras membuat Manticore mengaum kesakitan.


Roarrrrr!


Shinji melakukan serangan di udara, tebasan pedang dengan kekuatan yabg berlipat ganda akibat dari dunia mimpi membuat serangan Shinji menguat. ratusan sayatan pedang mengoyak-ngoyak tubuh Manticore, Shinji melakukan serangan tanpa jeda sedikitpun.


Kilatan petir kembali menyambar satu demi satu, tapi kali ini di langit badai besar membuat angin topan kencang. ribuan kilatan petir menyambar tubuh Manticore hingga membuat kerusakan parah. tiga serangan dari arah yang berbeda membuat Manticore kesulitan bertahan, sisa jia yang dia serap telah habis, hanya tinggal menunggu hingga dia mati.


Tapi api hitam menyebar membentuk sebuah pusaran kematian, Dunia Mimpi yang memerangkap Manticore terbakar, badai petir yang menyambar dirinya tertelan oleh api hitam miliknya. Shinji yang melihat api itu melompat menjauh dari Manticore, berkat kesadaran Shinji yang perlahan pulih dia mampu berpikir kembali.


5 menit berlalu dengan cepat, kesadaran Shinji telah kembali normal, tapi dampak dari penggunaan skill [Wrath] masih tersisa. Shinji saat ini menatap lurus ke arah Manticore berada. api hitam kini membalut tubuhnya, api yang membakar apapun membalut tubuh Manticore layaknya baju perang.


Panas dari api itu membakar mana di sekelilingnya "Itu mampu membakar mana juga, sekuat ini kah pecahan dewa kuno" Ucap Shinji.


[Membalut tubuhnya dengan api, segala bentuk serangan akan terbakar jika mendekat ke arah api itu. kemungkinan untuk menang bahkan dengan skill [Wrath] adalah 0%]


Mendengar system Shinji tak terkejut, sejak awal Shinji tau jika melawan monster di depannya tidak akan semudah merobek kertas.


"Hmm...apa itu? Core?" Shinji melihat benda bersinar terang di dada Manticore.


Shinji mencoba serangan miliknya dengan melempar pedang sihir es ke arah Manticore, tapi sebelum pedang itu sampai api hitam telah membakar habis pedang sihir Shinji. api hitam terus menyebar hingga membakar hutan sekitar, perlahan hp Shinji turun sedikit demi sedikit.


"Bagaimana ini Tuan?" Luna sekarang berdiri di samping Shinji.


Woof!

__ADS_1


Night juga bergabung bersama dengan Shinji.


"Walaupun monster itu kuat tapi dia tetap memiliki kelemahan... bagaimanapun dia hanya pecahan dan bukan asli, selama kita bisa menghancurkan core di dada miliknya semua ini akan selesai" Shinji menunju ke arah benda bersinar di dada Manticore.


"Jadi apa yang harus kami lakukan?" Tanya Luna.


Shinji mengeluarkan Desert Bow dan Houma Spear.


"Seharusnya ini mampu menembus api hitam milik Manticore..." Shinji memegang kedua item.


Shinji menggunakan Houma Spear sebagai anak panah untuk menembus pertahanan Manticore, Houma Spear memiliki Atribut khusus yaitu anti sihir [Level 7] tapi ini hanya bisa terpakai sekali begitu juga dengan Desert Bow, mampu mempercepat dan memperkuat anak panah yang dilepaskan.


"Kesempatan kita hanya satu kali, jika gagal kita semua akan mati di tempat ini" Shinji menatap lurus Manticore.


Luna dan Night mengangguk.


[Mengaktifkan Skill Tujuh Dosa Besar [Wrath] Semua Statistik 10x]


[Batas Penggunaan 5 Menit]


Shinji menarik busur gurun miliknya kuat-kuat, dengan statistik Shinji busur gurun mampu memaksimalkan bidikannya, Houma Spear menyusut sesuai keinginan Shinji. Shinji melapisi Houma Spear dengan [Ice Magic] kilatan petir juga dari Night [Divine Lightning].


Melepaskan Houma Spear dengan kecepatan suara, Houma Spear melesat dengan cepat ke arah Manticore. Luna menggunakan [Absolute Illusion] membuat ilusi seakan tombak itu berjumlah ribuan dan tersebar dimana-mana.


Melihat ilusi Luna yang bekerja, Manticore mengaum membakar seluruh Houma Spear yang mengarah padanya, tapi sayang sekali tombak Shinji telah sampai pada Manticore.


Trang*


Tombak yang hampir menembus dada Manticore tertahan oleh balutan api hitam di tubuhnya. Manticore yang melihat tombak itu menguatkan api hitam miliknya agar tombak Shinji meleleh tapi...Shinji dengan serangan terakhir miliknya melempar pedang milik ya tepat ke arah gagang belakang Houma Spear.


Dorongan kuat dari belakang membuat Houma Spear berhasil menembus api hitam milik Manticore dan setelah itu...Jleb*


Krek*


Inti dari Manticore di tembus dan retak. Manticore membuka matanya lebar, rasa sakit ditubuhnya menghilang digantikan oleh cahaya yang perlahan padam. kehidupan di mata Manticore kini menghilang seperti di telah oleh kegelapan. saat ini pecahan dewa kuno berhasil di bunuh.


...………...


__ADS_1


Ilustrasi Night (Wujud Manusia)


Source: Pinterest


__ADS_2