Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 54 : Membuat Dungeon


__ADS_3

[Hari ke 1, Bulan 7, Kalender Elysia, Malam Hari]


[Kerajaan Suci Stein]


Di dalam gereja yang diterangi oleh cahaya malam berbintang seorang wanita dengan pakaian putih duduk bersimpuh dengan jari tangan yang terjalin satu sama lain seperti orang yang berdoa. wanita itu memejamkan mata miliknya selama 2 jam lamanya.


Kerajaan Suci adalah kerajaan yang terletak di wilayah timur, dengan menuju ke arah timur melalui padang pasir dan lembah hanya dengan 1 bulan mereka bisa sampai dengan kecepatan kuda. jika memiliki alternatif lain adalah portal teleportasi yang terhubung menuju Kerajaan Suci langsung. biasanya Kerajaan Suci hanya memperbolehkan satu atau dua negara memiliki portal teleportasi tapi karena perang yang berkecamuk menjadikan Kerajaan Suci negara yang tertutup.


Banyak dari penduduk Kerajaan Suci yang beragam beriman kepada dewa untuk mendapatkan rahmat. mereka percaya jika dewa adalah mahkluk yang suci dan tinggi, selama mereka beriman kepada dewa Kerajaan Suci akan senantiasa makmur. Kerajaan Suci memiliki 2 dewa yang disembah yaitu Dewa Cahaya Solus dan Dewa Kebijaksanaan Melida.


"....." Wanita itu terlihat diam tapi bibirnya bergerak seperti membaca doa.


Brukkk*


Pintu gereja terbuka dan disana seorang kesatria masuk ke dalam dan segera bersujud di depan wanita itu.


"Dewa cahaya telah menuntun kita dalam kegelapan...wahai kesatria apa yang membuatmu begitu tergesa-gesa?" Wanita itu bertanya kepada kesatria yang bersujud.


"Saintess-sama berita terbaru dari wilayah Barat dan Utara!" Balas kesatria itu.


"Katakan padaku kesatria" Ucap sang Saintess.


"Kerajaan Beast dan Kerajaan Arrandalle yang telah lama berkonflik beberapa hari ini mereka telah menyelesaikan konflik mereka"


"....." Saintess diam mendengarkan kesatria itu berbicara.


"Dari berita yang terdengar Kerajaan Beast dan Kerajaan Arrandalle telah berperang beberapa hari yang lalu. dan hasil dari perang itu adalah Kerajaan Beast telah dihancurkan dan Kerajaan Arrandalle mengalami krisis yang serius"


Saintess yang mendengar itu berdiri memegang tongkat emas berukiran lambang dewa cahaya. tatapan Saintess menjadi tajam bukan seperti sebelumnya, aura darinya bahkan seperti aura dari seorang wanita suci.


"Katakan lebih lanjut tentang berita itu kesatria" Ucapan Saintess lembut namun dipenuhi penekanan dan perintah.


Kesatria mengangguk dan menceritakan semua kejadian yang terjadi pada perang itu. Saintess mendengarkan cerita kesatria itu dengan seksama tapi dia melebarkan matanya saat mendengar kata 'Raja Undead' tubuhnya sedikit gemetar hanya dengan mendengar nama itu.


"Bagaimana bisa..."

__ADS_1


...……………...


[Kerajaan Beast]


Beberapa hari telah berlalu sejak perang yang terjadi antara kedua Kerajaan. selama beberapa hari Shinji berada di hutan Eminance untuk berdiskusi tentang masalah Dunia Elysia. Shinji memberitahukan semua rencananya di masa depan kepada Mythia, pada awalnya dia menolak karena khawatir dengan Shinji. tapi setelah memberikan alasan yang masuk akal Mythia menyetujui rencana Shinji sepenuhnya.


"Tak kusangka dia akan langsung menolak saat ku beritahu rencana milikku" Shinji tersenyum kaku saat mengingat ekspresi Mythia saat itu.


"Tentu saja dia akan menolak dasar bodoh" Suara wanita terdengar di belakang Shinji, dia adalah Reine.


"Kenapa kau bisa seyakin itu? bukankah rencana itu sangat sempurna" Balas Shinji.


"Sempurna pantatmu, apa kau benar-benar tak bisa berpikir kalau dia khawatir kau menjadi musuh banyak dewa. apalagi di tambah dengan Guardian atau apalah itu, seharusnya kau berpikir sebelum membuat rencana itu" Reine berjinjit dan menunjuk-nunjuk kepala Shinji.


"Sialan apa kau ingin bertarung denganku" Shinji yang kesal berteriak pada Reine.


"Siapa takut sialan!" Reine juga melakukan hal yang sama.


Reiji yang melihat itu tertawa dengan tingkah keduanya.


Setelah pelatihan dengan Luna mereka telah menjadi kuat. statistik mereka telah meningkat sebanyak 2.000 poin dan saat mereka berada ada level 120. mereka semakin dekat setelah beberapa hari bersama, tapi Shinji masih menutup mulut dengan identitasnya. Shinji menggunakan nama lain yaitu Rein Hiro Schwartz.


"Ini adalah reruntuhan kerajaan beast yang ku ceritakan pada kalian. setelah perang kedua kerajaan terjadi muncul naga besar di langit yang seketika membuat kehancuran pada awal kedatangan... seharusnya kalian tau dengan lanjutan cerita itu" Shinji tersenyum.


"Aku memang mendengar ceritanya darimu tapi setelah melihatnya langsung harus kukatakan ini gila. kerajaan yang seluas ini hancur hanya dengan kepakkan sayap miliknya, sekuat apa naga itu" Reiji gemetar mengetahui dampak dari hembusan angin dari naga itu.


"Entahlah, tapi sekarang itu tidak penting" Balas Shinji.


Shinji terus berjalan menyusuri reruntuhan kerajaan beast.


"Mau dilihat bagaimanapun ini tetap tidak menyenangkan melihat mayat sebanyak ini terbaring tidak berdaya. walau aku telah mengalami pelatihan tentang hal ini tetap saja membuatku mual" Ucap Reine.


"....Wajar saja, dunia mimpi dengan kenyataan berbeda. itu hanya sebatas ilusi yang diciptakan oleh Luna agar kalian terbiasa dengan darah dan mayat" Shinji berhenti berjalan.


"Seharusnya disini bisa dilakukan!" Shinji berjongkok kedua tangannya menyentuh tanah.

__ADS_1


"Oi, apa yang sebenarnya kau lakukan?" Reine bertanya dengan perilaku aneh Shinji.


"Dungeon Creation!!"


Badumbbb!


Tanah bergetar keras guncangan itu membuat hutan bergejolak.


"Apa yang terjadi?"


"Ini...?"


Reine dan Reiji dipenuhi pertanyaan terhadap kejadian ini.


[Membentuk Tampilan Dungeon.... Membentuk Mekanisme Dungeon.... Membentuk System Dungeon.... Membentuk Monster Dungeon.... Pembentukan Selesai]


Reruntuhan yang tadinya berserakan terbang melayang di udara dan menyatu satu sama lain. seperti sihir penggabungan semua yang ada ditempat itu membentuk sebuah bangunan baru dengan aura kematian yang menyelimuti tempat itu.


Puing-puing satu demi satu menyatu membentuk sebuah pintu masuk, kerangka, ruangan dan berbagai macam hal yang sangat mirip dengan dungeon pada umumnya. setelah berlangsung lama, akhirnya semua bagian dari dungeon telah selesai dibuat.


"Dungeon?" Reine yang bereaksi terlebih dahulu saat melihat Dungeon.


[Dungeon Telah Selesai Dibuat... Silahkan Memberi Nama Pada Dungeon Tersebut]


"Elmore"


[Nama Telah Ditentukan.... Elmore Dungeon Telah Lahir]


[Menambahkan Efek Kepada Pemilik Dungeon]


Shinji menyeringai setelah melihat Dungeon yang dia buat selesai. setelah memikirkan hal ini cukup lama, Shinji berpikir jika sia-sia saat ada tanah kosong yang luas tapi tidak memiliki pemilik. pada akhirnya Shinji berpikir membuat sebuah kerajaan tapi pikiran itu segera menghilang karena merepotkan.


Setelah berpikir cukup lama Shinji menemukan ide untuk membangun Dungeon di tempat ini. dengan Dungeon Shinji tidak perlu pergi kebanyak tempat untuk menginap dan sebagainya. Shinji juga berpikir keuntungan membangun Dungeon adalah Poin Penukaran yang akan terus datang kepadanya. bahkan Exp pun bisa Shinji dapatkan tanpa banyak usaha.


[Dungeon Creation]

__ADS_1


[Menciptakan sebuah dungeon dengan mekanisme dan system di dalamnya. pemilik bebas memikirkan system akan dibuat. dengan membuat monster dan jebakan di dalam dungeon, pemilik dungeon mampu menarik seseorang kedalam dungeon untuk mendapatkan beberapa keuntungan. setiap orang yang masuk ke dalam dungeon dan membunuh monster pemilik dungeon akan mendapatkan Exp berdasarkan monster yang dibunuh, selain itu semakin banyak orang yang masuk ke dalam dungeon Poin Penukaran yang di dapatkan akan semakin banyak juga. dungeon memiliki beberapa tingkat dengan Dungeon Coin pemilik mampu meningkatkan dungeon menjadi lebih besar dan kuat]


Dan inilah alasan Shinji lebih memilih membangun sebuah Dungeon miliknya sendiri.


__ADS_2