
...[Arc 2, War of Hidden Blood, Begin]...
[Hari ke 14, Kalender Elysia, Siang Hari]
Semua persiapan telah selesai dilakukan. hanya dalam beberapa hari Adjes telah mengumpulkan pasukan sebanyak 5.000 pasukan. 2.000 pasukan adalah milik Adjes pasukan yang terdiri dari elit yang dia kembangkan dengan hari-hari yang sulit. pasukan monster dengan ras Laba-laba putih.
Disisi lain 1.500 Pasukan adalah milik Kleid, Beast Monarch dengan perawakan kepala singa dengan dua tanduk miliknya. pasukan milik Kleid adalah pasukan yang terdiri dari banyak ras monster beast campuran, mereka terlahir dengan mana yang bercampur menjadi satu membentuk sebuah ras monster campuran.
1.000 Pasukan lain adalah milik ras Dark Spirit. ras yang dibentuk untuk melakukan semua sihir bantuan di area belakang, kemampuan dark spirit adalah kemampuan untuk meminta berkah kepada alam, mampu memberikan debuff kepala lawan serta kemampuan sihir yang kuat.
500 Lain adalah seekor ras Wyvern, dengan wujud setengah humanoid mereka. semua ras Wyvern mampu berubah menjadi bentuk asli mereka, kemampuan ras Wyvern adalah sihir khusus dari ras mereka yang kuat.
5.000 Pasukan berkumpul untuk satu tujuan yaitu membunuh Arkheos dengan pasukan ini, menyerang monster yang melindungi Arkheos adalah hal mudah. tapi disisi lain Arkheos juga mampu mengambil sebagian jiwa mereka untuk merebut statistik para monster.
Kesepakatan Adjes adalah membantu Shinji melawan Arkheos tapi hal mudah diserahkan padanya sedangkan Shinji yang akan mengurus Arkheos sendirian. walaupun Adjes sedikit cemas tapi dia hanya bisa percaya para rekan sementaranya saat ini.
Tap* Tap*
Ribuan suara langkah kaki terdengar di hutan, terik matahari menyinari langit tapi dengan banyaknya hutan membuat sinar matahari tak sampai ke hutan. hembusan angin melewati dan menerpa wajah mereka membuat kelelahan menghilang. aroma bunga bersama dengan kicauan burung tercium dan terdengar di langit biru.
Sekelompok pasukan saat ini tengah berjalan menuju tempat tujuan mereka saat ini. kegugupan terlihat di wajah semua orang, rona ketakutan terlihat jelas di setiap sudut wajah. bagaimanapun yang mereka hadapi bukan monster biasa melainkan dewa kuno yang telah lama ada mendiami hutan ini.
"...." Adjes berjalan sambil sesekali melihat wajah pasukan miliknya.
"Sepertinya ini menjadi semakin sulit, bukan hanya mereka gugup tapi ketakutan juga terlihat jelas di mata mereka!" Ucap Kleid di samping Adjes.
"....Lawan yang tak bisa dikalahkan setelah perjuangan panjang. mereka pasti berpikir bahwa percuma saja melawan monster yang tak bisa dikalahkan" Balas Adjes.
"Kau benar, kita telah lama berdiam diri di tempat ini...hanya karena ketakutan pada satu monster tak dikenal. sejak awal kita ditakdirkan selalu tinggal di tempat ini tanpa bisa melihat udara bebas di luar hutan" Kleid tersenyum sedih.
Mulutnya menunjukkan senyuman sedangkan wajahnya memaparkan wajah penuh kesedihan. tangan miliknya gemetar, pasti dia mencoba tetap berusaha tegar agar moral pasukan tidak jatuh.
"Aku ingin bertanya satu hal padamu?" Tanya Adjes.
"....Apa itu?" Ada jeda sebentar sebelum Kleid bertanya.
__ADS_1
"Kenapa kau menerima permintaan dariku, padahal sejak awal kau bisa menolak itu...aku membuat kesepakatan dengan orang asing dengan mempercayakan nyawaku, itu tidak ada kaitannya dengan kalian. sejak awal kalian bisa menyerahkan kunci itu padaku dan tak perlu ikut masuk ke dalam bahaya ini" Adjes mengatakan apa yang membuat mereka menerima permintaan yabg tidak masuk akal ini.
"....."
Keheningan terjadi setelah perkataan Adjes. secara logika mengorbankan nyawa hanya untuk permintaan tidak masuk akal apakah itu sepadan dengan pengorbanan mereka. tanpa sadar Kleid tersenyum pada perkataan Adjes, senyuman tulus yang tak nampak seperti monster.
"Harapan...kami, memiliki apa yang kami inginkan yaitu sebuah harapan. harapan bahwa kami telah berjuang sebaik mungkin, harapan bahwa semua ini hanya mimpi saja. pada akhirnya ini semua nyata, ini adalah realita kejam yang membuka lebar pikiran semua orang"
"Sadarlah kita hanya monster dan lebih, sebuah kehidupan tak ternilai dan tercela di mata dunia. kita hanya mahkluk mengerikan, kita bukan dewi yang memberi harapan....tapi di dalam hatiku aku berkata bahwa "Lantas kenapa jika kita hanya monster? kita memiliki kehidupan kita sendiri"...." Ucap Kleid dalam membuat Adjes terdiam menunduk.
"Kau benar...jika kita bisa kembali hidup-hidup dari neraka ini kita akan membangun kehidupan kita sendiri" Tatapan Adjes menjadi tajam ke depan.
Semua pasukan berhenti langkah mereka terhenti seperti adalah yang menghentikan mereka untuk bergerak maju. saat ini tepat di depan mereka gumpalan hitam yang memenuhi langit berkumpul menjadi satu. monster-monster hitam yang tersebar untuk melindungi gumpalan hitam di langit.
Adjes yang melihat itu menelan ludah, gemetar ketakutan hanya dengan melihatnya. sosok yang tak pernah bisa dia kalahkan bahkan dengan jumlah. sosok dewa yang telah ada sejak jaman para dewa.
"Sungguh gila... sebenarnya bagaimana cara membunuh monster yang sekuat itu sial!" Adjes mengumpat.
...[Status]...
...Manticore...
...Ras : Dewa Leluhur Kuno...
...Hp : 500.000...
...Mp : 200.000...
...Level : 250...
...[Statistik]...
...STR : 10.000...
...INT : 10.000...
__ADS_1
...VIT : 10.000...
...DEF : 10.000...
...AGI : 10.000...
...LUK : 10.000...
...[Skill]...
...Soul Sacrifice, Acient Flame...
Wujud asap hitam berubah menjadi bentuk singa bertanduk, dengan sepasang sayap dan ekor kalajengking. perasaan mengerikan mengalir di hati semua pasukan, tidak bisa bergerak di bawah tekanan Manticore.
Saat semua moral pasukan telah menghilang bahkan kini digantikan dengan perasaan ketakutan mutlak. tapi di saat semua ketakutan mereka di langit seorang wanita dengan anjing perak miliknya terbang.
Undead itu memandang ke arah Manticore dengan wajah tertunduk, bukan karena dia ketakutan ataupun gelisah. tapi sebuah perasaan lain memenuhi dirinya. cahaya merah memancar di mata miliknya, aura merah gelap keluar bagai gelombang pasang.
Pada saat itu kedua tekanan saling berbenturan, kedua aura yang saling mendorong satu sama lain membuat gelombang kejut di tempat itu. seketika semua pasukan yang sedari tadi ketakutan tersadar kembali. mereka semua melihat ke langit dan menemukan sepasang wanita, serigala perak dan 1 undead.
"..."
Mereka semua menatap sosok di langit dengan tajam sampai sebuah suara keras membuat mereka terkejut.
"Serang!!"
Teriakan dari Adjes bergema disana semua Pasukan yang mendengar itu bersiap dalam mode bertempur mereka. sedangkan Shinji saat ini...
"Saatnya melakukan tugasku!"
[Mengaktifkan Skill Tujuh Dosa Besar [Wrath] Semua Statistik 10x]
[Batas Penggunaan 5 Menit]
Kekuatan besar mengalir pada Shinji, sebuah kekuatan yang melampaui hukum status di dunia ini. skill yang melampaui skill apapun, skill yang hanya dimiliki oleh Shinji.
__ADS_1
"Ayo Bermain, Pecahan Arkheos"
Semua akal sehat Shinji telah menghilang digantikan dengan kegilaan tak tertahankan.