
Bdumm!
Bdummmm!
"Aaaahhh kadal sialan! kau sangat sulit dibunuh" Hamel berteriak kesal.
Wushhhhh!
Api menembus salah satu kaki raksasa Hamel tapi itu segera beregenerasi kembali dengan sangat cepat. salah satu tinju raksasa mengarah pada Shinji dengan cekatan Shinji terbang mengitari tangan itu dan menembakkan nafas naga miliknya, tangan raksasa hancur dan beregenerasi kembali seperti disaat Shinji meledakkan salah satu kaki raksasa Hamel.
Kejadian itu terus berulang kembali berkali-kali setiap Shinji meledakkan salah satu bagian tubuh raksasa Hamel itu akan segera beregenerasi tanpa henti-hentinya.
"Hahaha, Percuma saja sekalipun kau sangat kuat dengan tubuh ini aku tak bisa mati" Hamel tertawa keras.
"Orang ini apa dia pikir tidak terkalahkan. memang benar tubuhnya mampu beregenerasi saat hancur tapi tetap saja kau memiliki batas waktu. dengan penggunaan banyak energi wujud itu tidak akan bertahan lama"
Shinji terus menghindar serangan Hamel baik dari arah lain maupun serangan langsung darinya, dengan menggunakan kemampuan mata naga Shinji dengan mudah melihat masa depan sejauh 1 detik. bahkan jika itu serangan dari arah lain Shinji mampu memprediksi itu berkat kemampuan melihat masa depan miliknya.
Rentetan lingkaran sihir mengarah menuju Shinji, dari lingkaran muncul berbagai sihir tingkat tertinggi yang menghujani lautan. Shinji membentuk ribuan lingkaran sihir, menggunakan sihir es Ilahi untuk membekukan tubuh Hamel.
Krakk!
Menembakkan nafas api yang meledakkan tubuh Hamel yang membeku, Hamel kehilangan keseimbangan tubuh raksasa jatuh ke bawah.
"Aaaaaa....kau sangat menyebalkan!!" Teriak Hamel.
Tubuh raksasa menyatu kembali dengan lautan tapi tak berselang lama muncul dari laut wujud baru dari Hamel yaitu paus besar yang menutupi seluruh pulau cahaya. paus besar itu membentuk gelombang lautan besar yang mampu menyapu seisi pulau cahaya, Shinji yang dihimpit oleh keempat gelombang air ingin menghindari itu dengan terbang ke atas.
Blarrrrr!
Empat gelombang yang mengarah pada Shinji saling berbenturan menyebabkan ledakan besar di lautan yang membuat air laut berlubang hingga menuju dasar. Shinji yang telah menghindari itu melihat dampak dari ledakan keempat gelombang dengan kagum.
"Kekuatan itu sangat besar, jika aku tak membawa Hamel aku yakin dampak dari pertarungan ini sangat mengerikan" Shinji bersyukur dia membuat pilihan yang tepat.
"Mau kemana kau....!!"
"!"
__ADS_1
Sebuah tangan besar mencengkram tubuh naga Shinji di udara. Hamel kembali ke wujud raksasa besar miliknya, mencengkram Shinji kuat-kuat menggunakan kekuatan tekanan dari air laut.
"Kau tak bisa lari lagi, matilah!!"
Tinju mengarah pada Shinji dengan cepat, Shinji tak bisa bergerak karena tubuhnya di cengkram kuat oleh Hamel.
"Bekukan semua Divine Ice!"
Krakk!
Krakk!
Dalam sekejap sejauh ribuan meter lautan membeku begitu juga dengan tubuh raksasa Hamel. Shinji melepaskan wujud naga miliknya dan kembali ke wujud manusianya.
[Melepaskan Dragon Realese Status Kembali Pada Awal]
"Guh, aku tidak bisa bergerak.... sialan kenapa kau memiliki kekuatan dari dewa es?!" Hamel mencoba melepaskan tubuhnya dari kondisi membeku tapi itu tak berjalan baik.
Shinji mengeluarkan pedang kuno Arkheos miliknya, melapisi bilah pedang menggunakan skill pedang kematian. panas dari cahaya matahari dan dingin dari cahaya bulan bersatu membentuk wujud energi yang berbeda. Shinji mengayunkan pedang Arkheos ke bawah membelah tubuh raksasa Hamel beserta lautan hingga sejauh 1 km.
"Hentikan omong kosongmu tak mungkin aku kalah dari bajing*n sepertimu" Hamel kembali ke wujud manusianya dan menatap Shinji dengan penuh amarah.
"Aku sudah memperingati jika kau tak mendengar maka itu salahmu!!" Shinji melepaskan aura membunuh miliknya.
"Aku tak butuh peringatan darimu" Hamel juga melepaskan energi dewa miliknya.
Keduanya melepaskan energi masing-masing yang membuat gelombang kejut hingga menciptakan badai angin. dalam sepersekian detik mereka bergerak dengan sangat cepat di udara. bentrokan dari pedang dan tombak membuat lautan bergetar hebat.
Hamel berkali-kali melepaskan tombak air ke arah Shinji tapi dengan sihir es Ilahi semua bisa teratasi dengan mudah. keduanya saling memberikan serangan-serangan mematikan, dunia mimpi yang tercipta karena Luna membuat retakan kecil karena dampak dari pertarungan mereka.
Shinji dengan pedang kematian menyayat tubuh Hamel sedikit demi sedikit, Hamel yang terus terkena serangan Shinji mengernyit.
"Guh, serangannya sangat tajam berbeda pada saat di wujud naganya. apa dia terbatasi karena wujud naga sangat besar sedangkan di wujud manusia dia bisa bergerak bebas" Batin Hamel.
Shinji bergerak maju dengan kecepatan super Hamel kesulitan melihat arah serangan Shinji karena terlalu cepat. dalam keadaan seperti itu Hamel hanya mampu membuat sebuah penghalang satu lapis untuk menahan serangan Shinji, tapi Hamel harus mampu menebak arah serangan dari Shinji untuk membuat penghalang yang sangat kuat.
Wushhhh!
__ADS_1
"Ap....kugh!"
Pukulan keras mengenai perut hingga membuat Hamel memuntahkan seteguk darah.
"Sial! apa sebelumnya kau hanya bermain-main denganku?" Hamel membungkuk menahan kesakitan di bagian perut bawah.
Hamel terus memuntahkan darah dari mulutnya. Hamel memaksa untuk berbicara karena dia sangat penasaran.
"Tujuanku adalah membuatmu menyerah tapi jika kau tak ingin menyerah, aku terpaksa harus serius membunuhmu. bukankah aku sudah memperingati dirimu? jika kau menganggap perkataanku sebelumnya adalah omong kosong maka itu kesalahan besar"
"Apa maksudmu?" Hamel kebingungan.
"Pada dasarnya pertarungan dinilai bukan dari kekuatan melainkan fleksibilitas. di saat kau menggunakan wujud raksasa milikmu kau mungkin tidak sadar jika energi dewa di tubuhmu terus berkurang. dengan memanfaatkan kecerobohanmu aku sedikit demi sedikit menguras energi dewa milikmu hingga mencapai batas"
Hamel yang kebingungan kini sadar jika pertarungan sebelumnya dia telah kalah.
"Jika ini adalah pertarungan manusia aku yakin kau menang, tapi disaat dua kekuatan sama besar saling beradu hanya yang mampu berdiri sampai akhirlah pemenangnya" Shinji mencengkram leher Hamel.
"Kuh...!"
Shinji mengakhiri pertarungan dengan sangat cepat dengan keunggulan disisinya. Luna yang terus memperhatikan dari jauh kini mendekat ke arah Shinji.
"Tuan! karena pertarungan anda dan orang itu dunia mimpi mengalami keruntuhan" Ucap Luna.
"Kalau begitu...."
Kretek!
Krakk!
Sesaat sebelum Shinji berbicara dunia mimpi hancur. Shinji yang menyadari kekuatan besar mengarahkan padangan miliknya ke langit. di langit berdiri ratusan orang dengan kekuatan yang sangat besar hingga membuat dunia berguncang.
Shinji yang tau siapa mereka membuat raut wajah bermasalah dan tatapan tajam.
God of Wind, God of Sun, Goddess of Moon, Goddess of Light, Goddess of Darkness, God of Lightning, God of Forest, God of fire dan dewa-dewi lainnya.
Ratusan dewa turun dari dunia atas ke dunia bawah untuk membuat kekacauan.
__ADS_1