Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 42 : Rencana Masa Depan


__ADS_3

Shinji menodongkan pedang miliknya ke arah gadis berambut merah. Shinji yang terkejut melihat wajah familiar gadis itu membuka mata lebar. selang beberapa saat muncul seseorang yang Shinji kenal juga. seorang pria dengan rambut hitam dengan wajah tampan.


Reiji melihat pedang yang ditodongkan ke arah Reine. beberapa saat lalu mereka ingin memastikan getaran yang terjadi di sekitar akademi dan saat itulah mereka bertemu Shinji.


"Reine!" Reiji berteriak.


"....."


Shinji yang masih dalam keadaan linglung terkejut sadar setelah teriakan dari Reiji.


"Ini diluar bayanganku, tak kusangka akan bertemu dengan mereka...apa jangan-jangan mereka adalah Pahlawan yang dipanggil?" Tanya Shinji dalam hati.


[Sepertinya begitu! Aura mereka terlihat sama dengan aura seorang pahlawan walaupun saat ini mereka masih terlalu lemah]


"Apa yang kau lakukan pada Reine?" Reiji bertanya dengan nada marah.


"...." Shinji hanya diam tanpa menjawab.


"Reiji aku tidak apa-apa!" Balas Reine melihat suasana menjadi tegang.


"Aku akan bertanya sekali lagi...apa kau melihat semuanya?" Tanya Shinji dengan tatapan tajam ke arah mata Reine.


"Em.. setengahnya" Balas Reine.


"Seperti yang kau lihat barusan, sosok tadi adalah orang yang membuat monster masuk ke dalam akademi. membunuh para guru dan mematikan fungsi penghalang akademi. aku tidak akan menjelaskan panjang lebar, hanya beberapa patah kata saja" Shinji menjelaskan semua kejadian barusan.


"Kemungkinan besar adalah mengincar para siswa dari akademi pahlawan... termasuk kalian" Shinji menatap Reine tajam membuatnya sedikit ketakutan.


"Mengincar kami? untuk tujuan apa?" Tanya Reine dengan ketakutan.


"Entahlah! melihat kondisi kalian apakah kalian manusia dari dunia yang berbeda?" Tanya Shinji.


"Eh? bagaimana bisa kau tau?" Reine kebingungan.


"Tentu saja! karena kita pernah satu kelas" Batin Shinji.

__ADS_1


"Jadi apa yabg harus kami lakukan? di dunia asing seperti ini kami tidak memiliki orang yang bisa dipercaya" Reine menunduk dan mencengkram kuat tanah.


[Tuan bisa membawa mereka, saat ini mereka bisa menjadi pengumpul informasi, tapi sebelum itu mereka harus bertambah kuat terlebih dahulu]


"Membawa mereka? walaupun mereka teman lamaku tapi di dunia ini berbeda...tidak, aku bisa menggunakan mereka sebagai perisai daging" Batin Shinji dengan senyuman jahat.


[Tuan yang terburuk!]


"Aku bisa membawa kalian. tapi, kalian harus mengikuti semua perkataan dariku" Ucap Shinji.


"Apa? kau mau membawa kami?" Reine terkejut.


"Tunggu...kami bahkan tidak mengenalmu dan kau tiba-tiba ingin mengatakan membawa kami? bukankah itu terlalu tidak wajar!" Reiji yang sedari tadi diam berbicara.


"Terserah kau mau percaya atau tidak, itu keputusan kalian. jika kalian ingin hidup dengan penderitaan kalian bisa menolak ajakan dariku....selain itu dengan kekuatan kalian saat ini, apa kalian pikir bisa hidup indah?"


"Saat ini kalian menjadi incaran kerajaan status pahlawan kalian istimewa bahkan setara raja dari sebuah kerajaan. memang saat ini kalian lemah, tapi selama kalian bisa dimanfaatkan dengan baik kekuatan kalian akan berguna di masa depan" Shinji menjelaskan kemungkinan yang terjadi pada mereka.


"...." Keduanya terdiam.


Reine dan Reiji mengerutkan kening, Shinji bisa menebak apa yang mereka pikirkan (Kenapa kita mengalami semua ini) itulah yang mereka pikirkan saat ini.


"Aku akan memberikan waktu kalian hingga malam nanti, lebih baik saat ini kita mendirikan kemah di tempat yang sedikit jauh" Shinji berbalik menyarungkan pedang miliknya dan berjalan.


Reine dan Reiji berjalan mengikuti Shinji di belakang.


[Malam Hari]


Shinji pergi untuk berburu di dalam hutan meninggalkan Reine dan Reiji berdua. saat ini ditemani oleh api unggun, keduanya memikirkan berbagai masalah mereka.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Reine bertanya.


"Aku tidak tahu!" Jawab Reiji singkat.


"Sejujurnya dia ada benarnya, kita tidak memiliki kekuatan serta pengetahuan hanya bermodalkan status pahlawan tidak akan membuat hidup kita mudah. dunia ini berbeda dengan bumi, dunia yang penuh kekejaman"

__ADS_1


"Aku ingin kembali, aku tidak tahan berada di dunia ini" Air mata jatuh dari mata Reine.


Reiji hanya bisa terdiam tanpa melakukan apa-apa. sebelumnya di bumi dia mampu hidup dengan baik berkat orang tuanya. kehidupan Reiji tergolong mudah karena orang tuanya yang kaya. tapi setelah Reiji berada di dunia ini dia merasakan kesulitan hidup tanpa bantuan orang lain.


Manusia adalah orang yang membutuhkan bantuan orang lain, bahkan sesempurna apapun orang itu, jika keadaan berubah walaupun mereka sempurna, kesempurnaan itu akan hancur.


Jauh dari tempat mereka Shinji berdiri di atas pohon dan menyaksikan mereka.


[Apa Tuan tidak berniat menenangkan mereka?]


"Tidak, mereka harus menghadapi masalah mereka sendiri. saat ini menghancurkan kondisi mental mereka dan membuat mereka menjadi lebih kuat adalah tujuan utama...jika mereka tak bisa melewati itu, mereka tak akan bisa hidup di dunia kejam ini" Ucap Shinji.


Luna juga bersama Shinji, duduk di atas pohon dan mengayunkan kaki miliknya diterangi cahaya bulan.


"Hm~Hm~Hm~" Luna bersenandung riang.


"Jadi Tuan apa yang akan kita lakukan pada mereka?" Tanya Luna dengan senyuman.


"Pertama-tama kalian bisa membuat mereka lebih kuat, kekuatan di dunia ini sangat di perlukan untuk melindungi diri. setelah itu ajari berbagai hal tentang dunia ini...kalian bebas melakukan apapun pada mereka"


Shinji berniat menyerahkan masalah kedua orang itu kepada Luna. saat ini tujuan Shinji adalah informasi dari kerajaan Arrandalle.


[Sepertinya Kerajaan Arrandalle ingin melakukan perang dengan Kerajaan Beast di barat. konflik kedua negara telah memanas baru-baru ini, persiapan pasukan dari pihak Arandalle telah mencapai 30%]


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai mereka siap sepenuhnya?" Tanya Shinji.


[Delapan bulan, itu waktu tercepat untuk mereka siap sepenuhnya. kondisi kedua kerajaan masih dalam tahap pengembangan, kedua kerajaan bersaing untuk saling menjatuhkan. tujuan mereka adalah mendapatkan wilayah dari kerajaan lain]


"Perebutan wilayah ya! jika itu perebutan wilayah kenapa mereka sampai memanggil pahlawan?" Tanya Shinji kembali.


[Ini hanya kemungkinan sepertinya Kerajaan Arrandalle ingin memanfaatkan pahlawan untuk membangkitkan ras manusia terdahulu kembali. disisi lain ras beast membutuhkan jiwa pahlawan untuk memanggil beast kuno]


"Jadi mereka ingin memanfaatkan pahlawan untuk tujuan mereka.... pengorbanan untuk membangkitkan ras kuno" Shinji mengepalkan tangan miliknya.


"Kalau begitu aku harus ikut ke dalam permainan mereka!" Energi magis keluar dari tubuh Shinji.

__ADS_1


Sebagai perwakilan dari Mythia, Shinji harus melakukan sesuatu untuk menghentikan kedua kerajaan. ketiga kandidat telah masuk ke dalam roda takdir untuk memulai permainan.


__ADS_2