
[Hari ke 10, Kalender Elysia, Siang Hari]
[Kerajaan Beast, Ruang Singgasana]
Duarrr*
Singgasana tempat duduk seorang raja hancur hanya dengan hentakan kecil.
"10.000 pasukan mati? dan kau bilang mayat mereka tak ditemukan satu pun?" Raja Beast dipenuhi amarah yang meluap.
Prajurit yang melapor gemetar karena aura membunuh dari Raja Beast.
"Dan kau bilang jika penyerang itu juga tak diketahui?.... sialan!" Teriakan Raja Beast bergema di ruangan, raungan seorang raja membuat gelombang angin yang kuat.
"Bajingan mana yang berani melakukan itu, siapapun yang ikut campur denganku akan kuhabisi bahkan dewa sekalipun" Genggaman tangan Raja Beast erat membuat darah mengalir dari telapak tangannya.
"Magnes!"
"Ya rajaku!" dari balik bayangan muncul sesosok manusia dengan rambut keemasan. di adalah Magnes, tangan kanan Raja Beast sekaligus salah satu dari 5 Heavenly Warrior.
"Pergilah membawa 5000 pasukan dan cari tahu masalah mengenai kematian 10.000 prajurit milikku" Raja memberi perintah pada Magnes.
"Baik Rajaku!" Ucap Magnes.
Setelah itu Magnes menghilang di balik bayangan menyisakan energi sihir di udara. Raja Beast menyaksikan Magnes menghilang dengan amarah yang meluap-luap.
...………...
[Bagian Utara, Desa Kecil]
Shinji duduk di sebuah bar dengan beberapa makanan di meja miliknya.
"Hei apa kau dengar?" Pria 1.
"Apa?" Pria 2.
"Katanya pasukan kerajaan arrandalle yang menuju bagian barat telah musnah" Pria 1.
"Musnah? sebanyak apa memang pasukan yang mereka bawa?" Pria 2.
"2000 pasukan dan itu musnah dalam semalam" Pria 1.
"Apa? 2000 pasukan musnah hanya dalam semalam? siapa yang bisa melakukan hal itu" Pria 2.
"Entahlah, maka dari itu berita ini dirahasiakan" Pria 1.
__ADS_1
Percakapan kedua pria tak jauh dari Shinji terdengar, cerita dimana 2000 pasukan musnah dalam semalam telah mencapai telinga rakyat. Shinji yang mendengar itu hanya diam melanjutkan makan miliknya tapi berhenti saat pembicaraan kedua pria menjadi menarik perhatian Shinji.
"Kudengar kerajaan beast akan menyerang menggunakan 5000 ke kerajaan Arrandalle. dan dari semua itu Heavenly Warrior yang memimpin pasukan itu" Pria 1.
"Heavenly Warrior? seseorang yang menjadi tangan kanan raja beast?" Pria 2.
Shinji yang mendengar nama asing itu menjadi tertarik.
"Ya, salah satu dari Heavenly Warrior, Magnes" Pria 1.
"Dimana kau mendapatkan semua informasi ini?" Pria 2.
"Itu dari adikku yang berada di ibukota, dia menjadi tentara disana" Pria 1.
"Heavenly Warrior?" Shinji mendengar nama yang asing.
[Heavenly Warrior, tangan kanan dari Raja Beast yang memiliki kekuatan setara dengan seorang ras kuno. kemampuan mereka terkenal di antara kerajaan-kerajaan lain dengan kebengisan mereka. dulu kerajaan beast pernah berperang dengan kerajaan suci dan hampir musnah. tapi dengan bantuan dari lima sosok asing raja beast berhasil memukul mundur kerajaan suci]
[Sejak saat itu Raja memberikan gelar kepada 5 sosok itu sebagai Heavenly Warrior. dan hingga saat ini kelima sosok itu ditakuti oleh berbagai negara lain]
"Seberapa kuat mereka saat ini?" Shinji bertanya.
[Jika mereka bekerja sama, kekuatan mereka bisa melampaui satu naga kuno dan setara dengan dewa tingkat tinggi. walaupun mereka bisa setara dewa tingkat tinggi tetap saja para dewa lebih unggul karena kekuatan ilahi mereka]
"Jadi mereka sekuat itu" Shinji mendapatkan informasi berguna.
"Tuan, anda sudah kembali!" Luna melihat Shinji dengan senyuman.
"Bagaimana?" Reiji bertanya.
Setelah pembantai kemarin malam Reiji raut wajah Reiji penuh ketakutan dan keputusasaan. sekarang dia menjadi lebih tenang dan sorot mata miliknya lebih tajam, walaupun dia masih memiliki trauma kecil untuk masalah kemarin.
"Aku mendapatkan informasi! kerajaan beast akan menyerang kerajaan Arrandalle dengan 5000 pasukan" Ucap Shinji.
"5000 pasukan?" Reine sedikit terkejut.
"Kesampingkan 5000 pasukan itu, masalah utama saat ini adalah Heavenly Warrior dari pihak kerajaan beast. dari yang kudengar satu dari mereka hampir menyamai ras kuno, jika mereka berlima bekerja sama, mereka bisa setara dengan dewa" Shinji menjelaskan semua yang dia dengar dari system.
"Setara dengan dewa" Kali ini giliran Reiji yang terkejut.
"Bagaimana kita menghadapi lawan yang sekuat itu?" Reiji bertanya dengan nada tinggi.
"Kali ini aku tak berniat membawa kalian!" Ucap Shinji.
"Kenapa?" Reine bertanya.
__ADS_1
"Kemarin aku memang memaksa kalian ikut untuk membuat kalian terbiasa, tapi kali ini berbeda. jika kalian ikut kalian akan mati" Jawab Shinji.
Keduanya terdiam mendengar jawaban Shinji. mereka tak mengira Shinji akan mengatakan hal itu. walaupun sebenarnya Shinji bermaksud lain, hanya saja Shinji enggan membawa beban.
"Luna, bawa mereka untuk meningkatkan level menuju hutan Eminance. kau bisa meminta Mythia untuk membawa kalian keluar setelah selesai" Shinji berbalik dan berbicara kepada Luna.
"Serahkan padaku Tuan!" Luna tersenyum.
"Bagaimana denganmu?" Reine bertanya dengan wajah cemas.
"Kupikir kau membenciku gara-gara perlakuanku sebelumnya... ternyata kau bisa membuat wajah seperti itu juga" Ejek Shinji.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? aku juga tau perlakuanmu selama ini dan kau yang terburuk..." Reine berteriak tapi berhenti dan bergumam lirih "Tapi kau selalu melindungi kami!"
Suara Reine kecil hingga Shinji tak bisa mendengarnya, tapi Luna mendengar gumaman itu dan membuat wajah datar. setelah itu seringai muncul di sudut bibir Luna.
"Fufufu, Tuan bisa pergi sekarang! aku bisa mengurus kedua anak ini" Tatapan Luna tertuju pada Reine dengan tajam, Reine tersentak ketika di tatap Luna.
Shinji mengangguk setelah itu menghilang dari bayang-bayang.
...………...
[Bagian Utara, Kota Buer, Malam Hari]
Jauh dari tempat Shinji, 3000 Km kota terbakar oleh api. darah tercium di dalam kota, asap memenuhi langit. teriakan terdengar dimana-mana.
"Tolong!
"Argggg"
Di bagian wilayah utara wilayah dari kekuasaan Kerajaan Arrandalle, salah satu kota telah hancur hanya dalam satu malam. dengan adanya Heavenly Warrior seluruh militer di kota buer musnah. bahkan saat ini assassin yang menjadi lawan Shinji terpojok setelah bertarung dengan Magnus.
"Menyerahlah!" Ucap Magnus sambil menodongkan pedang miliknya.
"Tidak!" Jawab Assassin itu.
"Sayang sekali kau hebat sebagai pembunuh. tapi kau malah melawan orang sepertiku" Magnus menatapnya dengan aura membunuh.
Assassin itu tersenyum "Sepertinya Heavenly Warrior bukan julukan semata, kekuatan kalian benar-benar tidak masuk akal!"
"Tapi aku tetap akan mematuhi perintah putri, senang bisa mati terhormat melawan Heavenly Warrior" Assassin itu tersenyum.
Setelah itu kepala miliknya terlepas dari tubuhnya. darah mengalir deras membentuk genangan. Magnus menatap dingin kepada assassin yang mati di depannya. Magnus berbalik dan beranjak dari tempat itu.
"Sayang sekali dia lawan yang hebat! tapi dia tak setara denganku"
__ADS_1
Sosok Magnus menghilang dari bayang-bayang malam kota itu. kehidupan di kota itu telah mati hanya dalam satu malam.