
[Hari ke 17, Bulan 6, Kalender Elysia]
[Medan Perang]
Kedua kerajaan saling berhadapan satu sama lain. 10 hari yang lalu Ernesia memulai perjalanan menuju tempat yang dijanjikan untuk saling bertemu satu sama lain. tempat mereka bertemu adalah perbatasan antara kerajaan Arrandalle dan kerajaan Beast. Ernesia membawa sisa pasukan miliknya sebanyak 50.000 pasukan.
Sedangkan raja beast membawa 200.000 pasukan miliknya menuju perbatasan. perbedaan kekuatan militer membuat Ernesia tersenyum kaku.
"Jadi? apa kau telah kehilangan kepercayaan dirimu untuk menang dariku?" Raja Beast menyeringai.
"...." Ernesia menatap tajam Raja Beast.
"Oi, oi, kenapa kau diam saja? dan apa-apaan tatapan matamu itu" Raja Beast menyeringai.
"Kau terlalu banyak bicara" Balas Ernesia dengan dingin.
"Hahahaha, bahkan setelah kau di keadaan seperti kau masih bisa sombong seperti itu. bukankah lebih baik kau menyerah dan menjadi pelayan pribadiku? aku akan memperlakukan dirimu sebaik mungkin" Raja menjilat bibir miliknya.
"Bajingan rendahan, bahkan jika aku harus menerima kekalahan aku tidak akan pernah berlutut dihadapan binatang menjijikan sepertimu" Ernesia melepaskan aura miliknya yang telah dia tahan selama ini.
"Teruslah seperti itu, setelah kekalahan yang terjadi hari ini kau akan menjilat kaki milikku dan akan ku jadikan kau mainan untuk memuaskan diriku....mulai hari ini dan selamanya kerajaan Arrandalle hilang dari dunia"
"Habisi mereka!" saat tangan Raja Beast mengayun ke atas semua pasukan kerajaan beast melakukan formasi menyerang untuk menghadapi pasukan milik Ernesia.
"Kalian semua... walaupun aku adalah putri yang keji dan jahat, setelah melakukan berbagai perbuatan yang tidak manusiawi aku tetap tidak menyesal. aku bukan melakukan ini untuk kedamaian, tapi aku melakukan ini atas dasar balas dendam.... walaupun harus mati disini aku akan tetap bertarung sampai titik darah penghabisan" Ernesia mengayunkan tongkat sihir berlapis mana tinggi ke udara.
Kilauan tongkat itu menyinari medan perang, cahaya biru bersinar memberikan kekuatan atas prajurit milik Ernesia.
"Raja Beast Garold...mulai hari ini dan saat ini Kerajaan Arrandalle akan berperang dengan kerajaan beast secara adil" Teriak Ernesia.
"Putri Ernesia Von Arrandalle, aku menerima deklarasi darimu...semua pasukan SERANG!!"
__ADS_1
Setelah teriakan Garold ratusan ribu pasukan maju menyerang ke arah Ernesia. Ernesia mengayunkan tongkat miliknya memerintah semua pasukan miliknya untuk maju. suara teriakan perang terdengar pada medan perang, berbagai macam sihir dan teknik pedang membunuh satu persatu lawan.
Ernesia melepaskan berbagai sihir miliknya mulai dari elemen api, tanah, dan petir. rentetan sihir membumi hanguskan pasukan milik Garold. Garold hanya melihat pasukan miliknya yang mati satu demi satu dengan senyuman lebar.
"Walaupun dia kalah dalam hal kekuatan tempur tapi, sebagai kekuatan individu dia kuat" Garold tertawa kecil.
...………...
"Sudah dimulai!" Ucap Shinji yang melihat ke arah medan perang dari langit.
"Saatnya mengakhiri semua kegilaan yang kalian buat, mulai hari ini Raja Beast akan mati di tempat ini...SEMUA PASUKAN UNDEAD, HABISI MEREKA TANPA SISA!"
Ribuan mayat hidup keluar dari dasar tanah, bau menyengat kematian membuat tanah menjadi mati, hutan layu dan tumbuhan menghitam. tatapan merah darah terlihat, saat suara Shinji sampai pada mereka semua undead masuk ke dalam medang perang.
Disaat pasukan Shinji menuju medan perang Shinji menggunakan busur yang dia dapatkan dari Arkheos saat itu. Shinji mengisi energi magis ke dalam busur membentuk anak panah kecil berwarna hitam pekat. anak panah itu membuat suhut di tempat Shinji meningkatkan drastis, Shinji melepaskan potensi penuh dari api kuno yang dia miliki.
"Bakarlah dunia menjadi tanah kematian, hanguskan semua penciptaan. api kuno yang menelan bintang dan langit, mengamuklah dan buat kehancuran...Solar Eclipse!"
...………...
[Medan Perang]
"Tuan, kami merasakan ada aura lain di tempat ini" Suara pria berbicara dia adalah Magnes. nama lain dari Isabel seorang vampir kuno.
"Hmm... apakah ada pihak ketiga yang ikut campur ke dalam perang ini!" Garold melihat ke kejauhan.
"!..."
"Tunggu aura ini...." Garold merasakan aura familiar yang membuat dia gemetar.
"Aura dari mayat hidup"
__ADS_1
Pada saat itu pasukan Undead keluar dari bayang-bayang hutan. bau kematian menyebar dan membawa jejak kematian kepada para pasukan kerajaan beast. Garold melihat itu dengan tubuh gemetar, di saat perang 500 tahun lalu, ras beast hanya menjadi ras lemah dibandingkan ras-ras lain. pada perang 500 tahun lalu, ras undead adalah ras yang sangat ditakuti oleh semua ras lain. apa yang ditakutkan Garold bukanlah keabadian mereka melainkan kemampuan mereka yang berdampak pada yang telah mati.
Dengan kemampuan ras undead, mereka mampu membuat mereka yang telah mati menjadi bagian dari mereka. bahkan semua rencana ras kuno dahulu telah digagalkan oleh kehadiran ras undead, dan sejak saat itu ras undead ditakuti sebagai melapetaka. bahkan jika ras dewa melawan mereka sekalipun kematian hanya akan menunggu mereka.
Garold yang gemetar, semua pikiran untuk mendapatkan kemenangan telah digantikan oleh ketakutan saat melihat pasukan Shinji.
"Darimana mereka muncul?" Magnes berkeringat melihat ribuan pasukan mayat hidup.
Saat Garold dan Magnes dipenuhi ras takut dan cemas, di udara bara api melesat dan membakar pasukan kerajaan beast menjadi abu.
Wushhhhh!
Bahkan suara jeritan dari pasukan kerajaan beast tak terdengar karena cepatnya api hitam membakar tubuh mereka. Garold dan Magnes kembali sadar dari ketakutan saat melihat api hitam membakar dan membunuh pasukan kerajaan beast dengan cepat.
"Api? bukankah api ini..." Magnes yang mengetahui api ini berpikir sosok yang dia lihat pada malam penyerangan kerajaan Arrandalle.
Ernesia bahkan melihat kejadian yang menimpa pasukan beast dengan mata terbuka lebar.
"Apa-apaan itu tadi?" Ernesia di penuhi pertanyaan.
Hanya dengan satu panah kecil puluhan ribu pasukan beast mati dalam sekejap.
"BANGKITLAH DARI KEMATIAN DAN PENUHI KEINGINANKU!!!"
Suara keras terdengar di langit. hembusan kuat angin membawa gelombang pasang di udara, pada momen itu semua mata tertuju pada sosok tengkorak dengan tubuh dipenuhi api hijau kematian. dengan menunggangi Viltra, Shinji menatap ke medan perang dengan tatapan dingin.
Semua orang yang menatap Shinji di penuhi berbagai perasaan, mulai dari ketakutan, cemas, harapan dan dendam. berbagai macam perasaan berkumpul menjadi satu di tempat itu. tatapan semua orang tertuju pada Shinji tanpa sadar pasukan kerajaan beast yang telah mati bangkit kembali menjadi sesosok Undead.
Hanya dengan kehadiran miliknya semua orang mengetahui jika dia adalah lawan yang kuat. pada hari itu dan di tempat itu sejarah baru tercipta. pasukan kematian yang datang untuk membawa mereka kembali ke dunia bawah telah tiba, raja dari semua mayat hidup menatap mereka dengan tajam.
Dan itulah Takuya Shinji yang akan di kenal sebagai Undead King [Raja Mayat Hidup].
__ADS_1