
[Hari ke 5, Kalender Elysia, Malam Hari]
[Ruang Tahta]
"Jadi kalian gagal menangkap 2 orang yang melarikan diri?" Tanya Ernesia dengan dingin.
"Ada seseorang yang membantu mereka tuan putri bahkan dia memiliki naga kuno sebagi kendaraan" Ucap sosok berjubah hitam.
"Naga Kuno? jadi masih adalah naga kuno yang hidup" Ernesia mengerutkan kening.
"Jika orang menganggu kita, Bunuh! persiapan kita hampir mencapai 50% dengan jiwa pahlawan ras kita akan bangkit kembali. saatnya menjalankan rencana, walaupun sedikit cepat tapi membuat kejutan pasti lebih menarik" Ernesia tersenyum jahat.
"Bagaimana kita akan menyerang Tuan Putri?" Tanya sosok berjubah hitam.
"Tempatkan 2000 pasukan kita menuju barat melewati hutan monster. di bagian barat terdapat kota-kota yang menjadi bagian wilayah kerajaan beast. hancurkan kota itu, lalu buat tempat itu sebagai pengalih perhatian" Ucap Ernesia.
"Tapi, jika kita melewati hutan monster bukankah akan membuat pasukan kita kelelahan? selain itu kota di barat pasti telah dijaga oleh prajurit kerajaan beast" Sosok itu ragu dengan perintah Ernesia.
"Apa kau bodoh? melewati hutan bukan berarti kita harus bertarung melawan monster. tapi kita juga bisa memanfaatkan mereka... tangkap beberapa monster di hutan monster, buat para monster itu menghancurkan kota para beast" Ernesia menatap sosok itu dengan kerutan.
"Baik, akan kami laksanakan!" Sosok itu berdiri setelah itu pergi.
Ernesia menatap bulan di langit dengan penuh kemarahan.
"Cih, sepertinya ini tidak akan berjalan lancar....ras naga? siapa yang mampu membangkitkan ras seperti itu? jika ada pihak seperti itu maka besar kemungkinan ada pihak ketiga yang ikut campur ke dalam perang" Ernesia mencoba berpikir.
"Aku harus membuat rencana lain, jika benar ada pihak lain yang ikut serta maka semua yang kulakukan bisa gagal... siapapun kau jika menghalangi akan ku hancurkan" Tatapan penuh kemarahan membuat energi magis melonjak keluar dari tubuh Ernesia.
__ADS_1
"Jangan berpikir kau bisa memanfaatkan kami"
...………...
[Hari ke 7, Kalender Elysia, Pagi Hari]
Dua hari berlalu semenjak Shinji membawa kedua teman lamanya. Luna secara khusus melatih mereka dengan latihan keras. disisi lain Shinji terbang dengan Viltra sambil menyembunyikan hawa keberadaan miliknya di langit.
"Apa mereka mempercepat penyerangan dengan membawa 2000 pasukan" Ucap Shinji melihat 2000 pasukan kerajaan Ernesia berjalan melewati hutan.
[Sepertinya tidak, menilai dari daya tempur mereka sekarang ini tak akan cukup untuk melakukan penyerangan. kemungkinan besar mereka hanya melakukan serangan diam-diam atau menjadi pengalihan perhatian]
"Omong-omong bukankah tak jauh dari tempat ini ada kota-kota yang menjadi bagian dari kerajaan beast? apa mereka akan melakukan penyerangan pada kota-kota itu" Tebak Shinji melihat keadaan pasukan Kerajaan Arrandalle.
[Kemungkinan itu paling besar Tuan. tapi daya tempur mereka masih tidak cukup jika ingin mengambil kota-kota itu]
Shinji terus memantau pergerakan pasukan Kerajaan Arrandalle hingga waktu berlalu dengan cepat. matahari tenggelam dengan cepat dan digantikan oleh cahaya bulan perak di langit malam.
[Malam Hari]
[Kota Monster, Aditum]
Pada malam hari di wilayah kerajaan beast, penjaga yang menjaga kota berpatroli untuk memastikan penyerangan dari pihak lawan. penjaga pada kota itu diperintahkan untuk siaga jika serangan terjadi. raja kerajaan beast tau kelicikan dari Ernesia, sebagai raja kerajaan beast melakukan hal itu untuk melindungi kota miliknya dari kehancuran.
Tapi dia tidak mengantisipasi bahwa itu merupakan kesalahan menempatkan prajurit yang tidak berpengalaman untuk menjaga kota itu. pada malam itu gerombolan monster dilepaskan dari arah hutan menuju kota aditum. gerombolan monster berjumlah lebih dari 800 menyerang kota aditum.
Para penjaga yang melihat keberadaan monster memberikan isyarat kepada penjaga lain untuk bersiap bertarung. tembakan anak panah melesat ke arah gerombolan monster menumbangkan mereka satu persatu. tapi tembak sihir dari arah hutan, menyebabkan ledakan di area benteng atas.
__ADS_1
Ledakan sihir membunuh pemanah satu persatu, kepanikan terjadi di antara penjaga. gerombolan monster yang menyerang kota berhasil menjebol pintu masuk ke dalam kota. gerombolan monster yang lolos mencabik, mengigit dan memakan tubuh penduduk di kota aditum.
Kobaran api melahap rumah-rumah, genangan darah menyebar di udara, teriakan demi teriakan terdengar pada malam itu. setelah itu kota aditum diratakan hanya dalam satu malam tanpa hambatan sedikitpun. pada penyerangan satu kota yang berperan besar adalah pembunuh yang menjadi lawan Shinji saat itu.
Sejak pagi hari pasukan Kerajaan Arrandalle mengumpulkan pasukan monster dari hutan untuk membuat penyerangan pada malam hari. dengan menanamkan kendali paksa dari skill milik Ernesia membuat para monster menggila. skill yang diekstrak menjadi cincin kecil yang mampu menanamkan memory palsu untuk mengendalikan monster.
Karena kerajaan monster adalah kerajaan yang menjunjung tinggi kekuatan dalam segala hal membuat kehancuran itu terjadi. sedangkan di sisi manusia, Ernesia melakukan kendali paksa di dalam ingatan mereka untuk selalu patuh padanya, ditambah dengan kelicikan miliknya membuat semua pasukan miliknya lebih terorganisir daripada kerajaan beast.
Pada malam itu ribuan nyawa mati, setelah semua penjaga dibunuh pasukan kerajaan Arrandalle menahan penduduk yang tidak bisa melawan. dari langit seseorang melihat semua kejadian itu dengan tidak percaya.
"Hanya dalam satu malam kota itu dihancurkan" Shinji sedikit terkejut dengan kejadian yang dia lihat.
Shinji berpikir membutuhkan waktu 7 hari untuk menjatuhkan satu kota, tapi takdir berkata lain. hanya dalam satu malam kota aditum hancur, meninggalkan jejak darah dan abu di kota itu.
[Mereka melakukan taktik hebat, dengan memanfaatkan monster dan membuat penjagaan menjadi lengah. mereka melakukan serangan kejutan dengan menggunakan sihir. sedangkan pembunuh melakukan tugasnya untuk menyusup kedalam dan membunuh pasukan bantuan dari dalam]
"Taktik gerilya" Ucap Shinji.
Melakukan serangan diam-diam untuk membuat kejutan dan berbagai serangan sembunyi-sembunyi hingga membuat lawan kebingungan dan panik. untuk mengimbangi daya tempur pasukan manusia mereka memanfaatkan berbagai sumber daya untuk kemenangan.
"Sepertinya telah berakhir" Penyerangan berkahir dengan kehancuran satu kota dari wilayah kerajaan beast.
Malam itu abu dan darah memenuhi udara, bau terbakar dan amis menyatu dengan langit. Shinji menyaksikan semua kejadian, setelah itu Shinji pergi dari tempat itu untuk membuat rencana miliknya. saat ini Shinji tak bisa secara langsung menyerang ke arah mereka.
Shinji diuntungkan dengan keberadaan miliknya yang belum terungkap. jika Shinji mengekspos dirinya saat ini, Shinji akan menjadi incaran kedua kerajaan dan perang akan pemburuan terhadapnya. untuk saat ini yang bisa Shinji lakukan adalah mengawasi.
Kejadian penyerangan pada malam itu sampai di telinga raja kerajaan beast. marah karena tertipu oleh Ernesia dia menyiapkan pasukan untuk melakukan penyerangan kepada Kerajaan Arrandalle, Ernesia menanggapi mereka dengan senyuman lebar.
__ADS_1