
[Hari ke 15, Kalender Elysia]
"Penghalang?"
Shinji menyentuh penghalang yang menghalangi Shinji untuk masuk ke dalam wilayah Elf. penghalang tak kasat mata yang menghalangi seseorang dari luar serta menyamarkan bentuk dari wilayah itu sendiri.
"Di dalam penghalang ini terdapat Ilusi yang membuat seolah tidak ada apa-apa di tempat ini. sepertinya ras Elf membuat ini untuk melindungi diri dari penyerang" Ucap Luna.
"Memaksa masuk juga tidak bisa, karena ini mampu memberikan sinyal kepada seluruh ras Elf bila ada yang menyerang atau menghancurkan penghalang aku jadi tidak bisa apa-apa" Shinji berpikir cara termudah untuk masuk ke dalam.
Shinji menggunakan mata naga miliknya untuk melihat sirkuit dari energi sihir penghalang itu. saat Shinji melihat aliran dari sirkuit penghalang, Shinji mengerutkan kening miliknya.
"Aku tak bisa memanipulasi penghalang ini. banyak sekali mantra aneh yang ada di dalam penghalang ini bahkan energi sihir yang digunakan untuk membuat penghalang ini sangat kuat" Shinji menggelengkan kepala miliknya.
Saat Shinji berpikir masuk ke dalam sangat sulit penghalang terbuka membuat sebuah pintu kecil di bawah. dari lubang pintu itu keluar ras Elf yang terbang menggunakan sihir angin. Shinji yang melihat peluang menggunakan mata naga miliknya untuk mengontrol pikiran Elf itu.
Shinji memberikan perintah kepada Elf itu untuk masuk ke dalam penghalang dan Shinji akan bersembunyi di balik bayangan menggunakan sihir bayangan.
...……………...
[Pulau Cahaya]
Setelah memasuki penghalang Shinji merubah wujud miliknya menjadi ras Elf serta menyamarkan seluruh energi magis miliknya agar mirip dengan ras Elf.
"Tak kusangka tempat ini sangat besar bahkan hingga memiliki sebuah kota di dalamnya" Shinji kagum dengan apa yang ada di dalam penghalang.
"Tempat ini sangat tenang bahkan mereka beraktivitas seperti biasa. seharusnya ras Elf sangat sensitif dengan alam apakah mereka tidak merasakan jika energi kehidupan di dunia ini semakin menipis?" Luna bertanya-tanya.
"Entahlah, baik manusia maupun Elf mereka tidak memiliki kekhawatiran. mereka yang sangat tenang atau mereka bersikap tenang agar tidak menimbulkan kekacauan" Shinji berpikir jika dunia kiamat bagaimana reaksi mereka.
Shinji menghilang segala pikirannya saat ini dan fokus kepada tujuannya. menghilang ke dalam bayangan Shinji masuk ke dalam kota untuk mencari sebuah informasi.
[Kota Elf, Epathus]
Seluruh ras Elf berlalu lalang melakukan kegiatan sehari-hari layaknya manusia dari berkebun, berdagang, berjualan dan lainnya. melakukan kegiatan seperti manusia biasa dam hidup seperti manusia biasa. setelah beberapa jam Shinji bersembunyi dalam gelapnya bayangan, Shinji mendapatkan beberapa informasi terkait wilayah Elf saat ini.
Pulau Cahaya adalah wilayah yang menjadikan tempat Elf dan Peri hidup saat ini. seperti Kerajaan Suci di wilayah timur yang mengagungkan dewa cahaya, sedangkan Ras Elf mengagungkan pohon besar yang berada di tengah kota yaitu Pohon Suci. cahaya dari Pohon Suci membawa berkah bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Pohon Suci tempat tinggal para peri yang membawa harapan bagi ras Elf terdahulu hingga generasi ke generasi. dikelilingi oleh air suci yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, oleh karena itu banyak manusia yang ingin memanfaatkan air suci untuk digunakan sebagai obat atau ramuan. tapi ras Elf yang menolak gagasan itu mengusir manusia dan tidak memperbolehkan mereka mengambil air suci.
Karena Elf tahu manusia adalah mahkluk yang serakah, sekali mereka mendapatkan hal bagus mereka pasti akan meminta lebih atau jika tidak diberikan mereka akan mulai merampok dan menggunakan kekuatan untuk melakukan segalanya. maka dari itu Ras Elf mengasingkan diri dari daratan manusia karena ras Elf membenci siapapun yang merusak keindahan alam.
__ADS_1
Dendam yang mereka miliki terhadap manusia terus tumbuh hingga ke titik dimana mereka berharap seluruh ras manusia tiada. di dunia yang kejam ini dimana seseorang mampu membunuh tanpa berkedip kekuatan adalah segalanya.
"Dari cerita yang kudengar ini ras Elf juga membentuk perjanjian dengan ras Spirit. perjanjian dengan ras Spirit adalah Ras Elf harus melindungi Pohon Suci dari tangan orang-orang jahat" Shinji akhirnya mengerti alasan Ras Elf dan Spirit bekerja sama.
"Pada akhirnya semua kesimpulan mengarah pada sifat manusia. aku berpikir apakah manusia akan menjual kerajaan mereka jika krisis keuangan melanda mereka haha, hanya bercanda!!" Shinji tertawa kecil.
"Tuan kita sedang diawasi!!" Ucap Luna.
"Aku tahu! sejak saat kita memasuki penghalang dia terus mengawasi kita, jika dia hanya mengawasi biarkan saja. selama dia tidak bertindak kita juga akan tetap diam" Shinji tetap tenang seperti biasa.
"...." Shinji menatap langsung ke arah Pohon Suci dan tersenyum.
...…………………...
[Di dalam Pohon Suci]
!!
"Dia bisa melihat ku dari jarak sejauh ini? sepertinya benar mereka bukan orang biasa" Seorang wanita menatap Shinji dan Luna dengan tajam.
"....Untuk saat ini kubiarkan saja. selama mereka tidak melakukan hal jahat aku akan menutup mata, jika tujuan mereka adalah hal jahat aku akan membunuh mereka" Hawa dingin keluar dari tubuh wanita itu.
...Elf Agung [Great Elves]...
...Nama : Sorithisa...
...Ras : Acient High Elves...
...Title : [Pemimpin Agung Elf], [Ratu Alam],...
...Hp : 600.000...
...Mp : 240.000...
...Level : 250...
...[Statistik]...
...STR : 11000...
...INT : 12000...
__ADS_1
...VIT : 12000...
...DEF : 9500...
...AGI : 10000...
...LUK : 20000...
...[Skill]...
...Supreme Magic [Level 10], Supreme Elements Magic [Level 10], Appraisal [Level 10], Magic Sense [Level 10], Nature Magic [Level 10], Sage Eye [Level 10], Nature Blessing, Second Life...
[Second Life]
[Memberikan kehidupan kedua setelah kematian pengguna skill. skill hanya mampu digunakan sebanyak 1x dalam satu tahun]
"Akhir-akhir ini banyak sekali yang mencoba mengganggu kami, aktivitas monster di laut juga bertambah bahkan mereka berusaha menyerang penghalang yang melindungi pulau ini. apakah para dewa ikut campur dalam masalah ini?!" Sorithisa mengerutkan kening miliknya.
"Apakah aktivitas di laut juga berhubungan dengan mereka berdua?.... apapun itu selama mereka berani menganggu kehidupan kami akan mati bahkan jika itu dewa sekalipun" Dendam yang telah ada sejak dulu tumbuh semakin kuat hari demi hari.
Jauh di atas langit seorang laki-laki dengan tubuh bercahaya menatap ke arah penghalang yang melindungi pulau.
"Hancurkan penghalang itu!!"
Disaat suara laki-laki terdengar seluruh monster di dalam laut keluar untuk menyerang ke arah penghalang yang melindungi pulau. tatapan laki-laki itu dipenuhi kesenangan saat memikirkan reaksi para Elf yang berada di dalamnya.
God of Water, Hamel!!
Seorang dewa yang turun hanya untuk melakukan kesenangan, dewa yang memegang seluruh kendali dari lautan di dunia Elysia satu-satu dewa air, Hamel.
[God Of Throne]
Goddess of Dream, Luna
Goddess of Life, Mythia
God of Death, Takuya Shinji
God of Water, Hamel
Dewa lain telah menunjukkan dirinya apakah pertarungan kedua dewa akan terjadi? kita tidak akan tahu.
__ADS_1