
Ratusan dewa mengeluarkan energi besar dan mengguncang dunia Elysia.
"...." Tatapan Shinji bertemu dengan salah satu dewa di langit.
Ngungg!
Sebuah portal terbuka di samping Shinji, dari dalam portal muncul sesosok wanita dengan aura dewi miliknya.
"Nak, ini masalah besar!!" Ucap Mythia yang melihat ke arah langit.
"...Apa kita harus bertarung dengan semua dewa di sana!" Shinji menatap ratusan dewa di langit.
"Aku tidak tahu tapi yang pasti ini adalah masalah yang sangat buruk. jika kita bertindak gegabah hanya dalam sekejap dunia ini akan hancur lebur tanpa sisa. sebisa mungkin aku tak ingin bertarung dengan mereka tapi...." Mythia mengepalkan genggaman tangannya.
Shinji tau apa yang Mythia pikirkan, jika Shinji bertindak gegabah dunia akan hancur dalam sekejap karena pertarungan para dewa. Shinji juga mengetahui jika saat ini dia masih terikat dengan konsep sebab dan akibat dari hancurnya dunia.
"Dewi kehidupan Mythia! tak kusangka kau akan muncul di tempat ini" Salah seorang dewa berbicara kepada Mythia.
"Aku juga tak menyangka kau akan melakukan hal seperti ini. kau telah sangat berubah" Mythia terkejut.
God of War, Aillen!!
"Keadaan bisa membuatku berubah, sekarang aku telah berubah dan meninggalkan masa lalu dan untuk dirimu kau tak pernah berubah, baik kebaikanmu dan kebodohanmu kau saat ini terjebak di dunia itu sebagai penjaga" Aillen menatap Mythia dengan kasihan.
"Tidak seperti dirimu saja mengasihani orang lain. juga keputusan itu aku ambil dari sisi terbaik, saat aku melakukan tugas itu aku tidak merasa terbebani sama sekali....malahan aku bertanya apakah kalian masih terpaku masa lalu sampai saat ini, jika iya itu sangat lucu" Mythia menyeringai.
"Seperti biasa kau sangat pandai berbicara karena itulah yang membuatku sangat membenci wanita sepertimu" Tatapan Aillen dingin.
"Fufufu, apakah itu adalah kata-kata dari orang yang dipukuli habis-habisan olehku dulu?" Ejek Mythia.
"Heh, dewa kehidupan bodoh yang membuang semuanya hanya karena hidup seseorang. kau mungkin dulu sangat kuat dan kami tak bisa melawanmu, tapi seiring berjalannya waktu kebodohan itu tak pernah berubah. untuk apa kau melindungi pemberontak yang menentang dunia ini?"
"Karena kau melindungi para pemberontak mereka menjadi sangat sombong. bahkan orang yang kau lindungi juga tidak ada, dan sekarang kau ingin memberontak dengan melawan kami lagi? Mythia kau sangat menjijikkan" Balasan Aillen dengan nada meremehkan.
Wushhhhh!
Duarrr!
__ADS_1
Ledakan energi magis memenuhi tempat itu. Mythia, Shinji dan Luna juga terkejut dengan ledakan energi yang tiba-tiba itu.
"Bagus mereka akan bertarung dengan itu aku bisa lepas setelah mereka lengah" Hamel tersenyum.
Srash!
"Eh...?"
Shinji menebas kepala Hamel dengan kecepatan yang sangat cepat. tubuh Hamel jatuh ke laut dan kepala Hamel melayang-layang di udara setelah itu Shinji membakar kepala itu dengan api kuno. perbuatan Shinji yang tiba-tiba membuat Mythia dan Aillen tersentak sesaat.
"Nak....Kau!" Mythia masih belum memahami apa yang terjadi barusan.
"Aku tak akan membiarkan dia lepas karena lebih baik mengurangi jumlah dan meminimalisir kekacauan" Balas Shinji dengan noda darah menempel di tubuh dan wajahnya.
Setelah itu Shinji menoleh ke arah Aillen, melihat tatapan Shinji Aillen sedikit tersentak.
"Kau adalah....! jadi begitu, sepertinya sesok Undead memiliki kualifikasi untuk menjadi dewa aku terkesan. dewa Kematian yang menduduki tahta tertinggi para dewa dan setara dengan dewa kehidupan. tak kusangka seorang Undead telah menjadi dewa"
"Seharusnya ras pemberontak telah memusnahkan mereka tak kusangka ada yang masih hidup. para Undead itu memiliki kekuatan yang mengerikan, mereka mampu membawa seseorang untuk menjadi bagian dari mereka, bahkan tanpa berevolusipun mereka mampu setara dengan dewa" Aillen terus berbicara.
"Kau adalah ancaman bagi dunia ini, kekuatan milikmu yang mampu memberikan kematian pada seluruh mahkluk hidup adalah masalah besar....aku berubah pikiran seharusnya Mythia adalah prioritas kami karena dia menganggu, tapi setelah melihatmu pertama-tama aku harus mati terlebih dahulu!" Dalam sekejap Aillen berada di depan Shinji dan memberikan pukulan fatal baginya.
"Kugh...!"
Shinji yang terkena pukulan telak terpental jauh di lautan.
"Nakkk!" Mythia berteriak melihat Shinji.
"Aillen dasar kau!....Guh"
"Ah maaf, tapi kau harus diam sebentar" seorang wanita menusuk dada Mythia dengan pedang milikinya.
"Serena kau...." Mythia kehilangan seluruh kekuatan di dalam tubuhnya.
"Fufufu, satu pengganggu hilang sisanya adalah dia!" Serena menatap Luna dengan seringai jahat.
Luna yang ditatap menjauh dari tempat itu, tapi serangan dari sisi lain mengarah padanya. sebuah anak panah dengan suhu tinggi dengan cepat sampai disisi Luna, Luna yang melihat itu segera membentuk penghalang menggunakan sihir mimpi. anak panah berhasil di tahan oleh Luna, tapi serangan tak berhenti disana.
__ADS_1
Tombak cahaya, bola api raksasa, badai angin, ratusan akar berduri semua serangan mengarah pada Luna tanpa henti. Luna bertahan dari serangan-serangan itu menggunakan penghalang tak kasat mata yang melindungi seluruh tubuhnya.
"Kegelapan Tanpa Batas"
Seluruh warna di tempat itu mengalami kegelapan. bahkan Luna tak mampu melihat apapun di dalam kegelapan tanpa batas milik Serena, dengan menyeret Luna ke dalam dunia kecil Serena sedikit demi sedikit menyerap energi Luna hingga tak tersisa.
"Tombak Cahaya"
Wushhh!
Jleb! Jleb! Jleb!
Satu persatu tombak cahaya menusuk tubuh Luna hingga darah bersimbah keluar.
"....Tuan!"
Kegelapan yang menghalangi pandangan Luna menghilang dalam sekejap tapi tombak cahaya masih menancap di tubuh Luna. Muthia yang melihat itu mencoba bergerak tapi seluruh energi miliknya telah terkuras habis.
"Fufufu, percuma saja dengan kekuatanku kau tidak akan bisa menggunakan energi dewa milikmu. bersikaplah baik atau kubunuh kau" Nada Serena dingin.
"Cih... sebenarnya apa yang kalian inginkan? walaupun kalian sangat membenci pemberontak kalian tidak akan sampai melakukan hal ini, kenapa sekarang kalian sangat berubah banyak" Ucap Mythia.
"Hmmm entahlah. kami tak benar-benar mengerti kenapa kami melakukan ini, hanya saja aku merasa melakukan hal ini sangat menyenangkan! apa kau tak berpikir seperti itu?" Serena tersenyum.
"Kekuatan mereka sangat berbeda jauh dari dulu, sebenarnya apa yang terjadi saat ini?" Mythia hanya bisa berpikir situasi terburuk.
"Oh ya. kami hanya mengikuti perintah dari seseorang, dia mengatakan untuk menangkap orang itu dengan cara apapun" Serena teringat sesuatu.
"Menangkap? siapa?" Mythia bertanya.
"Aku tidak tahu jelas tapi yang pasti orang itu sangat ingin menangkapnya...hmm kalau tidak salah dia bernama Shinji! apa kau tau dia?" Tanya Serena.
"!?"
"!?"
Baik Luna maupun Mythia terkejut mendengar nama itu. nama yang sangat mereka kenal, seseorang menginginkan Shinji dan siapakah orang itu?
__ADS_1